<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177</id><updated>2011-08-16T17:35:38.495+07:00</updated><category term='Religi'/><category term='Kesehatan'/><category term='Joke'/><category term='Tahukah Anda'/><category term='Kisah Sukses'/><category term='Renungan'/><category term='Ebook Gratis'/><category term='Inspirasi'/><category term='Tanya Jawab Manajemen'/><category term='Unik'/><category term='Pendidikan'/><category term='Umum'/><category term='Serba Jadul'/><category term='Seputar Purworejo'/><category term='Resensi'/><category term='Motivasi'/><category term='Tips'/><category term='Download Artikel'/><title type='text'>~Bacalah dengan Menyebut Nama Tuhanmu ~</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>197</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-6114513321395670303</id><published>2010-08-30T08:16:00.002+07:00</published><updated>2010-08-30T08:23:53.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kungfu Emosi</title><content type='html'>&lt;table style="color: rgb(0, 102, 0);" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;Oleh: Anthony Dio Martin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/THsHx81Wg9I/AAAAAAAAAyc/I9CU4CVVhQ8/s1600/Bruce-Lee.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 151px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/THsHx81Wg9I/AAAAAAAAAyc/I9CU4CVVhQ8/s320/Bruce-Lee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511007123742819282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konon, ada sebuah kisah menarik ketika diceritakan Bruce Lee, sang  master kungfu ditemui seorang pengajar seni bela diri lain, yang datang  untuk memintanya sebuah nasihat, "Bagaimana teknik yang baik dalam  menghadap musuh?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cepat, Bruce Lee merespon, "Apa itu musuh? Tidak ada musuh.  Karena tidak ada kata "saya" atau "musuh" dalam pertempuran. Saya fokus  dan menyatu dengan gerakannya saat dia menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bermain. Semakin keras ia memukul, semakin keras pukulan akan  berbalik kepadanya. Saya tidak memukul, tetapi saya memastikan orangpun  menghargai saya secara utuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan komentar Bruce Lee di atas, dapat kita perhatikan bahwa  kungfu ataupun seni bela diri lainnya sebenarnya bukan saja bersifat  fisik, tetapi banyak pembelajaran mental yang terkandung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk soal emosi pun, sebenarnya kita bisa belajar banyak dari  pirnsip Kungfu. Karena itulah, kali ini kita akan bicara soal Kungfu  Emosi. Istilah Kungfu Emosi ini sendiri, bukanlah istilah yang  dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Charles Manz, seorang  penulis pengajar kepemimpinan dalam bukunya yang berjudul Emotional  Discipline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Kungfu Emosi itu? Prinsip Kungfu Emosi menurut Manz adalah mirip  seperti yang dikatakan oleh Bruce Lee diatas, yakni upaya memanfaatkan  kekuatan serangan dari lawan agar justru bisa menjadi keuntungan buat  kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mantz, logika kungfu pun dapat diterapkan pada konflik-konflik  emosional. Pertama-tama, tetap respek dan menghormati seseorang yang  menyerang Anda. Kedua, jangan membahayakan orang lain tanpa ada alasan  yang jelas. Ketiga, daripada melawan serangan emosi, lebih baik kita  pakai energi tersebut untuk cari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Musuh bebuyutan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menerapkan ilmu Kungfu Emosi ini, ada beberapa ciri "musuh  bebuyutan" yang bisa jadi pemicu kapan serta situasi dimana ilmu Kungfu  Emosi ini perlu Anda gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama adalah tatkala Anda harus menghadapi orang yang sangat  defensif mempertahankan dirinya, serta mulai menyalahkan orang lain.  Musuh lainnya adalah orang-orang yang senang menyerang ide-ide Anda atau  yang terakhir adalah orang-orang yang telah melanggar hak Anda dan  menyerang secara agresif kepentingan ataupun wewenang Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sebelum kita bicarakan soal teknik dalam Kungfu Emosi ini, mari  kita bicarakan respon umum yang biasanya diberikan oleh orang menghadapi  musuh yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, respon paling sering dan paling primitif yang diberikan  seseorang adalah respon general adaptation syndrome (GAS) yang berasal  naluri di sistem limbik di otak yakni fight (melawan) atau flight  (lari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kedua-duanya sebenarnya sama sekali tidak memecahkan masalah  menghadapi "musuh-musuh" di atas. Coba kita analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi saat kita fight (melawan). Misalkan seseorang menyerang  Anda dengan mengatakan bahwa produk kreasi Anda tidak laku di pasar  karena Anda tidak mengerti pasar sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, Anda membalasnya dengan mengatakan bahwa dia mengucapkan hal  tersebut karena iri bahwa Andalah yang diberikan kesempatan  mengembangkan produk. Apa yang akan terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan besar, dia akan menjadi semakin defensif. Persoalan yang  sebenarnya pun makin tidak selesai, bahkan lebih buruknya, masalahnya  kini bisa jadi semakin personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana masalahnya jika kita menggunakan teknik flight (lari dari  masalah)? Misalkan ada situasi dimana Anda diserang oleh salah satu  famili Anda di depan keluarga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan anda tidak becus mengurus anak karena anak Anda ternyata  baru saja mendapatkan kasus di sekolah. Apa yang terjadi jika Anda  flight (lari) dari situasi ini? Akibatnya, si famili Anda tersebut, akan  merasa seperti dapat angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali dia mungkin akan melakukannya lagi, bisa jadi pada diri Anda  bisa pula dengan dia orang lain. Di sisi lain, ia pun tidak akan pernah  belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Kungfu Emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam program pelatihan kecerdasan emosional yang saya berikan, saya  mengembangkan beberapa prinsip dari Charles Manz dan menyesuaikan dengan  kondisi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyebutnya teknik kungfu emosi. Filosofi utama dalam Kungfu Emosi  ini adalah: Seek not to harm others, but only to protect self from  violation by others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, ada kalanya dimana kita juga harus berani "membela diri kita  atau membela mereka yang diperlakukan secara tidak adil jika sudah  terjadi pelanggaran prinsip-prinsip".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana teknik kungfu emosi ini kita terapkan? Pertama, Anda  merephrase ataupun mengulang apa yang dikatakan dan dilakukannya.  Langkah ini untuk memperjelas dan untuk memfokuskan sehingga ia bisa  melihat apa yang dikatakan dan dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, secara tegas, Anda ungkapkan apa yang Anda rasakan terkait dengan  apa yang diucapkan dan dilakukan oleh orang tersebut. Setelah itu,  Ketiga, Anda pun sebaiknya mengungkapkan apa yang kita kehendaki dan  harapkan dari orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaupun ternyata sikap kita tersebut tidak dihargai oleh orang  tersebut, lantas pilihan terakhir yang mungkin kita lakukan barulah  berupaya 'memberi pelajaran berharga baginya' namun Anda tetap  mengendalikan emosi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan dalam suatu acara yang gagal, Anda pun dipersalahkan oleh rekan  kerja Anda. Dia menyatakan didalam rapat umum bahwa salah satu sebab  kegagalan acara adalah karena Anda begitu sibuknya sehingga dia tidak  punya kesempatan untuk mempersiapkannya dengan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jelas-jelas dialah yang sulit Anda hubungi dan berulangkali  menolak untuk bertemu. Maka, teknik kungfu emosi ini bisa dipakai dengan  kalimat, "Barusan saya mendengar Anda mengatakan bahkan acara ini  menjadi gagal karena kurangnya persiapan waktu yang disebabkan oleh saya  yang sulit untuk diajak bertemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mendengar komentar Anda, terus terang saya marah sekaligus merasa  dipersalahkan. Saya pikir lebih baik kita berfokus pada faktor-faktor  yang membuat acara kita gagal daripada saling menyalahkan orang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimana jika ternyata yang diberitahu justru semakin gencar  menyerang? Maka langkah memberikan pelajaran pun harus dimulai. Langkah  pertama paling mudah dan sederhana adalah dengan membeberkan fakta yang  perlu ia ketahui, sehingga ia tidak mengucapkan dan bersikap seenaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah membalas kedua adalah bisa dengan menyidir atau menggunakan  humor sindiran buatnya. Selanjutnya, kalaupun ternyata berbagai cara  tersebut tidak mempan dan orang itupun sama sekali tidak menghargai  orang lain, mungkin beberapa langkah terakhir ini dapat dipakai, jika  hal ini bisa menyadarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, memang langkah ini sebaiknya dihindari. Sebab jika tidak  dipergunakan dengan tepat, bisa menyulut api permusuhan yang semakin  besar. Caranya, dengan menggunakan 'tombol panas' (hot button) orang  tersebut, misalkan "Saya tahu Anda marah karena promosi Anda yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, jangan bawa-bawa emosi Anda dengan menuduh orang lain  sembarangan". Ataupun jika orang tersebut tetap tidak bergeming, langkah  terakhir adalah membingkai ulang serta balikkan (reframe and redirect)  apa yang telah diucapkannya sehingga menjadi bumerang untuk orang itu  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan, "Heran sekali bisa punya partner segoblok kamu". Respons  reframe and redirectnya menjadi, "Lha yang milih partner kan kamu,  berarti kamu juga sama gobloknya dong".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, tentu saja menggunakan kungfu emosi ini harus bijak! Kita harus  tetap memegang teguh prinsip-prinsip menghargai diri sendiri dan orang  lain. Di sisi lain, kita juga fleksibel dalam menentukan langkah yang  tepat, sebab tidak semuanya harus dilawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Seperti kata Bruce Lee, jadilah seperti air yang mengalir, Be water, my  friend. Be water. It can flow or it can crash. Be water my friend!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-6114513321395670303?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/6114513321395670303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/08/kungfu-emosi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6114513321395670303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6114513321395670303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/08/kungfu-emosi.html' title='Kungfu Emosi'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/THsHx81Wg9I/AAAAAAAAAyc/I9CU4CVVhQ8/s72-c/Bruce-Lee.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7857234830126761553</id><published>2010-06-07T21:22:00.003+07:00</published><updated>2010-06-10T07:45:36.538+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Investasikan Emas, Bukan Uang...</title><content type='html'>Banyak yang mengira sistem investasi  &lt;a href="http://kebunemas.com/?id=bcahyono"&gt;berkebun emas&lt;/a&gt; adalah jaminan yang dijaminkan ulang, dan dijaminkan lagi,  lalu dijaminkan lagi begitu seterusnya. Yang benar bukan demikian,  bahkan kita memperbanyak barang jaminan jadi apabila terjadi kredit  macet bank akan dengan mudah memperoleh ganti rugi dari jaminan berupa  emas yang kita berikan karena nilai emas sangat likuid. Pernyataan  pernyataan dari penulis mengenai persetujuan bank: &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Jangan khawatir dengan Bank, karena  dengan konsep ini sama sekali tidak ada yang dirugikan. Saya sudah  bicara dengan beberapa kepala cabang bank bahkan dengan Direktur salah  satu Bank Syariah, mereka sangat antusias… karena ini merubah paradigma  lama, bahwa kalau gadai itu lagi butuh uang, ini gadai menjadi pola  investasi. Buat Bank ini merupakan peluang besar karena bisa  meningkatkan omset penjualan produk gadainya… saya bahkan mau di  Sponsori oleh salah satu Bank Syariah… Funtastic sekali pak…”&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-560"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mengenai sistem gadai cerdas menurut  pemahaman saya bisa dijelaskan sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kita gunakan asumsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;- invest rutin 25 gram:&lt;br /&gt;- harga emas 25 gram = 9 jt&lt;br /&gt;- anda punya tambahan uang 3.75jt&lt;br /&gt;- nilai gadai 80% dari harga taksir&lt;br /&gt;- harga taksir bank 300rb/gram&lt;br /&gt;- biaya penitipan 2500/gram/bulan&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nilai taksir dan kondisi aktual di bank  mungkin berbeda, yang terbaik adalah:&lt;br /&gt;- nilai gadai tinggi&lt;br /&gt;- biaya rendah&lt;br /&gt;- waktu singkat&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mari kita mulai.&lt;br /&gt;Beli emas batangan 25 gram, gadaikan anda dapat dana segar 6 jt.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;300rb x 80% = 240rb x 25gram = 6jt&lt;br /&gt;setor biaya titipan 1 tahun, 2500×25x12 bulan=750rb&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Posisi investasi anda menjadi:&lt;br /&gt;1. 25 gram -&gt; 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -&gt; beli emas lagi |  750rb -&gt; biaya titip&lt;br /&gt;2. 25 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kalau sudah ada dana tambahan 3.75 jt  ulangi langkah diatas lagi, begitu seterusnya sesuai kebutuhan. Kalau  sudah lima kali maka posisi menjadi:&lt;br /&gt;1. 25 gram -&gt; 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -&gt; beli emas lagi |  750rb -&gt; biaya titip&lt;br /&gt;2. 25 gram -&gt; 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -&gt; beli emas lagi |  750rb -&gt; biaya titip&lt;br /&gt;3. 25 gram -&gt; 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -&gt; beli emas lagi |  750rb -&gt; biaya titip&lt;br /&gt;4. 25 gram -&gt; 6jt, tambah 3 jt dana segar = 9jt -&gt; beli emas lagi |  750rb -&gt; biaya titip&lt;br /&gt;5. 25 gram (disimpan)&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Perhatikan biaya pembelian emas ke-2  dst, 2/3 modal adalah dari bank.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah waktu berlalu, harga naik 30  persen, jadi emas batangan 25 gram sekarang nilainya 12jt, ayo kita  panen, langkahnya cukup dibalik saja yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jual emas nomor 5, maka anda mendapatkan  dana segar 12 jt, dana segar ini kita pakai untuk menebus 2 emas  lainnya. Ulangi sampai semua emas ditebus, dan jual semuanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Maka posisinya:&lt;br /&gt;penjualan emas 5 x 12 jt = 60 jt&lt;br /&gt;tebus gadai 4 x 6 jt     = 24 jt&lt;br /&gt;sisa                     = 36 jt ——&gt; sub total 1&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Berapa modal anda?&lt;br /&gt;1. beli emas pertama          =  9 jt&lt;br /&gt;2. beli emas ke 2-5 = 3jt x 4 = 12 jt&lt;br /&gt;3. biaya titip 750rb x 4      =  3 jt&lt;br /&gt;total modal                   = 24 jt ——&gt; sub total 2&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan anda:&lt;br /&gt;-=[{sub total 1 - sub total 2 = 36 jt - 24 jt = 12 jt}]=-&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perbandingan keuntungan metode biasa vs  metode cerdas dg modal awal 24 jt:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Modal 24jt belikan emas sewaktu harga  batangan 25 gram = 9jt, maka per gram berarti 360rb.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;24 jt : 360 rb dapat emas 66.66 gram&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika harga naik 30% kita jual menjadi  rp 468 ribu/gram:&lt;br /&gt;66.66 * 468 ribu = 31,196,880 dikurangi modal 24 jt&lt;br /&gt;-={untung           = 7,196,880}=-&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bandingkan dengan sistem cerdas,  kuntungan hampir 2 kali lipat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau harga naik 30% kurang dari satu  tahun maka keuntungan lebih banyak lagi karena biaya jasa titip menjadi  lebih rendah. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber : www.purwo.com&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target="_blank" href="http://kebunemas.com/?id=bcahyono"&gt;&lt;img src="http://www.kebunemas.com/banner/kebanner125.gif" alt="KebunEmas.com" width="125" border="0" height="125" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Ingin info lebih jelas dan tertarik mengetahui lebih dalam, silahkan baca ebook dan registrasikan diri anda sebelum terlambat di &lt;a href="http://kebunemas.com/?id=bcahyono"&gt;KEBUN EMAS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7857234830126761553?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7857234830126761553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/06/investasikan-emas-bukan-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7857234830126761553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7857234830126761553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/06/investasikan-emas-bukan-uang.html' title='Investasikan Emas, Bukan Uang...'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-4027452451885933241</id><published>2010-05-25T12:29:00.003+07:00</published><updated>2010-06-07T21:20:00.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Dalam Terang Cahaya Keheningan</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Oleh: Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah  peradaban yang riuh, demikian sebuah komentar menyimpulkan kehidupan  di  awal abad 21. Lebih-lebih ketika menghampar  krisis energi dan pangan.  Banyak yang sepakat kalau dunia sedang mengalami kepanikan global. Wakil  AS menuduh India menghabiskan cadangan pangan karena jumlah penduduknya  yang besar. Wakil India menuding balik dengan menyebutkan kalau Amerika  Serikat dengan seluruh keserakahannya yang membuat  krisis  pangan  dan   energi.  Di  Indonesia, pangan dan energi ini juga menjadi komoditi  politik untuk menjatuhkan lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menelaah wajah  peradaban ini tidak dengan analisis, namun dengan lelucon. Suatu hari   seorang pemuda kebingungan memilih isteri. Datanglah dia pada seorang  sesepuh. Dan diberitahulah syarat-syarat calon isteri yang baik. Dari  berwajah cantik, puteri orang kaya, bekerja, berkinerja dahsyat di  tempat tidur sampai dengan bisa diminta mengepel lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata,  setelah dicari-cari  tidak ada wanita ideal seperti itu. Bila cantik,  puteri orang kaya, wanita karir, maka harga yang harus dibayar, suaminya  terpaksa mengisi keseharian dengan mengepel lantai, sambil bernyanyi  sendu lirik lagu "diriku tak pernah lepas dari penderitaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin  dipertentangkan, semakin panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban manusia serupa, setiap  kelebihan meminta ongkos berupa kekurangan. Keserakahan hanya mau  kelebihan, dan berharap kelebihan tidak berubah-ubah menjadi kekurangan,  itulah awal kehidupan yang riuh dan penuh penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu  ketika dunia dibuat takut oleh potensi perang bintang antara dua negara  adi kuasa, tidak ada tanda-tanda ketakutan akan bom teroris. Sekarang  ketika ketakutan perang global berhenti, bahkan memasuki hotel pun harus  diperiksa petugas keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib bangsa ini setali tiga uang.  Ia terlihat berputar dari satu ketidakpuasan menuju ketidakpuasan lain,  karena manusianya menolak semua kekurangan. Di zaman orde baru, sebagian  hak-hak politik memang dikekang, tapi di zaman itu harga pangan, papan  dan minyak terjangkau. Di zaman reformasi ini, kebebasan politik  berkibar-kibar, siapa pun boleh dikritik, namun ia harus dibayar dengan  harga pangan, papan dan minyak yang semakin jauh dari jangkauan. Persis  sama dengan lelucon pemuda yang  bingung mencari isteri, setiap  kelebihan harus dibayar dengan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pengapnya  peradaban oleh banyak sekali ketidakpuasan, tidak terhitung jumlah  rapat, konferensi,  wacana, seminar sampai  kuliah tingkat tinggi di  perguruan tinggi  yang mau mencoba mengurai situasi. Dan ternyata,  semakin diperdebatkan peradaban jadi semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ada  hasilnya, peradaban akan tambah sejuk. Namun sebagaimana  dirasakan  bersama, bumi tambah panas baik secara fisik, psikologis, spiritual.  Jika ditelusuri lebih dalam kehidupan manusia, ia ditandai kelahiran  dengan tangisan bayi yang riuh, serta kematian plus tangisan orang yang  ditinggalkan yang juga riuh. Bila di tengah-tengahnya juga riuh dengan  perdebatan dan perkelahian, menimbulkan pertanyaan mendalam, kapan  manusia punya kesempatan berjumpa keheningan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi satu dengan  alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam sebagai guru bertutur terang, semuanya berubah,  semuanya membawa kelebihan-kekurangan. Siang berganti malam, malam  berganti siang. Bila gunung tinggi, jurangnya dalam. Diperdebatkan atau  tidak, tetap seperti ini. Memahami dalam-dalam sifat alami inilah yang   membukakan keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru yang punya banyak murid di  Barat agak terang  dalam hal ini. Tahapan memasuki pintu keheningan  sebenarnya sederhana. Pertama-tama, belajar dari alam. Kemudian hidup  sesuai prinsip-prinsip alami. Sebagai hasilnya, manusia bisa melihat  kebenaran di balik alam. Dan ujung-ujungnya baru  bisa menjadi satu  dengan alam. Sebelum  menyatu dengan alam, manusia akan terus berputar  dari satu penderitaan ke penderitaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang  bersatu  dengan alam tahu, ada bimbingan, ada kesempurnaan, ada keindahan di  sana. Laut sebagai contoh, ia membawa bimbingan-bimbingan. Sama dengan  hidup manusia, ada gelombang tinggi (baca: kaya, dikagumi), ada  gelombang rendah (kehidupan orang biasa). Namun tanpa memandang  tinggi-rendah, gelombang mana pun ikhlas dan rendah hati pada bibir  pantai. Seperti sedang bercerita, ikhlas dan rendah hatilah, ini yang  membuat kematian berhenti berwajah menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mengisi  kesehariannya dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa  alam sebenarnya sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan  kebijaksanaan yang disimpan di sana.  Perhatikan laut lebih dalam lagi.  Di permukaan ia senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di  kedalaman yang dalam, tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening  yang melukis keindahan dan kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cermati apa yang  ditulis Zenkei Shibayama dalam A Flower does not talk: "silently a  flower blooms, in silence it falls away….pure and fresh are  the flowers  with dew….calmly l read the True Word of no letters". Bunga mekar tanpa  suara, berguguran juga tanpa suara. Tanpa keluhan tanpa perdebatan. Ada  kesucian yang menggetarkan dalam bunga yang berhiaskan embun pagi.  Dalam bimbingan hening, tiba-tiba terbaca makna tanpa kata-kata. Zenkei  Shibayama  menyebutnya Scripture of no letters. Tanpa kata-kata, tanpa  keriuhan. Hanya sebuah hati yang  berkelimpahan dalam dirinya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali  ke cerita awal tentang peradaban yang riuh, dunia memang sedang dibelit   krisis. Namun ketika kata-kata, perseteruan  memperpanas suhu panas  peradaban yang sudah panas, mungkin ini saatnya membaca  Scripture of no  letters. Ada yang menyebutnya pengetahuan di dalam yang hanya membuka  dirinya di puncak keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melangkah ke sana, mulailah  hidup sesuai hukum alam. Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum  pada  setiap putaran alam tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap  disebut sebagai bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam  semakin dalam. Memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang (baca: tanpa  perdebatan) namun penuh keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana ditulis rapi oleh  kehidupan para Mahasidha (manusia yang menjadi agung karena melewati  banyak rintangan seperti Jalalludin Rumi, Bunda Theresa, Milarepa,  Mahatma Gandhi), awalnya bencana terlihat sebagai cobaan. Namun begitu   dialami, ia memperkuat otot-otot kehidupan. Persis seperti otot fisik  yang kuat karena banyak dilatih. Bila begini cara memandangnya,  bencana  bukannya membawa kegelapan  kemarahan, ia membawa cahaya penerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Berbekalkan  ketekunan,  bencana membuat batin kebal dengan penderitaan. Kekebalan  ini kemudian membuat manusia bisa menyambut semua dualitas (baik-buruk,  sukses-gagal, hidup-mati) dengan senyuman yang menawan. Inilah secercah  cahaya keheningan. Ia  menyisakan hanya satu hal: compassion is the only  nourishment. Dualitas memang lenyap, kasih sayang kemudian membuat  kehidupan berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a target="_blank" href="http://kebunemas.com/?id=bcahyono"&gt;&lt;img src="http://www.kebunemas.com/banner/kebanner486.gif" alt="KebunEmas.com" border="0" width="486" height="80" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-4027452451885933241?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/4027452451885933241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/05/dalam-terang-cahaya-keheningan_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/4027452451885933241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/4027452451885933241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/05/dalam-terang-cahaya-keheningan_25.html' title='Dalam Terang Cahaya Keheningan'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7645308151824262784</id><published>2010-03-27T21:07:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T21:09:23.880+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Mari Bersyukur</title><content type='html'>&lt;blockquote style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;“Keinginan-keinginan yang ada pada manusialah yang seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan.”&lt;br /&gt;-- Buddha&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Warung nasi uduk itu sebenarnya enak punya. Rasa nasinya gurih. Ayam gorengnya kriuk-kriuk. Bebeknya tidak lengket dan empuk. Tapi kok malam itu sepi sekali. Pengunjungnya hanya satu dua saja. Mereka datang dan pergi. Mungkin karena malam itu hujan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Ups, salah. Di tengah gerimis mengundang, si pemilik warung itu bilang, keadaan itu sudah berlangsung sejak lama. Sebabnya, tak jauh dari tempat dia membuka tendanya, sudah ada sekitar enam warung sejenis. Wajarlah bila pengunjung jadi sepi. Dengan penuh gelak tawa dia berkisah tentang kemunduran usahanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Aneh betul si bapak. Rugi kok masih haha-hihi. Baginya, meski pendapatan terus menurun, dia tetap senang. Masih banyak pelanggan setia yang selalu mampir ke warungnya. Meski berkurang, pendapatannya tetap ada. Dari sedikit untung yang dia tabung, ia dapat menyekolahkan ketiga anaknya hingga masuk universitas negeri. Wajahnya begitu berseri-seri menceritakan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Sebaliknya, wajah keruh terlihat pada wajah seorang kolega. Pangkal sebabnya ternyata soal pendapatannya yang menurun. Setelah kontrak kerjanya selesai, dia mendapatkan pekerjaan di kantor yang baru. Sayangnya, gaji yang didapatkannya sedikit berkurang. Mau ditolak, dia butuh pemasukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Lain ladang lain ilalang. Nasi uduk dan kantor profesional adalah dua dunia yang berbeda tentu saja. Pendapatannya juga jauh berbeda. Bila mau dihitung, tentu pendapatan si teman bisa jadi lebih besar ketimbang si penjual nasi uduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Faktor lainnya, penghasilan si pekerja sudah pasti tetap. Sebaliknya, si penjual nasi uduk, kadang tak tentu besar yang didapatkannya. Bukan itu saja, si penjual nasi uduk bisa saja kehilangan segalanya. Misalnya karena lahan jualannya kena proyek pelebaran jalan atau mungkin akan dijadikan bangunan perkantoran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Wajah menjadi jendela hati. Wajah si bapak penjual nasi uduk bisa berseri-seri karena dia menerima apa adanya dengan rezeki yang jatuh padanya. Lebih tepatnya, karena dia mensyukuri semua yang didapatkannya. Sebaliknya, sang teman, meski penghasilannya lebih pasti dan lebih besar, terbebani sebuah kenyataan yang tidak sesuai harapannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Alhasil, semua yang dia dapatkan seolah tak ada artinya. Bahkan dia pun bersungut-sungut. Padahal, andai saja dia mau melihat ke sekelilingnya, terlalu banyak kelebihan yang didapatkannya. Dia masih melihat anak-anaknya pergi sekolah di saat banyak anak yang berdiam di rumah karena orang tuanya tak sanggup lagi menyekolahkannya. Dia masih berada di dalam mobil yang sejuk di saat orang lain berdesakan di dalam bus yang pengap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Bersyukur berarti menerima sepenuhnya apa yang telah menjadi rezeki kita tanpa harus menggugat apalagi mengeluhkan kekurangan. Bersyukur dapat pula berarti menerima semua hal yang didapat, baik keberhasilan ataupun kegagalan. Baik anugerah ataupun musibah. Karena tak semua keinginan dapat terwujud. Bersyukur bukan pula berarti menerima lalu pasrah. Melainkan berusaha untuk mewujudkan semua keinginan tersebut. Bila gagal, cobalah terus berusaha, semua terjadi karena waktu yang belum tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);"&gt;Di tenda itu, si bapak pemilik warung nasi uduk telah melakoni sebuah peran yang teramat sulit dilakukan banyak orang: mensyukuri semua nikmat yang ada. Dampaknya tak hanya membuat hidupnya menjadi lebih bahagia, tetapi juga lebih cerah. Si bapak itu tampak lebih muda dan segar. Sedangkan si teman yang selalu menggerutu, wajahnya terlihat letih dan tua sebelum waktunya. Percayalah, bersyukur membuat hidup menjadi lebih rileks.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 51, 0);font-size:85%;" &gt;*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT Elex Media Komputindo, 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7645308151824262784?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7645308151824262784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/03/mari-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7645308151824262784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7645308151824262784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/03/mari-bersyukur.html' title='Mari Bersyukur'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-6393720113338113372</id><published>2010-03-27T20:50:00.003+07:00</published><updated>2010-03-27T21:04:09.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya Jawab Manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Nguwongke: Memanusiakan Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dalam teori ekonomi manusia dimasukkan sebagai faktor produksi, sama halnya bahan baku, mesin, dan uang. Akibatnya banyak teori turunannya yang menempatkan manusia sebagai alat produksi juga. Ilustrasi logikanya begini: "Kamu bekerja di sini digaji Rp. 5 juta maka kamu harus menghasilkan untuk perusahaan Rp. 8 juta sehingga perusahaan untung Rp. 3 juta. Kalau kamu menghasilkan dibawah Rp. 5 juta berarti perusahaan rugi, dan kamu harus digantikan orang lain yang akan mampu menghasilkan melebihi yang aku keluarkan untuk menggaji orang tersebut." Logika tersebut diberlakukan kepada semua orang sehingga total keuntungan tinggal dihitung saja. Setiap orang berkontribusi terhadap keuntungan sehingga semakin banyak orang akan semakin banyak keuntungan didapat. Seperti halnya mesin, kalau satu mesin dapat menghasilkan 100 unit produk maka lima mesin akan menghasilkan 500 unit produk. Rasakan bagaimana kalau kita bekerja pada suatu perusahaan yang menggunakan logika tersebut? Akan nyamankah kita? Maukah Anda diberlakukan seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Anda pasti merasa ngeri dengan perlakuan manusia sebagai faktor produksi seperti itu. Manusia dianggap seperti halnya mesin saja. Ini tentunya tidak manusiawi. Untuk itulah maka banyak pendekatan manajemen yang kemudian memberikan perlakuan tersendiri terhadap faktor produksi yang satu ini. Manusia di tempatkan sebagai manusia. Namun tetap saja manusia dituntut memberikan keuntungan ekonomis terhadap perusahaan. Manusia dirangsang dengan berbagai cara agar bekerja lebih giat. Munculah kemudian konsep reward and punishment, bahkan ada yang menggunakan istilah carrot and stick. Agar termotivasi bekerja lebih baik, manusia dirangsang dengan wortel (sebagai simbol dari reward) dan ditakut-takuti dengan tongkat pemukul (sebagai simbol dari punishment). Kalau begini, komplit sudah penderitaan manusia, yang tidak dimanusiakan dalam dunia kerja!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Konsep yang tumbuh dan dikembangkan sejak jaman revolusi industri tersebut terus digunakan sampai sekarang. Konsep itu dianggap paling pas untuk mengendalikan orang. Namun manusia adalah manusia. Tetap saja ada rasa. Ada jiwa. Rasa dan jiwa tersebut perlu disirami, dibelai, dan diberi kasih sayang agar tidak mati. Manusia harus dimanusiakan. Konsep pendekatan memanusiakan manusia inilah yang dalam kearifan lokal jawa disebut dengan istilah "nguwongke".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nguwongke berasal dari kata "uwong", kata dalam bahasa jawa yang berarti orang atau manusia. Sehingga nguwongke dapat diterjemahkan sebagai memanusiakan, atau menempatkan manusia sebagai manusia. Seorang manusia berbeda antara satu dengan lainnya. Tidak ada yang sama persis. Oleh karenanya dalam menangani manusia terdapat aspek yang sifatnya "customized" , yang berbeda antara menangani satu orang dengan orang lain. Namun sekali lagi manusia adalah manusia. Disamping memiliki kekhasan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, terdapat pula kesamaan antara seorang manusia dengan manusia lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Setiap manusia ingin hidup nyaman, ingin dicintai, ingin dihargai, ingin dimengerti. Mari kita kaitkan dengan masalah pengendalian. Dalam konsep pengendalian, apabila kita berhasil memberikan apa yang diperlukan oleh orang-orang disekitar kita, maka orang-orang disekitar kita akan lebih mudah dan lebih merasa nyaman saat harus kita kendalikan. Dengan kata lain, karena manusia ingin hidup nyaman maka apabila kita berhasil memberikan kenyamanan, kita akan lebih mudah mengendalikan orang tersebut. Jadi, karena mereka ingin cinta, maka berikanlah cinta. Mereka ingin dihargai, maka berikan penghargaan. Mereka ingin dimengerti, maka berikan pengertian. Itu kiatnya. Berikan apa yang mereka inginkan, karena sebagian besar yang mereka inginkan sebetulnya kita mampu untuk memberikannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tapi kan sebenarnya yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar kita adalah uang? Iya, benar. Mereka butuh uang. Untuk hal ini mari kita renungkan sejenak. Mereka memang butuh uang. Tetapi mereka butuh juga yang lainnya bukan? Kalau kita mampu memberikan `uang' seperti yang mereka inginkan, itu bagus. Tetapi itu juga tidak secara otomatis akan membuat mereka kemudian mudah dan nyaman kita kendalikan. Ada tipe-tipe orang yang prinsip bekerjanya adalah transaksional. Ada uang saya bekerja, kalau tidak ada uang ya maaf saja. Ada pula orang yang dalam bekerja lebih mementingkan kehangatan, dimana mereka memerlukan uang tetapi keharmonisan hubungan lebih mereka utamakan. Disinilah mulai nampak bahwa setiap orang memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Prioritas seseorang dengan orang lain berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nah, kalau kita berhadapan dengan kekhasan orang, maka kita perlu memiliki soft skill untuk memahami orang per orang. Dari kebutuhan umum orang-orang disekitar kita yang dapat kita generalisasikan, ternyata ada prioritas yang berbeda antara satu dengan lainnya. Secara umum orang ingin kaya, ingin memiliki kekuasaan, ingin terkenal, ingin dihormati, ingin didengar, ingin dikagumi, dan ingin-ingin yang lainnya. Coba kita amati, dari daftar keinginan tersebut ternyata prioritas satu orang dengan orang lainnya tidak selalu sama. Kalaupun sama, terkadang juga sama secara umum saja, detailnya biasanya berbeda. Inilah yang menjadikan antara satu orang dengan orang lainnya memiliki kekhasan yang tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Keragaman keinginan yang berbeda-beda ini memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa menjadikan mereka di bawah kendali kita. Di bawah kendali di sini bukan berarti kemudian mereka bisa kita perbudak. Bukan begitu. Di bawah kendali kita berarti mereka dapat bersama-sama kita mendapatkan apa yang kita mau. Mereka menjadi ada kerelaan untuk bersama-sama kita mencapai tujuan bersama. Mengapa saya sebut sebagai kesempatan? Karena tidak semua orang mampu memahami perbedaan-perbedaan tersebut. Padahal, memahami perbedaan tersebut sebenarnya tidaklah sulit. Hanya diperlukan kerelaan kita untuk mau mengerti. Dan sekali seseorang merasa dipahami, dimengerti, dihargai, dan merasa dimanusiakan, maka ada kecenderungan mereka merasa kita ada di pihak mereka, sehingga mereka juga akan menempatkan diri di pihak kita pula. Terjadilah di sini perasaan bahwa kita adalah "kita", atau "we", bukan &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;"You and I".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kalau ingin dihargai, hargailah orang lain. Kalau ingin dimengerti, cobalah mengerti orang lain. Manusia adalah manusia. Perlakukan mereka sebagai manusia. Mari kita coba untuk selalu "nguwongke" orang-orang di sekitar kita sehingga mereka juga akan "nguwongke" kita. Setelah itu, lihat saja, mereka akan dengan rela bersama-sama kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. They will be under our influence. They will be under our control. We will be "us" not "You and I".&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;*) Agung Praptapa, adalah penulis buku "The art of controlling people" (Gramedia, 2009). Seorang dosen, konsultan, dan trainer untuk pengembangan diri maupun pengembangan organisasi. Alumni Proaktif Schoolen.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-6393720113338113372?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/6393720113338113372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/03/nguwongke-memanusiakan-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6393720113338113372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6393720113338113372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/03/nguwongke-memanusiakan-manusia.html' title='Nguwongke: Memanusiakan Manusia'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1630726888354952769</id><published>2010-02-22T19:32:00.003+07:00</published><updated>2010-02-22T19:36:21.679+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kepedulian dari Titik Nol</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;“A bone to the dog is not charity. Charity is the bone shared with the dog, when you are just as hungry as the dog.”&lt;/blockquote&gt;-- Jack London, pelaut dan penulis asal &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_0"&gt;Amerika Serikat&lt;/span&gt;, 1876 - 1916&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S4J6BkODktI/AAAAAAAAAyU/RxCRP6-xqyE/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S4J6BkODktI/AAAAAAAAAyU/RxCRP6-xqyE/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441045467138069202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;DI layar kaca, seorang perempuan terlihat kehausan. Entah apa sebabnya, di kantong celananya hanya tersisa sedikit uang. Jangankan untuk mereguk minuman favoritnya berupa teh yang dikemas dalam botol, untuk membeli segelas air putih saja uang itu tidaklah cukup. Bak seorang peminta-minta, dia pun berkeliling. Tujuannya satu, dia ingin mendapatkan tambahan uang sebanyak lima ratus perak. Namun apa yang terjadi? Tak satu pun yang memberi. Fuih, kejam nian Jakarta ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Syukurlah, sang penolong itu datang juga. Seorang pemulung, yang pakaiannya kucel minta ampun, malah memberikan si perempuan cantik itu uang lima ratus peraknya. Padahal dia baru saja mengenalnya pada saat itu. Si perempuan itu pun bersorak gembira. Dia segera membeli minuman untuk melepaskan dahaganya. Dan, glek-glek, air dalam gelas plastik itu meluncur ke dalam kerongkongannya. Si pemulung pun tersenyum. Pertolongannya memberikan manfaat bagi orang lain. Namun kepuasan si pemulung tak berhenti sampai di situ. Dia ternyata jatuh haru ketika mendapatkan ’uang pengganti’ yang berjumlah jutaan rupiah. Itulah potongan acara reality show yang ditayangkan salah satu televisi swasta. Suatu acara yang dikemas sedemikian rupa, dengan tujuan menguji seseorang, apakah dia mau menolong orang lain pada saat dia sendiri sedang dalam kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Penonton televisi di negeri ini mungkin sudah jenuh dengan acara seperti itu. Sudah jelas banyak hal yang tidak masuk akal. Mosok si gadis cantik itu tak punya uang, padahal dandanannya keren abis. Atau, masa sih, penjual minuman sama sekali tak mau memberikan diskon pada pembelinya? Ragam pertanyaan itu akhirnya hanya berujung pada soal rating sebuah acara. Nah sekarang, lupakan soal apakah acara itu rekayasa atau bukan. Ada nilai positif dari kisah di layar kaca tersebut. Betapa seorang pemulung yang serba kekurangan, ternyata masih mau mengulurkan tangannya pada orang lain. Itu poin pentingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Uang lima ratus perak bagi seorang pemulung tentulah sangat berharga. Dalam suatu artikel di &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 102, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_1"&gt;surat kabar&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, seorang pemulung menjual hasil yang didapatnya selama sehari penuh, yang mungkin tak banyak jumlahnya. Setelah cukup untuk makan, uang recehan tersisa yang didapatnya kemudian ditabung. Uang itulah &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 102, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_2"&gt;yang digunakan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; keperluan sehari-hari mereka di lain waktu. Prinsip mereka sederhana sekali, menabung sedikit-demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Terlihat, begitu berharganya uang receh bagi mereka. Jadi, kerelaan pemberian yang dilakukan pemulung tersebut sungguh &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 102, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_3"&gt;luar biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Berbagi saat kita mempunyai kelebihan memang sesuatu yang sangat dianjurkan. Tapi berbagi saat kita sendiri mengalami kekurangan, mungkin suatu hal yang sulit dilakukan. Bayangkanlah seandainya kita menjadi seorang pemulung tadi. Pada saat kekurangan itulah, keikhlasan dan kesabaran kita sesungguhnya diuji. Dan bukankah kesabaran seorang diuji di saat mereka berada dalam kekurangan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Berbagi di kala kekurangan merupakan esensi dari sebuah pertolongan. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_4"&gt;Saat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; kita merasa tak berkecukupan, namun bisa memberikan pertolongan pada orang yang membutuhkan, akan menimbulkan rasa bahagia yang tak terkira. Disanalah kita akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang mengalami kesulitan tersebut. Sadar atau tidak, kita telah melakukan empati. Melakukan empati, pada dasarnya kita mencoba ’mendengarkan’ seseorang hingga ke dasar terdalam cara berpikirnya. Kita pun mencoba mendalaminya, dan mencoba melihat dari sudut pandang pemahamannya. Termasuk juga dapat memahami apa yang dirasakannya. Apa yang dirasakan orang yang kesulitan dan membutuhkan uluran tangan kita itu pulalah yang saat itu kita rasakan. Singkat kata, empati adalah bersatunya rasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kebahagiaan memang dapat diperoleh dengan berbagai cara. Memberi dalam keadaan berkelimpahan atau mampu, mungkin merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi sang pemberi. Tapi, kebahagiaan memberi di saat kekurangan, bisa jadi merupakan sesuatu hal yang sungguh-sungguh indah. Patut diingat, bahwa memberi tentu saja tak harus berupa materi. Ia dapat berupa apa saja. Memberi senyum dikala hati seseorang sedang gundah tentu memberi makna &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 102, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_5"&gt;yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; dikala ia tersenyum dalam keadaan hatinya riang gembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nah, mulai saat ini, tak perlu ragu untuk memberi. Memberi apa pun. Memberi senyuman. Memberi kebajikan. Memberi materi. Dan tak perlu melihat lagi berapa isi dompet Anda untuk menghitung uang yang akan tersisa. Orang bijak berkata, saat berbuat kebaikan pada orang lain, sesungguhnya kita sedang membantu diri sendiri, agar menjadi lebih bahagia. Bukan begitu sahabat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*) Sonny Wibisono, penulis buku 'Message of Monday', PT &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="yshortcuts" id="lw_1266841792_6"&gt;Elex Media Komputindo&lt;/span&gt;, 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-1630726888354952769?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/1630726888354952769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/02/kepedulian-dari-titik-nol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1630726888354952769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1630726888354952769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/02/kepedulian-dari-titik-nol.html' title='Kepedulian dari Titik Nol'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S4J6BkODktI/AAAAAAAAAyU/RxCRP6-xqyE/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7098282221933027391</id><published>2010-02-21T00:08:00.002+07:00</published><updated>2010-02-22T19:37:00.080+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kok, Takut Berbuat Salah?</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td face="inherit" size="inherit" style="font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; line-height: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit;" valign="top"&gt;Oleh: Syahril Syam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapilah dengan pandai bahkan terhadap perlakuan tidak pandai sekalipun.&lt;br /&gt;- Lao Tsu -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah wawancara, seorang reporter menanyakan rahasia dibalik sukses seorang direktur utama bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;"Dua kata", jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Apa saja?", kejar sang reporter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Keputusan jitu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Bagaimana membuat keputusan yang jitu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Satu kata."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Apa itu?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Pengalaman."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Bagaimana Anda menimba pengalaman?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Lima kata."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Apa saja?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; "Dengan membuat keputusan yang salah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali kita menghindari kesalahan atau kegagalan. Kita tidak ingin terlihat bodoh, malu, atau dipecundangi oleh orang lain. Dalam setiap penampilan kita, ketika bergaul dengan orang lain, kita selalu ingin terlihat sempurna. Bahkan, terdapat sebuah pemikiran yang berkembang, bahwa kalau kita berbuat kesalahan, maka kita tidak saja membuat malu diri kita, tapi juga &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_0"&gt;orang tua&lt;/span&gt; kita. Kenapa? Karena orang tua kita telah salah mendidik kita. Begitulah yang sering dipikirkan oleh kebanyakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita tidak membuat malu orang tua, maka kita harus tampil sempurna. Yang lebih parah lagi, orang tua pun sering memaksakan anaknya untuk tampil sempurna, dan jangan berbuat kesalahan/kegagalan . Di tambah lagi dengan lingkungan tempat kita tinggal dan bergaul. Seringkali sebuah lingkungan tidak menerima orang yang berbuat kesalahan. Apalagi jika kesalahan itu memberi aib pada lingkungan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran-lingkaran &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_1"&gt;inilah yang&lt;/span&gt; sering mempengaruhi kita, sehingga bertambah besarlah keinginan kita untuk menghindari yang namanya kesalahan/kegagalan . Namun, cobalah untuk menyimak sebuah &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_2"&gt;kata bijak&lt;/span&gt; berikut ini: "Kalau Anda takut berbuat kesalahan, maka sesungguhnya Anda tidak pernah melakukan apa-apa." Kok bisa demikian? Marilah kita ambil sebuah contoh, sesuatu yang ingin dilakukan dahulu oleh hampir semua orang ketika beranjak remaja: NAIK SEPEDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun dulu sangat ingin merasakan naik sepeda (sepeda roda dua, bukan sepeda roda tiga). Namun, ketika mencobanya untuk pertama kalinya saya sering terjatuh. Saya bahkan meminta tolong orang tua atau teman, bahkan tetangga, agar membantu saya belajar menaiki sepeda tersebut. Saya sudah lupa berapa banyak saya terjatuh (berbuat kesalahan). Hingga akhirnya saya berhasil menguasai sepeda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata, untuk sebuah hal baru yang ingin kita lakukan, kita &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1266685570_3"&gt;tidak akan pernah&lt;/span&gt; langsung bisa, tapi kita pasti bisa jika terus belajar. Hal ini pula yang menjawab pertanyaan: "Siapa bilang saya tidak melakukan apa-apa, kalau saya tidak berbuat salah?" Memang betul kita pun sering melakukan sesuatu, dan kita tidak atau sangat kurang melakukan kesalahan. Misal saja, makan. Hampir (saya katakan hampir, karena ada orang yang tidak makan setiap hari) setiap hari kita makan. Namun, apakah kita lupa, dulu pun kita melakukan kesalahan sewaktu belajar untuk makan sendiri. &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_4"&gt;Jadi&lt;/span&gt;, ketidakinginan untuk melakukan kesalahan, berarti kita hanya berada pada lingkaran aktifitas yang hanya itu-itu saja, tidak mengalami perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan berarti bahwa setiap orang bebas melakukan kesalahan. Karena, ada juga orang melakukan kesalahan, dan itu bukan untuk perkembangan dirinya, kecuali orang tersebut mengakui kesalahannya dan mau untuk belajar. Misalnya saja, mencuri. Ini pun sebuah bentuk kesalahan, namun bukan kesalahan yang saya maksudkan di sini. Secara sederhana kita dapat membedakannya dengan: KESALAHAN YANG DISENGAJA DAN KESALAHAN YANG TIDAK DIKETAHUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_5"&gt;Salah satu&lt;/span&gt; kemampuan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_6"&gt;tubuh manusia&lt;/span&gt; adalah adaptasi. Kalau kita berada di musim panas, dan secara tiba-tiba terjadi pergantian musim menjadi musim dingin. Maka, kita akan setengah mati menghadapinya. Ini disebabkan karena tubuh kita belum terbiasa dengan perubahan suhu yang mendadak. Namun, lambat laun tubuh kita akan beradaptasi, sehingga membuat kita dapat tetap bertahan di musim dingin. Pada proses adaptasi inilah, sering kita melakukan kesalahan/kegagalan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kita belum terbiasa naik sepeda roda dua. Namun, lewat proses pembelajaran kita pun dapat beradaptasi/ terbiasa dengan sepeda roda dua. Nah, pada proses pembelajaran ini kita sering melakukan kesalahan/kegagalan . Dan, kita belajar dari kesalahan/kegagalan tersebut. Kenapa dalam proses adaptasi kita sering melakukan kesalahan/kegagalan ? Karena kita belum memiliki kemampuan untuk sesuatu yang baru. Inilah keterbatasan pengatahuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dengan menyadari keterbatasan pengetahuan kita, maka kita terus-menerus melakukan proses pembelajaran untuk hal-hal yang baru. Dan di dalam melakukannya akan sering terjadi kesalahan/kegagalan . Jadi, kesalahan/kegagalan adalah sebuah pengetahuan yang baru bagi kita, sampai kita mendapatkan pengetahuan yang kita inginkan. Itulah sebabnya saya menyamakan kata "kesalahan" dengan kata "kegagalan". Walaupun ada jenis kegagalan yang tidak mendidik. Misalnya saja, pernyataan, "Saya gagal mencuri &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_7"&gt;hari ini&lt;/span&gt;!" Jadi, kesalahan/kegagalan adalah sebuah proses alamiah yang harus kita lalui untuk mendapatkan pengetahuan baru (harapan baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda halnya dengan kesalahan &lt;span style="background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" class="yshortcuts" id="lw_1266685570_8"&gt;yang dilakukan dengan&lt;/span&gt; sengaja. Walaupun demikian, sesungguhnya dalam kesalahan yang disengaja pun orang melakukan kesalahan/kegagalan lagi. Misalnya saja, untuk menjadi pencuri ulung, diperlukan banyak kesalahan/kegagalan agar mahir melakukannya. Bukan hanya pelajaran itu saja yang didapatkan. Kalau kita ingin meningkatkan kualitas hidup kita, maka kesalahan yang disengaja pun dapat memberikan pembelajaran/ pengetahuan baru bagi kita. Jadi, bukan saja, seberapa banyak kesalahan yang Anda lakukan (baik alamiah atau disengaja), tapi, apakah kita mau untuk meningkatkan kualitas diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itulah sebabnya Tuhan itu Mahapengampun, asal niat kita untuk meningkatkan kualitas diri kita (dengan betul-betul bertobat). Karena setiap kesalahan, baik alamiah atau disengaja, sesungguhnya memberikan pelajaran bagi kita. Dan itu semua tergantung pada pandangan kita, apakah mau meningkatkan diri atau menjatuhkan martabat diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah kalimat indah dari Anthony Robbins, "Tidak ada hal-hal seperti kegagalan. Yang ada hanya hasil. Anda selalu membuat hasil. Kalau itu bukanlah yang diinginkan, Anda cukup mengubah tindakan dan memperoleh hasil baru." Ini berarti bahwa setiap kesalahan/kegagalan adalah hasil yang harus kita pelajari untuk sampai pada hasil yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat! SAYA harus sering menerima dan belajar ketika melakukan kesalahan yang alamiah karena di dalamnya terdapat sebuah proses pembelajaran. Karena lewat cara itulah SAYA dapat terus BERBUAT dan BERKEMBANG!&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;*) Syahril Syam adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7098282221933027391?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7098282221933027391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/02/kok-takut-berbuat-salah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7098282221933027391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7098282221933027391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/02/kok-takut-berbuat-salah.html' title='Kok, Takut Berbuat Salah?'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5968847470121155786</id><published>2010-01-09T09:38:00.004+07:00</published><updated>2010-02-19T19:25:56.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kisah Sinar, Bocah 6 Tahun dan Ibunya yang Lumpuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0fsdzoMTWI/AAAAAAAAAyM/NYFarV3BkN4/s1600-h/091130bibu_lumpuh.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424564273010199906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; WIDTH: 242px; CURSOR: pointer; HEIGHT: 181px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0fsdzoMTWI/AAAAAAAAAyM/NYFarV3BkN4/s320/091130bibu_lumpuh.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,102,0)"&gt;SubhanaLlah, Maha Suci Allah! Sangat mengharukan! Itulah sebagian besar ungkapan penonton saat melihat tayangan di SCTV tentang kisah anak usia 6 tahun mengurus ibunya yang lumpuh. Bahkan tidak sedikit yang menitikkan air mata saat menyaksikan Sinar, nama bocah belia itu menampakkan bakti, cinta dan kasih sayangnya pada sang bunda, mengabaikan masa kecilnya pada saat anak-anak seusianya menghabiskan waktunya dengan bermain, sementara ia harus berada di samping bundanya yang sakit sejak dua tahun lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,102,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;Rumah Murni, nama ibu yang lumpuh ini terletak Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Walau tampak jauh dari keramaian kota, tapi rumah Murni juga tidak luput dari keramaian Pemilu lalu. Terbukti dengan banyaknya sticker partai dan caleg yang tertempel di dinding rumah kayu sangat sederhana itu. Tapi sepertinya para politisi dan kader partai itu abai dengan apa yang terjadi di tengah keluarga miskin ini. Para tetanggalah yang terkadang memberikan bantuan ala kadarnya untuk Murni dam putrinya, Sinar. Karena suami Murni sendiri merantau ke Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinarlah yang membantu dan menemani ibunya selama ini. Mulai dari memindahkan atau menggeser tubuhnya, masak, makan, minum, mandi hingga buang air. Semua itu ia kerjakan sendiri dengan penuh cinta. Tayangan yang ditampilkan SCTV ini bahkan sanggup meruntuhkan air mata mereka yang menyaksikannya. Ada rasa iba dan takjub sekaligus melihat bocah usia 6 tahun yang tampak penuh tanggung jawab melakukan tugas mulianya, sambil mengusap mesra pipi ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bocah kelas satu Sekolah Dasar ini bahkan kerap terlambat ke sekolah karena harus mengurus ibunya. Begitu pula setelah pulang sekolah. Nyaris seluruh waktunya telah ia persembahkan bagi ibunya yang sakit parah. Walaupun Sinar memiliki lima orang kakak dan juga belum dewasa, namun mereka semua tinggal terpisah dengannya. Faktor ekonomi membuat mereka menjadi pembantu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Sinar, bocah belia usia 6 tahun ini mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya berbakti kepada kedua orang tua. Walau di antara kita mungkin ada yang bertanya, apakah karena usianya yang masih sangat belia itu yang membuat Sinar mampu memahami arti berbakti kepada orang tua? Karena kita sendiri heran melihat perilaku seorang anak yang sudah dewasa justru tak sudi melayani ibunya yang renta dan tak mampu lagi berbuat apa-apa. Ia telah kehabisan cinta dan kasih sayang untuk ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah Allah mengajarkan kepada kita tentang cinta kasih kepada orang tua melalui anak kecil ini. IA telah letakkan dalam hatinya pada saat banyak manusia yang justru tak memilikinya. Semoga saja ibu Murni dapat segera sembuh dari penyakit yang menimpanya. Dan putrinya, Sinar, senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah Ta’ala berbakti kepada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Sinar, bocah kelas satu Sekolah Dasar Tondo Pata, Polewali Mandar, Sulawesi Selatan, ternyata menggugah nurani banyak orang. Sejumlah dermawan memberikan berbagai bantuan seperti pakaian, beras, uang hingga kasur untuk tidur. Bahkan beberapa dermawan lainnya akan membantu biaya sekolah Sinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bocah bernama Sinar pada ibunya juga telah menginspirasi Charlie, vokalis band ST12. Sebagai bentuk simpati, Charlie menciptakan lagu berjudul Sinar Pahlawanku. Bukan hanya mencipta lagu, ST12 bahkan menginap di rumah anak perempuan berusia enam tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak rumah warga Dusun Tondo Pata, Desa Riso, Kecamatan Tapango, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi ramai. Penduduk berdatangan untuk melihat band Ibu Kota. Sementara bagi ST12, mereka ingin melihat langsung ketabahan dan kegigihan Sinar merawat ibunya yang lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan sehari-hari Sinar, yaitu memasak dan mencuci pakaian. Semua dilakukan seorang diri karena para saudaranya sudah tidak tinggal di rumah. Jangan menangis sayang, ini hanyalah cobaan Tuhan. Hadapi semua dengan senyuman, dengan senyuman. ST12 berharap, bait lagu ciptaan untuk Sinar bisa menguatkan anak yang mencintai ibunya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,102,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,102,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;Sumber : Kompas&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/qwNbP80JZC0&amp;amp;color1=0xb1b1b1&amp;amp;color2=0xcfcfcf&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/qwNbP80JZC0&amp;amp;color1=0xb1b1b1&amp;amp;color2=0xcfcfcf&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5968847470121155786?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5968847470121155786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/01/kisah-sinar-bocah-6-tahun-dan-ibunya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5968847470121155786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5968847470121155786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/01/kisah-sinar-bocah-6-tahun-dan-ibunya.html' title='Kisah Sinar, Bocah 6 Tahun dan Ibunya yang Lumpuh'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0fsdzoMTWI/AAAAAAAAAyM/NYFarV3BkN4/s72-c/091130bibu_lumpuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5216370488694036805</id><published>2010-01-08T09:59:00.002+07:00</published><updated>2010-01-08T10:08:34.584+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Nilai Kehidupan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Oleh: &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; color: rgb(0, 0, 153);" class="yshortcuts" id="lw_1262919411_0"&gt;Andrie Wongso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0ahm1oQrXI/AAAAAAAAAyE/nO7Nn0ONH2M/s1600-h/life.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 215px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0ahm1oQrXI/AAAAAAAAAyE/nO7Nn0ONH2M/s320/life.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424200489817386354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 0, 153);" class="yshortcuts" id="lw_1262919411_1"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);" class="yshortcuts" id="lw_1262919411_2"&gt;Hanya&lt;/span&gt; sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; "Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(0, 0, 153);" class="yshortcuts" id="lw_1262919411_3"&gt;bunuh diri&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Teman-teman yang &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 0%; cursor: pointer; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous; color: rgb(0, 0, 153);" class="yshortcuts" id="lw_1262919411_4"&gt;luar biasa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Salam sukses luar biasa!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5216370488694036805?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5216370488694036805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/01/nilai-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5216370488694036805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5216370488694036805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/01/nilai-kehidupan.html' title='Nilai Kehidupan'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0ahm1oQrXI/AAAAAAAAAyE/nO7Nn0ONH2M/s72-c/life.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3723066066539061016</id><published>2010-01-07T09:37:00.002+07:00</published><updated>2010-01-07T09:51:38.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Menatap 2010, Semakin Optimis!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0VKTpDwiCI/AAAAAAAAAx8/bApkTguZLig/s1600-h/2010.htm"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0VKTpDwiCI/AAAAAAAAAx8/bApkTguZLig/s320/2010.htm" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5423823027537217570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Oleh: Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and its first chapter is New Year's Day.”-- Edith Lovejoy Pierce&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;POSTER berisi pesan singkat terpasang di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat beberapa hari menjelang pergantian tahun baru 2010. Isinya jelas, tidak bertele-tele: ‘2010: Semakin Optimis’. Tak hanya rakyat Indonesia, seluruh dunia pun sepakat untuk menatap tahun 2010 dengan penuh harapan dan optimisme. Dua hal yang telah lumrah menjadi resolusi setiap kali membuka lembaran tahun baru. Tetapi kali ini, dalam menyongsong tahun baru, harapan dan optimisme nampaknya lebih keras lagi didengungkan dari seluruh penjuru dunia. Hal itu bukannya tanpa sebab. Berbagai bencana yang menimpa umat manusia datang silih berganti sepanjang tahun 2009. Mulai dari bencana alam, bencana finansial, hingga bencana yang ditimbulkan oleh ulah keji manusia sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bencana alam terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali di negeri sendiri. Badai salju yang menerjang Eropa di penghujung tahun menjelang natal yang telah menewaskan puluhan orang, seakan menutup tahun dengan penuh kepedihan. Menurut PBB, tahun ini diperkirakan 9 ribu orang tewas dan sekitar 58 juta orang lainnya mengalami kerugian yang tak sedikit akibat bencana alam yang terjadi: banjir, badai, gelombang panas, dan kondisi iklim ekstrim lainnya. Dalam sebuah kajian yang dipresentasikan di KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, banyak dari ke 245 situasi iklim yang ekstrim itu diakibatkan atau nantinya dapat diperparah oleh perubahan iklim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Krisis ekonomi yang dimulai dari negeri Paman Sam masih terasa dampaknya hingga tahun 2009. Walau demikian, Indonesia patut bersyukur, bersama dengan Cina dan India, ekonomi Indonesia dianggap sebagai salah satu ekonomi yang paling stabil dan menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang positif dan perbaikan yang lebih cepat dibandingkan dengan negara lain di dunia. Berpijak dari keadaan ekonomi tahun 2009, Pemerintah Indonesia pun optimis pertumbuhan ekonomi di tahun 2010 akan mencapai 5,5%. Bandingkan dengan tahun 2009, dimana Pemerintah hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi 4,5%. Bahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 dapat mencapai 5,9 persen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sementara itu, bencana tak hanya disebabkan oleh alam. Bencana yang paling menyakitkan ialah bencana kemanusiaan yang disebabkan ulah tangan kotor manusia sendiri. Kedamaian dunia diusik oleh tindakan brutal bom bunuh diri di Timur Tengah dan negara-negara sekitarnya, serangan brutal di Nigeria, hingga kekacauan politik di Filipina, membuat dunia terasa jauh dari kedamaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tak heran bila sejarah kelam sepanjang tahun 2009 dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh umat manusia dan jangan sampai terulang kembali. Dan tak salah bila hampir seluruh pemimpin dan tokoh dunia ramai-ramai mengangkat harapan dan optimisme sebagai resolusi untuk menatap tahun 2010 dengan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sambutlah tahun baru 2010 dengan lebih optimis. Penuh percaya diri dalam mengatasi segala persoalan yang menghadang. Tak lupa pula untuk selalu mensyukuri nikmat yang ada dan mengapresiasi setiap hasil dan jerih payah yang telah dilakukan, walau sekecil apapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Optimisme dalam menatap hari depan yang lebih baik, dan mengapresiasi apa yang telah didapatkan, tak melulu milik mereka kaum dewasa, yang memiliki profesi tertentu, atau yang tinggal di perkotaan. Tapi juga seharusnya dimiliki oleh generasi muda saat ini. Tengoklah Apep Nurhalim, 15 tahun, pelajar kelas VII SMP Negeri Jelegong, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis dalam menatap hari esok yang lebih baik. Setiap pagi Apep harus bangun pukul empat pagi dini hari. Jika telat bangun, Apep dipastikan terlambat masuk sekolah. Tak hanya Apep yang harus berjuang keras agar bisa sekolah di jenjang sekolah menengah di desanya, tetapi ada 27 teman Apep yang melakukan hal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mereka berangkat ke sekolah pukul lima pagi. Selama 2,5 jam, Apep dan kawan-kawannya harus berjalan kaki sejauh 7 km lebih agar bisa sampai ke sekolah. Sepanjang perjalanan, mereka harus berjalan kaki, naik turun gunung yang tentu saja memerlukan tenaga ekstra, serta melintasi dua sungai agar sampai ke tujuan. Mereka melakukan hal tersebut karena tidak ada angkutan umum yang melintas di desa mereka. Bila tidak turun hujan, untuk menyeberangi dua sungai itu tidak ada masalah. Bila hujan turun, apa boleh buat, mereka tak bisa ke sekolah karena bakal tak dapat menyeberangi sungai yang ketinggian airnya tak bisa dilalui. Jadi setiap hari, mereka harus berjalan kaki sejauh 14 km selama 5 jam. Mereka toh tetap melakukan hal tersebut, untuk sebuah alasan agar dapat bersekolah. Bukan hanya optimisme yang ditunjukkan oleh mereka, walau harus bersusah payah menempuh perjalanan jauh untuk menuju sekolah, tetapi mereka tetap bersyukur dapat bersekolah. Bayangkan berapa juta anak Indonesia yang belum beruntung karena tidak dapat bersekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Songsonglah tahun baru dengan penuh keyakinan yang kokoh. Setiap pergantian tahun seringkali kita disarankan untuk melihat dan melakukan introspeksi atas apa-apa yang telah dilakukan di masa lalu. Agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama secara berulang, buatlah hidup ini dengan terencana dan teratur. Buatlah resolusi Anda di tahun baru ini. Tetapkan target apa saja yang harus dicapai selama tahun 2010 ini. Tak perlu muluk-muluk, Anda harus mengukur kemampuan diri Anda sendiri. Dengan adanya target, setidaknya jalan hidup Anda lebih terarah. Karena ada sesuatu yang dituju. Kalaupun akhirnya target Anda meleset, tak perlu kecewa. Buatlah resolusi baru. Resolusi dibuat tentu tidak perlu menunggu tahun baru. Tetap semangat! Selamat Tahun Baru 2010!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://media.photobucket.com/image/animated%202010%20new%20year/Bo98/Animated-Happy-New-Year-2010-Dancin.gif?o=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i885.photobucket.com/albums/ac51/Bo98/Animated-Happy-New-Year-2010-Dancin.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3723066066539061016?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3723066066539061016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/01/menatap-2010-semakin-optimis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3723066066539061016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3723066066539061016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2010/01/menatap-2010-semakin-optimis.html' title='Menatap 2010, Semakin Optimis!'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/S0VKTpDwiCI/AAAAAAAAAx8/bApkTguZLig/s72-c/2010.htm' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1381185698089949396</id><published>2009-12-12T11:11:00.002+07:00</published><updated>2009-12-12T11:15:57.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Jadilah Ahli Dalam Melakukan Hal-Hal Yang Penting!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SyMYXi4XnjI/AAAAAAAAAx0/-3JInqgKXxs/s1600-h/mt1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 399px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SyMYXi4XnjI/AAAAAAAAAx0/-3JInqgKXxs/s400/mt1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5414197969808760370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Cara terbaik untuk menjadi rata-rata adalah menggunakan cara-cara umum.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang memiliki kecenderungan untuk melakukan yang sudah lazim dilakukan oleh orang lain, dan menghindari resiko dari melakukan yang belum pernah dibuktikan keamanan dan jaminan keberhasilannya oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, dengannya kita menjadikan diri kita melakukan yang juga dilakukan oleh banyak orang, dan yang menaruh kita kedalam kelas yang sama dengan orang-orang yang diperlakukan seperti orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memilih melakukan yang biasa dilakukan oleh orang lain, maka kita sebenarnya mengijinkan orang lain untuk merata-ratakan perlakuan mereka kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, janji bagi kekuatan dan kebesaran hidup kita berada dalam pekerjaan-pekerjaan penting, yang hampir semuanya adalah pekerjaan yang membutuhkan kualitas dan kesungguhan pribadi yang tidak biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebuah pekerjaan disebut penting, karena peran dan dampaknya penting bagi perlindungan dan peningkatan kualitas kehidupan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maka, keterlibatan Anda dalam pekerjaan yang penting bagi kebaikan kehidupan orang lain, akan menjadikan Anda pribadi yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mungkin karena kita memiliki kecenderungan untuk menghindari hal-hal yang masa penantiannya panjang, yang belum jelas hasilnya, dan yang membutuhkan disiplin pribadi yang baik; kita lebih ramah kepada pekerjaan-pekerjaan kecil, tugas-tugas mudah, dan menyukai kebebasan yang menjauhkan diri dari keteraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jika tidak berhati-hati, kita akan menjadi ahli dalam melakukan yang tidak jelas hubungannya dengan kualitas hidup yang ingin kita capai.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena, bukankah telah banyak orang yang ingin berhasil, tetapi yang dilakukannya tidak menunjukkan bahwa dia akan berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita memperhatikan hal-hal yang penting bagi keberhasilan hidup kita, dan melakukan yang penting-penting itu dengan keterampilan yang lebih baik dari yang biasanya dilakukan oleh orang lain di lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jadilah pribadi Indonesia yang ahli dalam melakukan yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat saya yang terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;MINTALAH PUNDAK YANG LEBIH KUAT, BUKAN BEBAN YANG LEBIH RINGAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena impian-impian hati kita terlalu besar untuk dicapai dengan menggunakan kemampuan kita hari ini, maka marilah kita mendahulukan berdoa agar Tuhan menguatkan kita untuk mengupayakan pencapaian-pencapaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dengan permintaan untuk dimudahkannya urusan kita, karena itu bisa berarti kita lebih mementingkan mendapatkan apa yang kita minta, daripada mengupayakan diri untuk menjadi pribadi yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bukanlah pribadi yang hanya meminta beban yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kita meminta beban dan tanggung-jawab yang besar bagi kebaikan kehidupan banyak orang, dan untuk itu – doa bagi kekuatan yang lebih besar – menjadi lebih sesuai bagi kita.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita meminta kepada Tuhan untuk dimudahkan urusan kita, pastikanlah itu karena kita sedang mengurus banyak hal yang besar dan penting bagi kebaikan kehidupan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah pundak yang lebih kuat, bukan beban yang lebih ringan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-1381185698089949396?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/1381185698089949396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/12/jadilah-ahli-dalam-melakukan-hal-hal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1381185698089949396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1381185698089949396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/12/jadilah-ahli-dalam-melakukan-hal-hal.html' title='Jadilah Ahli Dalam Melakukan Hal-Hal Yang Penting!'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SyMYXi4XnjI/AAAAAAAAAx0/-3JInqgKXxs/s72-c/mt1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5124685061427476972</id><published>2009-11-20T10:09:00.006+07:00</published><updated>2009-11-20T15:04:53.534+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seputar Purworejo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Juli Eko Sarwono, Guru SMP yang Pedagang Bakso</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Pada acara Kick Andy Metro TV, dalam episode Satukan Hati Cerdaskan Bangsa, ditampilkan sosok Bp. Juli Eko Sarwono, seorang guru SMP Negeri 19 Purworejo. Berikut saya informasikan mengenai sosok Bapak Juli yang sudah mengharumkan nama Purworerjo Kota kita tercinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SwYItwNIkKI/AAAAAAAAAxU/H77wITxuSmc/s1600/dbe2-102.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SwYItwNIkKI/AAAAAAAAAxU/H77wITxuSmc/s320/dbe2-102.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406017984831983778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;JULI Edi Sarwono&lt;/b&gt; adalah guru Matematika &lt;b&gt;SMPN 19 Purworejo&lt;/b&gt;. Pak Eko, begitu dia biasa dipanggil, adalah sosok yang sangat sederhana. Namun dari kesederhanaannya, kita dapat belajar banyak hal. Di sela-sela kesibukannya sebagai guru, pak Eko juga berdagang bakso di lingkungan tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang mengajar, beliau berjualan bakso dari pukul 16.00 sampai sekitar pukul 23.00 WIB. Meskipun sibuk, pak Eko tidak pernah menelantarkan anak didiknya, bahkan dia termasuk salah satu guru SMPN 19 yang paling kreatif. Salah satu bukti kreativitasnya adalah pajangan di kelas. &lt;/p&gt; &lt;!--- CLOSE NORMAL TEXT BOX ---&gt;  &lt;!--- IMAGE ---&gt;&lt;!--- CLOSE BOX ---&gt;  &lt;!--- NORMAL TEXT BOX ---&gt; &lt;p align="justify"&gt; Ia membuat pajangan tersebut dan dipajangkan beberapa hari di dalam kelas. Pemajangan dilakukan relatif singkat karena ruangan kelas tersebut juga digunakan oleh guru lainnya. Pajangan yang sudah dilepas dari dinding kelas, &lt;/p&gt; &lt;!--- CLOSE NORMAL TEXT BOX ---&gt;    &lt;!--- NORMAL TEXT BOX ---&gt; &lt;p align="justify"&gt; disusunnya kembali pada buku besar, seperti terlihat di samping ini. Selain itu, pak Eko juga masih sempat membuat bank soal untuk siswa-siswa kelas sembilan yang akan menghadapi ujian akhir nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, ketika mengajar pada jam-jam akhir sekolah, pak Eko tidak jarang mengajak siswanya belajar di halaman sekolah. Hal ini dilakukan agar siswa tidak bosan dan jenuh. Hasilnya ternyata tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SwYJEWKi2NI/AAAAAAAAAxk/JsqGsPDQg90/s1600/dbe2-103.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 260px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SwYJEWKi2NI/AAAAAAAAAxk/JsqGsPDQg90/s320/dbe2-103.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406018372978792658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pajangan kelas yang dibuat pak Eko disimpan dalam buku. Siswa dan guru bisa melihat dan meminjamnya untuk digunakan pada proses belajar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagian besar siswanya mendapat nilai yang bagus dalam UN. Satu orang siswa mendapatkan nilai sempurna. Apa yang dilakukan pak Eko, menurut pengakuannya, merupakan penerapan dari hasil pelatihan modul dasar DBE3 yang diikutinya beberapa waktu lalu. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5124685061427476972?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5124685061427476972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/11/juli-eko-sarwono-guru-smp-yang-pedagang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5124685061427476972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5124685061427476972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/11/juli-eko-sarwono-guru-smp-yang-pedagang.html' title='Juli Eko Sarwono, Guru SMP yang Pedagang Bakso'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SwYItwNIkKI/AAAAAAAAAxU/H77wITxuSmc/s72-c/dbe2-102.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7520364875605497080</id><published>2009-11-06T10:38:00.001+07:00</published><updated>2009-11-06T10:43:42.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Apakah Anda Dibayar Terlalu Murah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvObHb2in5I/AAAAAAAAAw0/yLG0K3PNWOc/s1600-h/salary_history_bu011406.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 143px; height: 172px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvObHb2in5I/AAAAAAAAAw0/yLG0K3PNWOc/s320/salary_history_bu011406.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400830930185265042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keluhan manusia paling umum adalah tentang betapa murahnya kita dibayar. Keluhan ini muncul terutama ketika surat kenaikan gajirutin kita terima. Betapa kenaikan take-home-pay itu tidak bisa mengimbangi kenaikan kebutuhan hidup kita. Meskipun komplain itu tidak selamanya jelek. Namun, untuk soal gaji kita perlu bertanya lagi; benarkah kita ini dibayar terlalu murah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sahabat yang getol mengomel tentang gaji. Suatu kali, kami berkesempatan makan siang setelah sekian lama tidak berjumpa. Komplain itu masih menjadi bagian dari dirinya. Lalu saya bertanya; "Memangnya elo digaji berapa?" Sebuah pertanyaan untung-untungan. Tidak dijawab juga tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yaaa, sekitar segini lah." Saya terbelalak karena dia begitu terbuka dengan gajinya, dan juga karena menurut hemat saya gajinya sudah tergolong besar untuk ukuran pekerjaan dan jabatan yang dia sandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pren, elu tahu rata-rata pendapatan orang Indonesia itu hanya sekitar $1,600 setahun. Artinya, cuma sekitar satu setengah juta setiap bulan. Lha, elo sudah lebih dari sepuluh kali lipat dari itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh, elo jangan anggap gue pekerja kelas bawah gitu ye. Ya nggak berlaku lah rata-rata pendapatan semua penduduk termasuk kelas pekerja kasar dikampung-kampung dan pelosok desa tuch!" dia menukas dengan nada sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, oke," saya mengangkat tangan. "Tapi, rata-rata pendapatan orang yang kerja di Jakarta pun cuma sekitar $5,167, Man. Empat setengah jutaan doang." Mata saya tertuju kearah piring. Tapi saya tahu teman saya ini melotot. "Gaji elu masih berkali-kali lipat dari itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heh, boy, udah gua bilang jangan pake rata-rata dong. Kemampuan gue juga kan diatas rata-rata!" katanya. "Dan elo juga sudah dibayar jaoooh diatas rata-rata," tangkis saya. "Ah, susah kali ngomong sama kau tuch!" Saya tidak kaget ketika dia menggebrak meja. Sifat aslinya keluar kalau sedang terdesak. "Orang harus dibayar sesuai dengan kemampuan dan kontribusinya masing- maaaasing!" Gayanya mirip Giant dalam film Dora Emon.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvObOuBT13I/AAAAAAAAAw8/FGed4rlxP5E/s1600-h/salary.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvObOuBT13I/AAAAAAAAAw8/FGed4rlxP5E/s320/salary.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400831055321356146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah, kalau yang satu itu gue setuju abis, Man. Masalahnya, elu udah dibayar tinggi, masih komplen juga." Saya bilang. "Atas dasar apa elu merasa pantas mendapatkan bayaran lebih tinggi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, teman gue." katanya "Diperusahaan lain dibayar lebih tinggi, padahal kemampuan gue nggak kalah dari dia." lanjutnya. "Kedua, gue udah kerja disini lebih dari lima tahun. Maasak, cuma segini-segini doang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut gue," saya meneguk teh botol. "ada satu cara yang lebih objektif untuk menentukan apakah elo dibayar terlalu murah atau tidak." "Gimana?" "Caranya," saya berhenti sejenak. "Elu harus menentukan satu hal.Yaitu; kalau elu tidak bekerja diperusahaan manapun, elu bisa mendapatkan penghasilan berapa?" Sesendok sayur bayam masuk kemulut saya. "Nah, kalau elu dibayar dibawah angka itu, maka elu dibayar terlalu murah. Jika tidak, artinya elu sudah mendapatkan bayaran yang layak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa gagasan ini agak kurang lazim. Tetapi anehnya, meskipun kita tidak puas dengan bayaran yang kita terima, kita masih juga bercokol disitu. Pertanda bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki dasar yang kuat untuk menuntut bayaran lebih dari itu. Sebab, jika kita benar-benar memiliki alternatif lain yang jauh lebih baik, tidaklah mungkin kita berdiam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, hengkang ketempat lain bisa jadi pilihan. Tidak aneh. Kalau perusahaan pesaing merekrut kita, pastilah mereka bersedia membayar ekstra dimuka. Karena, itu bagian dari strategy persaingan bisnis mereka. Kadang, perusahaan lama melakukan 'buy back' juga. Tapi hal ini tidak selalu bisa menggambarkan kemampuan dan kelayakbayaran kita sebagai individu secara utuh. Sebab, ada 'benchmark' disetiap industry. Artinya, selalu ada saat dimana gaji kita tidak bisa naik lagi kecuali kita layak untuk dipromosi kepada jabatan dan tugas yang lebih tinggi. Makanya, tidak aneh jika ada karyawan yang direkrut dengan bayaran awal yang tinggi, tapi kenaikan gaji berkalanya tak terlalu bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika kita bisa menentukan; 'berapa pendapatan yang bisa kita hasilkan jika tidak bekerja untuk perusahaan manapun'. Maka kita akan bisa menentukan 'nilai' kita yang sesungguhnya. Misalnya, jika kita bisa menghasilkan 30 juta sebulan, maka kita bisa bernegosiasi dengan manajemen untuk mendapatkan bayaran yang sekurang-kurangnya setara dengan itu. Mengapa kita harus bertahan disana, jika bayarannya jauh lebih rendah dari yang bisa kita hasilkan sendiri? Namun, jika perusahaan sudah membayar kita lebih tinggi dari itu; kita tahu apa artinya itu, bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya menggugat: "Kalau gua bisa kerja sendiri ngapain gua disini? Dari dulu gua pasti sudah berhenti! Gua disini, karena gua nggak bisa kerja sendiri!" Betul. Disitulah point utamanya. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kita menyandarkan diri kepada perusahaan itu, tanpa ada alternatif lain yang lebih baik. Jika demikian situasinya, bukankah akan lebih baik jika kita berfokus kepada kontribusi yang bisa kita berikan ditempat kerja? &lt;/span&gt;Tanpa harus terlebih dahulu berhitung-hitung soal gaji. Sebab jika kita hanya bisa menjadi karyawan dengan prestasi rata-rata, mengapa perusahaan harus mengistimewakan kita? Sebaliknya, jika memang kita berprestasi sangat tinggi; tidaklah mungkin perusahaan menyia-nyiakan kita. Bahkan, kenaikan gaji 'tidak lazim' mungkin bisa kita terima tanpa terduga. Dan, jikapun perusahaan tempat kerja kita benar-benar menutup mata; masih banyak perusahaan baik yang bersedia mempekerjakan kita, dengan bayaran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7520364875605497080?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7520364875605497080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/11/apakah-anda-dibayar-terlalu-murah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7520364875605497080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7520364875605497080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/11/apakah-anda-dibayar-terlalu-murah.html' title='Apakah Anda Dibayar Terlalu Murah?'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvObHb2in5I/AAAAAAAAAw0/yLG0K3PNWOc/s72-c/salary_history_bu011406.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3355404676999174839</id><published>2009-10-09T13:13:00.004+07:00</published><updated>2009-11-06T10:50:55.285+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kisah seorang Ayah</title><content type='html'>&lt;blockquote  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Yang ayah wariskan kepada anak-anaknya bukan kata-kata atau kekayaan, tetapi sesuatu yang tak terucapkan yaitu teladan sebagai seorang pria dan seorang ayah - Will Roger S&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvOc8ph-baI/AAAAAAAAAxM/7Kd4_gz0f-U/s1600-h/fathershand.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 184px; height: 245px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvOc8ph-baI/AAAAAAAAAxM/7Kd4_gz0f-U/s320/fathershand.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5400832943901797794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Setahuku, botol acar besar itu selalu ada di lantai di samping lemari di kamar orang tuaku. Sebelum tidur, Ayah selalu mengosongkan kantong&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; celananya lalu memasukkan semua uang recehnya ke dalam botol itu. Sebagai anak kecil, aku senang mendengar gemerincing koin yang dijatuhkan ke&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; dalam botol itu. Bunyi gemericingnya nyaring jika botol itu baru terisi sedikit. Nada gemerincingnya menjadi rendah ketika isinya semakin penuh. Aku suka jongkok di lantai di depan botol itu,mengagumi &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;keping-keping perak dan tembaga yang berkilauan seperti harta karun bajak laut ketika sinar matahari menembus jendela kamar tidur.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Jika isinya sudah penuh, Ayah menuangkan koin-koin itu ke meja dapur, menghitung jumlahnya sebelumnya membawanya ke bank. Membawa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; keping-keping koin itu ke bank selalu merupakan peristiwa besar. Koin-koin itu ditata rapi di dalam kotak kardus dan diletakkan di antara aku dan Ayah di truk tuanya. Setiap kali kami pergi ke bank, Ayah memandangku dengan penuh harap. "Karena koin-koin ini kau tidak perlu kerja di pabrik tekstil. Nasibmu akan lebih baik daripada nasibku. Kota tua dan pabrik tekstil disini takkan bisa menahanmu." Setiap kali menyorongkankotak kardus berisi koin itu ke kasir bank,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Ayah selalu tersenyum bangga. "Ini uang kuliah putraku. Dia takkan bekerja di pabrik tekstil seumur hidup seperti aku.".&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Pulang dari bank,kami selalu merayakan peristiwa itu dengan membeli es krim. Aku selalu memilih es krim cokelat. Ayah selalu memilih yang vanila. Setelah menerima kembalian dari penjual es krim, Ayah selalu menunjukkan beberapa keping koin kembalian itu kepadaku."Sampai di rumah, kita isi botol itu lagi."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Ayah selalu menyuruhku memasukkan koin-koin pertama ke dalam botol yang masih kosong. Ketika koin-koin itu jatuh bergemerincing nyaring, kami&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; saling berpandangan sambil tersenyum. "Kau akan bisa kuliah berkat koin satu penny, nickle, dime, dan quarter," katanya. "Kau pasti bisa kuliah.. ayah jamin."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Tahun demi tahun berlalu. Aku akhirnya memang berhasil kuliah dan lulus dari universitas dan mendapat pekerjaan di kota lain. Pernah, waktu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; mengunjungi orangtuaku, aku menelepon dari telepon di kamar tidur mereka. Kulihat botol acar itu tak ada lagi. Botol acar itu sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah di pindahkan entah ke mana. Leherku serasa tercekat ketika mataku memandang lantai di samping lemari tempat botol acar itu biasa di letakkan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Ayahku bukan orang yang banyak bicara, dia tidak pernah menceramahi aku tentang pentingnya tekad yang kuat,ketekunan, dan keyakinan. Bagiku,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; botol acar itu telah mengajarkan nilai-nilai itu dengan lebih nyata daripada kata-kata indah.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Setelah menikah, kuceritakan kepada Susan, istriku, betapa pentingnya peran botol acar yang tampaknya sepele itu dalam hidupku. Bagiku, botol acar itu melambangkan betapa besarnya cinta Ayah padaku. Dalam keadaan keuangan sesulit apa pun, setiap malam Ayah selalu mengisi botol acar itu dengan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; koin. Bahkan di musim panas ketika ayah diberhentikan dari pabrik tekstil dan Ibu terpaksa hanya menyajikan buncis kalengan selama berminggu-minggu, satu keping pun tak pernah di ambil dari botol acar itu. Sebaliknya, sambil memandangku dari seberang meja dan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; menyiram buncis itu dengan saus agar ada rasanya sedikit, Ayah semakin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; meneguhkan tekadnya untuk mencarikan jalan keluar bagiku. "Kalau kau sudah tamat kuliah," katanya dengan mata berkilat-kilat, "kau tak perlu makan buncis kecuali jika kau memang mau."&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Liburan Natal pertama setelah lahirnya putri kami Jessica, kami habiskan di rumah orangtuaku. Setelah makan malam, Ayah dan Ibu duduk&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt; berdampingan di sofa, bergantian memandangku cucu pertama mereka. Jessica menagis lirih. Kemudian susan mengambilnya dari pelukan Ayah.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;"Mungkin popoknya basah," kata Susan, lalu dibawanya Jessica ke kamar tidur orangtuaku untuk di ganti popoknya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Susan kembali ke ruang keluarga denga mata berkaca-kaca. Dia meletakkan Jessica ke pangkuan Ayah, lalu menggandeng tanganku dan tanpa berkata apa-apa mengajakku ke kamar..&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;"Lihat," katanya lembut, matanya memandang lantai di samping lemari. Aku terkejut. Di lantai, seakan tidak pernah di singkirkan,berdiri botol acar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;yang sudah tua itu. Di dalamnya ada beberapa keping koin. Aku mendekati botol itu, merogoh saku celanaku, dan mengeluarkan segenggam koin.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Dengan perasaan haru, kumasukkan koin-koin itu kedalam botol. Aku mengangkat kepala dan melihat Ayah. Dia menggendong Jessica dan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;tanpa suara telah masuk ke kamar. Kami berpandangan. Aku tahu, Ayah juga merasakan keharuan yang sama. Kami&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:blue;"   &gt;tak kuasa berkata-kata.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:red;"   &gt;----&gt;: Sebuah cerita yang luar biasa bukan ? Inilah sebuah cerita yang menunjukkan besarnya cinta seorang ayah ke anaknya agar anaknya memperoleh&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:red;"   &gt; nasib yang jauh lebih baik dari dirinya. Tetapi dalam prosesnya, Ayah ini tidak saja menunjukkan cintanya pada anaknya tetapi juga menunjukkan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:red;"   &gt; sesuatu yang sangat berharga yaitu pelajaran tentang impian, tekad, teladan seorang ayah, disiplin dan pantang menyerah. Saya percaya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:red;"   &gt; anaknya belajar semua itu walaupun ayahnya mungkin tidak pernah menjelaskan semua itu karena anak belajar jauh lebih banyak dari&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;color:red;"   &gt;melihat tingkah laku orangtuanya dibanding apa yang dikatakan orangtuanya. Semoga cerita ini menginspirasi kita semua&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3355404676999174839?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3355404676999174839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/10/kisah-seorang-ayah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3355404676999174839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3355404676999174839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/10/kisah-seorang-ayah.html' title='Kisah seorang Ayah'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SvOc8ph-baI/AAAAAAAAAxM/7Kd4_gz0f-U/s72-c/fathershand.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-2565148895551114419</id><published>2009-10-09T13:04:00.005+07:00</published><updated>2009-10-17T12:33:00.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Renungan sebuah kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/StlW41Vc2kI/AAAAAAAAAws/USBArv1TLaE/s1600-h/learning_logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 178px; height: 153px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/StlW41Vc2kI/AAAAAAAAAws/USBArv1TLaE/s320/learning_logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393437563142593090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sukses itu sederhana,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Kiyosaki/Tung Desem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Waringin/the secret,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; sukses itu tidak perlu dikejar,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     SUKSES adalah ANDA!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; untuk membuahi 1 ovum,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;itu adalah sukses pertama Anda!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; tanpa cacat,   itulah kesuksesan Anda kedua....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Ketika Anda ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; bayar SPP, itulah sukses Anda ketiga...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; emas, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; itulah kesuksesan Anda keempat...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; di saat ada 3 juta orang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; mati kelaparan setiap bulannya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; itulah kesuksesan Anda yang kelima...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Sukses terjadi setiap hari,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Namun Anda tidak pernah menyadarinya. ..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click!&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; yg dibintangi Adam Sandler, "Family comes first", begitu kata2 terakhir&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; kepada anaknya sebelum dia meninggal...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak &amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     sendiri, keluarga nya pun berantakan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; istrinya yang cantik menceraikannya,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;dan sukar didapatkan.. .&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sukses tidak melulu soal harta,rumah mewah,mobil sport,jam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Rolex,pensiun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;muda,menjadi pengusaha,punya kolam renang/helikopter, punya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; istri cantik  seperti Donald Trump,&amp;amp;resort mewah di Karibia...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati &amp;amp; bersyukur atas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; setiap detik  kehidupan Anda,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; sedangkan pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     setelah itu Anda sudah harus bersiap lagi menghadapi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; episode baru lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Allah,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; hidup baik, tidak menipu, apalagi scam, saleh &amp;amp; selalu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; rendah hati,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Sukses itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; sukses sejati adalah bisa menerima sepenuhnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     kelebihan,keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Pernahkah Anda menyadari?&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Uang hanyalah alat tukar,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Anda, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; telepon dll...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; tapi diri Anda sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; lipat dari orang bodoh....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Semakin berharga diri Anda,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; juta!!!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods &amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Michael Jordan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;sebesar 200 juta dollar,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;hanya untuk memakai produk Nike.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa....&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     sedangkan bola basket bekas dengan merk sama,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; bila kita jual harganya justru malah turun...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita &amp;amp; akhirnya kita sampai,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; flakes saja oh...ternyata. ..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; berharga bersama dengan orangtua yg begitu mencintai Anda,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; memeluk hangat istri/kekasih Anda,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; mengatakan "I love you" kepada org2 yang anda&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; cintai: orang tua, istri, anak, sahabat2 Anda.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; selagi Anda masih sempat,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; mungkin besok pagi, mungkin nanti malam,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;LIFE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     is so SHORT.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; entah itu bermain bola, memancing,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     menonton bioskop, minum kopi,&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;  makan makanan favorit Anda,berkebun, bermain&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt; catur, atau berkaraoke.. .&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     Enjoy&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ur Life, LIFE is so SHORT my dear friend....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     start: 0000-00-00&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;     end: 0000-00-00&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-2565148895551114419?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/2565148895551114419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/10/renungan-sebuah-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2565148895551114419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2565148895551114419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/10/renungan-sebuah-kehidupan.html' title='Renungan sebuah kehidupan'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/StlW41Vc2kI/AAAAAAAAAws/USBArv1TLaE/s72-c/learning_logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7445598651410953873</id><published>2009-09-10T16:05:00.002+07:00</published><updated>2009-09-10T16:20:07.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Karir Beracun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SqjEqhoLhKI/AAAAAAAAAwE/vSxmTpRa1ws/s1600-h/mario-teguh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SqjEqhoLhKI/AAAAAAAAAwE/vSxmTpRa1ws/s200/mario-teguh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379765989754504354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;Apakah anda ikan yang aman untuk dikonsumsi, jika ia lama hidup dalam air yang beracun?&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanpa kita sadari, tidak sedikit di antara kita sedang bekerja keras dalam sebuah karir yang tidak akan menyejahterakan, membahagiakan, atau mencemerlangkan. Tetapi mereka tidak berdaya untuk melakukan perubahan, dan hampir pasrah untuk menua tanpa menjadi lebih mampu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak orang yang ketika bangun tidur, ingin segera tidur kembali waktu berangkat sudah rindu untuk pulang. Waktu bekerja kesigapannya untuk istirahat, waktu pulang untuk melupakan pekerjaannya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berapa banyak orang marah atas rendahnya penghormatan, marah tentang rendahnya pangkat dan gaji. Tetapi berapa banyak orang yang sedang menyesuaikan dengan keadaan yang tidak baik itu?.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari pribadi yang diperlakukan kurang kalau kita tidak berhati-hati, akan menjadi pantas untuk mendapatkan perlakuan itu. Mengeluh, menghindari pekerjaan,menyerahkan tanggung jawab pada orang lain, hitung-hitungan dalam pekerjaan sehingga akhirnya dia terkena racun dari karir-nya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pastikan kita tidak pantas dari keadaan-keadaan itu, dan tahu cara-cara keluar dari keadaan tersebut.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jalan keluar terbaik dari keadaan sulit adalah peningkatan standar, kalau standard anda tinggi, anda akan semakin kuat menolak sesuatu yang tidak pantas bagi anda.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang yang menuntut yang terbaik, akan mendapatkan yang terbaik. Orang yang tidak menuntut apapun, akan dapat apa adanya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi cara terbaik untuk keluar dari keadaan sulit, bukan menurunkan standard tetapi menaikan standard kita. Sehingga semakin tidak pantas kita, semakin marah dengan keadaan itu, maka semakin bersungguh-sungguh untuk keluar dari keadaan itu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau kita bekerja di suatu tempat, jangan pernah anda melhat bahwa keseluruhan pengenalan dan imbalan dari pekerjaan anda hanya datang dari tempat ini. Karena perusahaan tempat anda bekerja adalah sementara, atasan anda sementara, produk yang anda jual sementara, lalu kenapa anda mem-permanenkan diri di tempat yang sebetulnya sementara?.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi dimanapun anda, jadilah pribadi yang diperlakukan baik, dibayar baik, dihormati baik dimanapun anda berada.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan jadikan tempat, menjadi pembatas peningkatan kualitas diri anda. Jangan jadikan atasan yang tidak baik sebagai penghambat upaya anda jadi orang hebat. Jadilah orang hebat,karena anda ingin dikenali seumur hidup anda yang bukan hanya disitu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tugas anda kepada atasan anda adalah &lt;b&gt;MENGABDI&lt;/b&gt;,tidak peduli atasan anda tidak lebih baik bagi anda, tugas anda adalah mengabdi dan menjadikannya lebih baik dari orang lain.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengabdilah, jadikan atasan anda itu baik, sehingga dia tidak hanya menjadi pemimpin yang baik bagi kita, tetapi juga bagi orang lain. Dan perilaku membesarkan pemimpin seperti itu, menjadikan kita diperhatikan oleh pemimpin-pemimpin besar yang membutuhkan penasehat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada durian jatuh di tempat yang tidak ada pohon durian. Sebagian orang dalam berkarir berharap ada durian jatuh, padahal didalam karir-nya tidak ada durian.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada teknik, pengelolaan atau kecerdasan mental yang membantu orang di karir yang salah. Sehingga satu-satunya jalan keluar adalah ketegasan, untuk mengalihkan kompetensi pribadinya dan kompetensi profesionalnya ke tempat yang mereka bisa dihargai.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam edisi Golden Ways kali ini ada sesi yang disebut &lt;b&gt;Machine Gun&lt;/b&gt; yaitu audiens memberikan sejumlah pertanyaan secara cepat dan beruntun, dan Pak Mario menjawab-nya secara cepat dan padat, berikut petikannya:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak setuju dengan karir beracun, karena semakin lama dia akan semakin tahan dengan racun-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Ada orang yang bertahan di tempat yang beracun karena dia merasa bisa menyerap dan menyesuaikan diri, pada saat sudah sesuai, dia tampil seperti yang sudah keracunan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kurang sepakat dengan karir beracun, karena kalau kita orang yang super, tidak perlu keluar, tapi dunia yang akan membawa kita keluar dari tempat itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Masalahnya dalam abad marketing orang yang tidak tampil, tidak akan dikenal. Anda bersaing dengan orang2 yang agresif tampil, lalu mengapa ada orang2 super yang menenggelamkan dirinya di tempat yang tida menghargai dirinya?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya tidak yakin bisa sukses bila saya tidak mengikuti alur dari perjalanan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Kalau ada orang tidak meyakini satu jalur cara karena dia sudah mempunyai jalur sendiri, pertanyaannya sudah jadi apa dia sekarang?. Kalau dia belum jadi apa2, dia tidak boleh sombong dengan cara-caranya, dan mulai sekarang ikhlaskan diri anda dengan muali mencari cara2 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;baru.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;T&lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Tidak setuju degan karir beracun, karena dalam segmen lain, pak mario mengajarkan untuk serius dalam bekerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Serius untuk bekerja, termasuk tidak menempa timah untuk dijadikan pedang. Sebagian akrir adalah bahan yang tidak bisa dibangun untuk menjadikan kita menjadi profesional yang hebat. Pilih tempat berkembang yang baik, karena seperti tanaman yang baik akan butuh POT yang membesarkannya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana kalau racunnya lebih banyak dari kemampuan yang kita punya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Good, lalu siapa yang menyuruh anda bermain berlama-lama didalam racun?, sudah jelas2 tempat itu tidak baik, anda punya hak untuk meinggalkan tempat itu. Tolong anda ingat, semakin anda lama di tempat seperti itu semakin anda menajadi pantas diperlakukan tidak baik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pak Mario pernah mengatakan, kita hanya ikan kecil yang berada di kolam besar, jika begitu saya tidak setuju dengan pernayataan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Betul, karena sekarang kita masih kecil, kalau sudah besar kita akan sadar semua ikan besar belajar dari tempat-tempat yang besar, dikelola ikan-ikan yang besar, lalu dia tumbuh dan membesarkan kolam kecilnya sendiri. Ikan kecil yang belajar di kolam besar, dia tahu prilaku ikan-ikan besar, dan dia tidak perlu menjadi besar dulu sebelum dia berdampak seperti ikan besar.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan karir beracun dapat menghidupi keluarga saya, bagaimana pendapat Bapak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Bila anda bisa menghidupi keluarga anda dengan karir yang tidak baik, bayangkan jika anda berkerja di tempat yang lebih baik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menurut saya, karir beracun tidak semuanya jelek, karena akan mendidik kita jadi pejuang yang tangguh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Betul sekali, lalu setelah itu apa yang anda lakukan?, jika anda sudah menjadi pejuang yang tangguh di tempat yang tidak baik, anda bisa membesarkan tempat lain, kemudian menjadikan pengalaman yang anda miliki menjadi pemulia tempat-tempat yang lain.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kapan kita menentukan karir kita beracun, padahal orang lain melihat kita sudah pada posisi yang tepat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Kalau orang lain hidup dalam kehidupan anda, silahkan dia memutuskan suatu putusan atas nama anda. Berapa banyak orang menggantungkan kehidupannya kepada pendapat orang lain seperti dukun, itu bukan karirnya yang beracun, tetapi kehidupannya yang beracun.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika cepat menyerah dan berhenti, kapan kita belajarnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Itu dia, makanya jangan cepat menyerah&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Bukankah suatu racun itu bisa dijadikan pengalaman di tempat yang lain?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Apapun yang dikatakan orang, racun bisa menjadi obat, itu hanya pada orang-orang tertentu. Racun itu disebut racun karena merusak. Jangan berlama-lama p&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;da tempat yang tidak memuliakan anda, lalu jangan menghalalkan semua alasan untuk menjadikan bahwa, bukan salah anda untuk berada di tempat yang tidak baik.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;T:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Comfort zone bisa menjadi racun dalam karir kita, tetapi kenyamanan adalah hal yang banyak dicari dalam hidup, ini menjadi kontradiksi, menurut Bapak bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MT: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;Kontradiksi menurut pendapat banyak orang, ‘Comport zone is a very uncomfortable zone’. Orangnya yang merasa nyaman ditempat yang tidak nyaman. Jadi seharusnya kita bukan meninggalkan ‘comofort zone’ tetapi meninggalkan ‘uncomfortable zone’ atau menjadikan diri tidak damai ditempat yang tidak baik. Telah berapa lama anda mendamaikan diri ditempat yang tidak baik?, itu yang menjadikan anda damai ditempat yang tidak mendamaikan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berhemat itu baik jika anda tidak berencana membesarkan pendapatan. Kemampuan kita berhemat, membuat kita tidak berfokus pada membesarkan pendapatan. Tetapi ahli mengelola pendapatan terbatas. Ini sesuatu yang lazim dilakukan orang, tetapi bisa mengkerdilkan kehidupan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disini tidak diajarkan anda untuk tidak boleh berhemat, tetapi jangan gunakan tenaga anda hanya untuk berhemat. Tenaga anda yang digunakan untuk berhemat, bisa digunakan untuk membesarkan pendapatan, karena semua orang yang pendapatannya baik tidak perlu berhemat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk keluar dari suatu pekerjaan, kita selalu tersiksa oleh perasaan bersalah untuk meninggalkan tanggung jawab. Tetapi sekali anda melompat anda akan merasa bahagia walaupun itu terlambat, karena masalah-masalah yang anda hadapi sekarang menjadi masalah yang membesarkan anda, bukan yang hanya memperbaiki hubungan didalam.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hampir setiap orang yang tengah berada di karir beracun adalah orang-orang yang sedang menikmati kelemahannya. Setiap orang mempunyai kelemahan, tetapi kalau kita mengerti betul definisi kelemahan, kita akan belajar mensyukuri kelemahan dan segera keluar dari karir yang beracun.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelemahan adalah kekuatan yang belum ditemukan kegunaannya. Setelah kegunaannya ditemukan, maka kelemahan akan menjadi kekuatan. Kalau begitu jangan menyalahkan kelemahan-kelemahan kita. Menyalahkan kekurangan tidak mengurangi sifat dari kekurangan itu, malah justru akan memperjelas.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Janganlah berdo’a untuk pekerjaan yang sesuai dengan kekuatan, karena kita akan diberikan pekerjaan kecil. Jadi berdo’alah untuk kekuatan yang sesuai dengan rencana-rencana kita. Setelah kita memohon kekuatan untuk rencana-rencana besar kita, baru minta dimudahkan itu menjadi masuk akal. Karena kita dimudahkan pada kelas-kelas yang lebih kuat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang yang hebat justru membutuhkan batasan. Orang-orang hebat harus jelas sekali batasya dimana, supaya dia bebas sekali didalam batasan-batasan itu. Kalau orang tidak mau diberikan batasan, tetapi kegiatannya kecil, untuk apa diberikan kebebasan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau kita suka mengeluh dalam pekerjaan, belajarlah dari cacing. Cacing apabila dipanaskan dalam suatu bidang dia akan menggeliat dan meinggalkan bidang itu, karena cacing tidak bisa mengeluh. Manusia tidak segera meninggalkan tempat yang tidak nyaman, karena masih bisa banyak mengeluh.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jangan berlama-lama didalam suatu pekerjaan, karena seharusnya kita naik kelas. Masalahnya kita tidak bisa naik kelas, selama kita tetap bertahan menikmati penyiksaan dari kelemahan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi yang dibutuhkan adalah ketegasan untuk tidak belama-lama dalam kelemahan sebagai sarana dalam menghidupi diri dan keluarga. Carilah kekuatan anda yang terbaik, perhatikan kapan orang memuji anda, kapan orang takjub pada anda. Itu seharusnya menjadi bidang-bidang dimana anda berkarir.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Banyak orang mendahulukan perasaan tidak enak dan berusaha hidup dalam ketidak enakan selama bertahun-tahun. Tidak enak itu menjadi semakin tidak enak, kalau karena tidak enak, anda memelihara dan membesarkan yang tidak mengenakan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau kemauan anda besar, pantaskanlah yang anda lakukan. Karena kehidupan ini dinilai dari apa yang kita lakukan. Kalau yang kita inginkan yang besar maka lakukan yang besar.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebagian orang yang menginginkan kesempatan belum menjadi hebat dikesempatan sekarang. Buktikan bahwa kita pantas dikesempatan yang besar, dengan menghebatkan diri dikesempatan apapun anda sekarang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Sehingga tujuan perubahan diri bukan untuk kebaikan diri saja, tetapi kalau anda mau melakukan sesuatu, lakukanlah sesuatu yang menjadikan anda baik bagi orang lain.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;blockquote&gt;Berfokuslah pada kegiatan yang menjadikan anda bernilai bagi orang lain. Lalu perhatikan apa yang terjadi. &lt;/blockquote&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “&lt;b&gt;Karir Beracun”&lt;/b&gt;. Suatu kebanggan bagi kami, jika ada sahabat yang sedikit meluangkan waktu untuk &lt;i&gt;share&lt;/i&gt; tentang bahasan yang penuh inspirasi ini, dalam ruangan sederhana ini.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terimakasih Pak Mario,  atas ilmu-ilmu terbaik yang Bapak sampaikan kepada kami, mudah-mudahan Allah semakin meluaskan dan memberkati ilmu yang Bapak miliki.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sumber : Mario Teguh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7445598651410953873?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7445598651410953873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/09/karir-beracun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7445598651410953873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7445598651410953873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/09/karir-beracun.html' title='Karir Beracun'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SqjEqhoLhKI/AAAAAAAAAwE/vSxmTpRa1ws/s72-c/mario-teguh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3891933090000616295</id><published>2009-09-08T13:34:00.002+07:00</published><updated>2009-09-08T14:18:10.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Bisnis itu Permainan, Bukan Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SqYFCAyTI8I/AAAAAAAAAv8/uQ8oMwd7Uk8/s1600-h/busgam450.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SqYFCAyTI8I/AAAAAAAAAv8/uQ8oMwd7Uk8/s320/busgam450.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378992337069482946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Selama kita merasa belum familiar dan takut  memulai bisnis, biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: "belajar!".  Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program &lt;u&gt;S2 dan jadi seorang  MBA&lt;/u&gt;, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa  juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran  yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin  sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya  bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut  pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang  sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat  banyak orang terobsesi. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha  menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu,  dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang  lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: "Leaders  are made, not born".&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan  oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis.  Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori  kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi "ilmu bisnis", wacana profesionalisme,  ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan  cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan.  Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba  di gerbang kejayaan. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Namun demikian, apa benar kalau kita ingin  menjadi figur sukses -- lebih spesifiknya pebisnis sukses -- harus menempuh  perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu? &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya  tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin  bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran  yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan.  Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial,  ilmu marketing dan lain sebagainya. Pun, tidak karena mereka rajin mengikuti  seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata  merupakan orang-orang yang justru tidak suka belajar, malas sekolah, dan  hanya ingin bermain-main saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho  kok bisa? &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Thomas  Alva Edison. &lt;/span&gt;Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun,  tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena  sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai  temuan teknis lain yang dilakukannya. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya  Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia  adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti  Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing  Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North  Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll),  dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah  General Electric.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus  bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti  seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar  bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah  figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main  dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan  dengan itu ia sukses.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka  bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2  SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat  lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya  sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno  mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di  dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang  semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa  bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu  jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gede Prama&lt;/span&gt; yang dikenal sebagai pakar manajemen  (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji  Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena  belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Menurut saya, adalah keliru mempelajari  fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari  fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena  pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan  fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel  ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu  oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan  tetap abadi.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi.  Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena  manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang  kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel.&lt;br /&gt;Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang  bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah,  sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak  sepak terjangnya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi  dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha  untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik  dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih  dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Lihat juga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kim Woo Chong&lt;/span&gt;, pendiri imperium  Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi  memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan  santainya masuk ke pasar-pasar "keras" seperti Iran, Sudan dan Rusia  serta negara-negara blok timur.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;"Kesia-siaan" mempelajari dan berusaha mengikuti  sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan.  Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran  yang beken dengan "Marketing Mix" 4P (product, price, place dan promotion),  nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik.  Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat "ulah"  para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian  dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan  6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P. &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga  setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing,  kapan kita berbisnis?&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Saya rasa kita semua banyak yang terjebak  dan hanyut dalam "arus ilmu pengetahuan" yang dibuat oleh mereka yang  "pakar ilmu pengetahuan", sehingga kita tidak sempat lagi berinovasi  yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus "dipaksa"  mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Pertanyaannya: "Sebenarnya kita mau jadi  pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan  itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William  Cohen dalam tulisannya "The Art Of The Leader" : "Success is acquired  by playing hard, not by working hard..".&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill  Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa  kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main.  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah  bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi  salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu  bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat  maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis  sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Terakhir yang ingin di sampaikan adalah, orang  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;yang mempelajari ilmu kepemimpinan  tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin,  akan menjadi pemimpin.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Demikian juga&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;orang yang mempelajari  ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang mencoba menjadi  pebisnis, akan menjadi pebisnis. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3891933090000616295?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3891933090000616295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/09/bisnis-itu-permainan-bukan-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3891933090000616295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3891933090000616295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/09/bisnis-itu-permainan-bukan-ilmu.html' title='Bisnis itu Permainan, Bukan Ilmu Pengetahuan'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SqYFCAyTI8I/AAAAAAAAAv8/uQ8oMwd7Uk8/s72-c/busgam450.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-4387928837660843082</id><published>2009-09-02T09:04:00.002+07:00</published><updated>2009-09-02T12:53:49.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>FB, BB, dan Digital Colonization</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sp4IPp5nLEI/AAAAAAAAAv0/s3X7_MVZ5bM/s1600-h/fb_addict.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 173px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sp4IPp5nLEI/AAAAAAAAAv0/s3X7_MVZ5bM/s320/fb_addict.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376744070165507138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Tahukah Anda? Peradaban Barat (dan juga sejumlah negara maju di belahan  bumi lainnya) bisa maju disebabkan masyarakatnya secara lengkap telah mengalami  berbagai tahapan kebudayaan secara linear dan utuh. Dari kebudayaan lisan,  kebudayaan tulisan, kebudayaan baca, kebudayaan audio-visual (teve), dan  sekarang kebudayaan cyber. Hal ini tidak dialami oleh bangsa Indonesia.  Bangsa ini hanya mengalami kebudayaan lisan, lalu melompat ke kebudayaan  audio-visual, dan sekarang &lt;i&gt;termehek-mehek&lt;/i&gt; dengan kebudayaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cyber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;.  Kebudayaan tulisan dan baca terlewat, dan sedihnya, terlupakan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Bisa jadi, sebab itu  ada perbedaan besar antara kebiasaan masyarakat Barat (dan masyarakat negara  maju lainnya) dengan kebiasaan masyarakat Indonesia, salah satunya yang  paling mudah dilihat adalah saat mengisi waktu luang, apakah itu sedang  antre di bank, menunggu panggilan di loket rumah sakit, tengah menunggu  kendaraan atau seseorang, sedang duduk di lobi hotel, atau sedang duduk  di dalam kendaraan umum. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Di Barat dan di negara-negara  maju, orang biasa mengisi waktu kosong atau waktu luangnya dengan membaca,  apakah itu suratkabar, majalah, novel, atau buku non-fiksi. Jika bepergian  kemana pun, mereka terbiasa selalu menyelipkan buku di dalam tas atau menentengnya  di tangan. Sebab itu, bukan pemandangan aneh jika di dalam subway, di taman-taman,  di halte bus, di depan loket berbagai instansi, di pinggir jalan, maupun  di pantai, mereka selalu asyik mengisinya dengan kegiatan membaca.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan orang Indonesia? Silakan pergi ke tempat-tempat yang telah  disebutkan di atas. Anda akan menemukan banyak sekali saudara-saudara sebangsa  kita tengah asyik memainkan &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; mereka, bukan membaca. Sebab  itu, Indonesia sejak lama menjadi pangsa pasar yang sangat menggiurkan  bagi para produsen ponsel dunia. Bahkan konon, negeri ini telah menjadi  semacam wilayah &lt;i&gt;test pasar&lt;/i&gt; bagi produk-produk ponsel dunia teranyar.  Dan setahun belakangan ini, ponsel dengan fasilitas &lt;i&gt;chatting&lt;/i&gt; atau  pun yang membenamkan kemampuan untuk bisa&lt;i&gt; ber-fesbukan- ria&lt;/i&gt; laku  keras. Blackberry-pun naik daun. Dan jangan heran jika di negara terkorup  dunia dan nyaris masuk dalam kategori "Negara Gagal" ini ternyata bisa  menjadi empat besar dunia dalam rating angka penjualan Blackberry. Blacberry  dan Fesbuk telah menjadi trend masyarakat kita sekarang.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;&lt;b style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Digital Colonization&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Demikianlah salah satu  akibat dari trend digital sekarang ini. Fungsi asli dari FB dan situs jejaring  sosial lainnya seperti halnya Friendster, Twitter, dan sebagainya adalah  untuk membuat jaringan teman di dunia maya. Hal ini sangat bermanfaat bagi  para marketer atau orang-orang yang memang diharuskan bergiat untuk berhubungan  dengan banyak orang. Hanya saja, di Indonesia dan mungkin di negara lain,  situs jejaring sosial ini malah menjadi trend yang sedikit banyak menggusur  produktifitas nyata. Sekarang, lebih banyak orang menyukai melakukan kegiatan  FB ketimbang membaca buku, kontemplasi, dan sebagainya. Padahal bagi kebanyakan  orang, berfesbukan- ria tidak ada bedanya dengan&lt;i&gt; ngerumpi&lt;/i&gt; dengan  sesama teman di sekolah, pasar, atau pun kantor. Disibukkan dengan persoalan&lt;i&gt;  remeh-temeh&lt;/i&gt;.&lt;i&gt;Wasting Time&lt;/i&gt;. Dengan sendirinya, produktivitas manusia  menjadi menurun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Kehadiran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gadget &lt;/span&gt;hebat  (dan mahal) seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BB &lt;/span&gt;dengan media &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FB&lt;/span&gt; disadari atau tidak sekarang ini  pada akhirnya hanya menjadi semacam simbol status. Di negara yang peradaban  pengetahuannya sudah maju, penanda status sosial, apakah dia hebat atau  tidak adalah buku. Semakin banyak buku yang dia baca maka semakin hebatlah  dia di mata teman-temannya. Kredibilitas orang ditentukan oleh banyak sedikitnya  pengetahuan yang didapat dari buku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Namun di negara yang  nyaris gagal seperti Indonesia terjadi parodi yang menyedihkan, penanda  status sosial orang kebanyakan dilihat dari seberapa banyak dan canggihnya  gadget yang kita &lt;i&gt;tenteng&lt;/i&gt;, walau mungkin dia harus kredit untuk bisa  memiliki itu. Ini sebenarnya merupakan &lt;i&gt;pars pro toto&lt;/i&gt;, dari kecenderungan  sebagian besar masyarakat kita yang memandang status orang, kredibilitas  orang, status sosial orang lain, dengan sedikit banyaknya harta benda yang  dimilikinya, tanpa perduli apakah dia bisa hidup kaya raya dengan merampok  uang rakyat, menggelapkan uang umat, korupsi, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Hal ini menimbulkan  efek domino, kian hari kian banyak orang yang ingin kaya raya dengan jalan  pintas. Salah satunya dengan menjadi anggota legislatif misalnya, padahal  dia sama sekali tidak mempunyai prestasi apa pun di masyarakat. Ini sesungguhnya  merupakan mental bangsa terjajah.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Bagi kebanyakan orang  di sini, bagi bangsa yang belum tersentuh budaya membaca dan lebih suka  dengan kebudayaan mengobrol dan menonton, maka kehadiran BB dan FB dan  semacamnya, tanpa disadari telah banyak merampas waktu berharga dalam hidupnya.  Banyak orang rela berjam-jam untuk ber-BB atau ber-FB-ria, dan melupakan  membaca buku, padahal waktu merupakan Pedang Democles, yang tanpa ampun  akan membabat siapa saja yang tidak mengunakannya dengan baik. Inilah apa  yang sebenarnya disebut sebagai Digital Colonization, penjajahan digital.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:#004200;"&gt;Pemakaian BB dan juga  FB tidaklah salah. Bagi pekerja yang banyak menghabiskan waktu di jalan  dan harus selalu &lt;i&gt;connect&lt;/i&gt; dengan rekan-rekan kerjanya, atau bosnya,  atau seorang profesional yang harus selalu &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;, maka BB adalah  hal yang amat penting. Demikian juga dengan FB, sangat vital bagi para  marketer atau orang yang harus berhubungan dengan banyak orang lainnya,  atau publik figur misalnya. Di tangan mereka, BB dan FB menjadi salah satu  alat penunjang prestasi yang memang penting. Dan saya yakin, orang-orang  seerti ini tidak akan terjerumus dalam kemubaziran pemakaian waktu karena  mereka tahu kapan harus memulai dan kapan harus berhenti. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:red;"&gt;&lt;blockquote&gt;Apakah Anda sekarang telah  memiliki akun di FB? Jika sudah maka manfaatkanlah dia dengan baik, tepat,  dan bijak, bukan sekadar untuk &lt;i&gt;wasting a time&lt;/i&gt;. Membaca buku atau  membaca Qur'an, jauh lebih berguna untuk mengisi waktu ketimbang &lt;i&gt;ngobrol&lt;/i&gt;.  Dan jika Anda belum memiliki akun di FB, berpikirlah seribu kali, apakah  Anda sudah siap untuk itu? Apakah hal itu merupakan KEBUTUHAN Anda, dan  bukan sekadar KEINGINAN? Janganlah waktu yang sedikit ini dipergunakan  dengan sia-sia, penuh kemubaziran. Karena Allah SWT telah memperingatkan  umat-Nya jika kemubaziran itu adalah perilaku saudara-saudaranya setan.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;  Na'udzubillah min dzalik&lt;/i&gt;. (Rd) eramuslim.com.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-4387928837660843082?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/4387928837660843082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/09/fb-bb-dan-digital-colonization.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/4387928837660843082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/4387928837660843082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/09/fb-bb-dan-digital-colonization.html' title='FB, BB, dan Digital Colonization'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sp4IPp5nLEI/AAAAAAAAAv0/s3X7_MVZ5bM/s72-c/fb_addict.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5969024555260886141</id><published>2009-08-28T09:17:00.001+07:00</published><updated>2009-08-28T16:25:57.004+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Umum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Gaji di Jakarta Seperlima Belas dari Zurich</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Berapa jam seseorang harus bekerja untuk dapat membeli sebuah&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;iPod nano berkapasitas 8 giga?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kajian mengenai harga dan pendapatan yang dilakukan oleh firma keuangan UBS&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;menyebutkan bahwa pekerja rata-rata di New York dan Zurich hanya butuh&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;bekerja sembilan jam untuk dapat memiliki iPod.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sebaliknya, pekerja di Mumbai, India, harus bekerja jauh lebih panjang,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;hingga mencapai 20 hari kerja, banting tulang, peras keringat agar dapat&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;membeli barang yang sama. Sebuah iPod setara dengan satu bulan gaji pekerja&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;di Mumbai.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Gambaran tersebut digunakan untuk memberikan ilustrasi seberapa besar daya&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;beli gaji yang diterima untuk membeli sekumpulan barang atau jasa yang&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;berkualitas sama di sejumlah tempat. Selain itu, dihitung pula berapa jam&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;kerja yang diperlukan seorang pekerja untuk dapat membeli barang tersebut.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kajian mengenai harga dan gaji dari UBS tersebut mendapatkan bahwa pekerja&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;harus bekerja rata-rata 37 menit untuk menghasilkan uang untuk membeli&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;sebuah Big Mac, burger besar keluaran restoran cepat saji McDonald?s yang&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;terdapat di mana-mana.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pekerja di Amerika Utara, Tokyo, dan Eropa Barat hanya perlu waktu bekerja&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;antara 12 dan 20 menit untuk sepotong Big Mac. Sebaliknya, di Nairobi,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;seseorang harus bekerja 2,5 jam untuk sepotong Big Mac.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Selain itu, pekerja rata-rata harus bekerja selama 22 menit untuk dapat&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;membeli sekilo daging, 25 menit untuk sekilo roti.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Semakin panjang jam kerja yang diperlukan, menandai semakin rendah daya&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;beli dari gaji mereka, seperti yang digambarkan oleh pekerja di Mumbai dan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Nairobi itu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Data-data yang diambil dalam kajian UBS ini berasal dari 73 kota di seluruh&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dunia antara bulan Maret dan April lalu. Kajian itu memberikan hubungan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;biaya yang dikeluarkan serta gaji yang diterima para pegawai di 73 kota&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;tersebut.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Harga&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Mengenai harga, kota Oslo (Norwegia), Zurich (Swiss), dan Kopenhagen&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;(Denmark) merupakan kota termahal. Banyak kota yang berubah posisi seiring&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dengan perubahan nilai kurs di masa krisis ini. London yang menempati&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;urutan kedua kota termahal turun ke urutan 20 karena penurunan kurs&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;poundsterling.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pada Maret-April ketika data dikumpulkan, poundsterling melemah hingga 1,4&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;per dollar AS. Belakangan ini, pound sudah menguat lagi menjadi 1,70 per&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dollar AS. Perubahan kurs ini meningkatkan harga di London sekitar 21&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;persen dalam dollar AS sehingga dapat mengangkat London dari urutan ke-21&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;menjadi urutan ke-5 dalam peringkat harga global. Harga juga menurun di&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Meksiko City, Moskwa, dan Seoul.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Zurich-Geneva tertinggi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sedangkan perihal gaji, survei yang dilakukan terhadap 37 kota menunjukkan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;bahwa pekerja di Kopenhagen, Zurich, Geneva dan New York memiliki gaji&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;kotor yang tertinggi. Zurich merupakan kota yang tidak tertandingi soal&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;gaji.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dengan gaji yang luar biasa dan pajak yang ?cukup bersahabat? di sisi lain,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;membuat Swiss sebagai negara yang sangat ramah terhadap pekerja. Tidak ada&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;kota lain yang memungkinkan pekerja membawa pulang gaji setinggi pekerja di&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Zurich dan Geneva. Sebaliknya, pekerja rata-rata di New Delhi, Manila,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jakarta, dan Mumbai hanya mendapatkan gaji sekitar seperlima belas dari&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;gaji per jam di Swiss setelah dipotong pajak.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Di Benua Amerika, gaji rata-rata memberikan gambaran yang berbeda. Secara&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;rata-rata, gaji kotor dan bersih tertinggi terdapat di Amerika Utara.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Namun, ada perbedaan besar di sana. Gaji di New York, Los Angeles, Miami,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dan Chicago jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di kota metropolitan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kanada, yaitu Montreal dan Toronto.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Perbedaan lebih besar lagi terdapat di Eropa. Secara rata-rata, pekerja di&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Eropa Barat menerima gaji lebih tinggi dari tiga kali lipat dibandingkan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dengan rekan-rekan mereka di Eropa Timur.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Gaji terendah terdapat di Sofia, Bulgaria, dan Bukares, Romania. Tingkat&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;gaji di kedua negara yang bergabung dengan Uni Eropa pada Januari 2007 itu&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;setara dengan level gaji di Kolombia dan Thailand. Hanya kota di Amerika&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Selatan dan Afrika yang level gajinya berada di bawah Eropa Timur. Hal ini&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;menjelaskan arus pekerja yang keluar dari Eropa Timur untuk mencari gaji&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;yang lebih baik di Eropa Barat.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Berbicara mengenai jam kerja, rata-rata jam kerja global adalah 1.902 jam&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;per tahun. Akan tetapi, jam kerja lebih panjang di Asia dan Timur Tengah,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;dengan rata-rata 2.119 jam per tahun. Jam paling panjang terdapat di Kairo,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;2.373 jam per tahun dan Seoul 2.312 jam per tahun. Jam kerja terpendek&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;adalah Eropa. Rata-rata pekerja di sana bekerja 1.745 jam per tahun di&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Eropa Barat dan 1.830 di Eropa Timur.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Jadi, pekerja di Swiss mendapatkan gaji paling tinggi dan pajak rendah&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;serta jam kerja lebih pendek. (joe)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sumber : Kompas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5969024555260886141?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5969024555260886141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/08/gaji-di-jakarta-seperlima-belas-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5969024555260886141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5969024555260886141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/08/gaji-di-jakarta-seperlima-belas-dari.html' title='Gaji di Jakarta Seperlima Belas dari Zurich'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5000806549405793280</id><published>2009-08-03T08:47:00.002+07:00</published><updated>2009-08-05T12:58:28.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Dermawan Rahasia</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Woody McKay Jr,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SnkfVpmfjcI/AAAAAAAAAvs/PxXAsurjCoM/s1600-h/charity.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 124px; height: 159px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SnkfVpmfjcI/AAAAAAAAAvs/PxXAsurjCoM/s320/charity.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5366354887793675714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot. Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kakimu membuatmu susah?" tanya orang itu kepada si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, lariku memang terhambat karenanya," sahut anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan aku harus memotong sepatuku supaya agak enak dipakai. Tapi aku sudah ketinggalan. Buat apa tanya-tanya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mm, aku mungkin ingin membantu membetulkan kakimu. Apakah kamu mau?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja," jawab anak itu. Anak itu senang tetapi agak bingung menjawab pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha sukses itu mencatat nama si anak lalu kembali ke mobil. Sementara itu, anak itu kembali menggelindingkan rodanya menyusul teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah majikan ayahku kembali ke mobil, ia berkata, "Woody, anak yang pincang itu... namanya Jimmy. Umurnya delapan tahun. Cari tahu di mana ia tinggal lalu catat nama dan alamat orang tuanya. " Ia menyerahkan kepada ayahku secarik kertas bertuliskan nama anak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Datangi orang tua anak itu siang ini juga dan lakukan yang terbaik untuk mendapatkan izin dari orang tuanya agar aku dapat mengusahakan operasinya. Urusan administrasinya biar besok saja. Katakan, aku yang menanggung seluruh biayanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meneruskan makan sandwich, kemudian ayahku mengantar majikannya ke pertemuan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sulit menemukan alamat rumah Jimmy dari sebuah toko obat di dekat situ. Kebanyakan orang kenal dengan anak pincang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kecil tempat Jimmy dan keluarganya tinggal sudah harus di cat ulang dan diperbaiki di sana sini. Ketika memandang ke sekeliling, ayahku melihat baju compang-camping dan bertambal-tambal dijemur di seutas tali di samping rumah. Sebuah ban bekas digantungkan pada seutas tambang pula pada sebuah pohon oak, tampaknya untuk ayunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita usia tiga puluh limaan menjawab ketukan pintu dan membuka pintu yang engselnya sudah berkarat. Ia tampak kelelahan, dan tampangnya menunjukkan bahwa hidupnya terlalu keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat siang," ucap ayahku memberi salam. "Apakah Anda ibu Jimmy?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu agak mengerutkan dahinya sebelum menyahut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Apakah ia bermasalah?" Matanya menyapu ke arah seragam ayahku yang bagus dan disetrika rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Bu. Saya mewakili seorang yang sangat kaya raya yang ingin mengusahakan kaki anak Anda dioperasi agar dapat bermain seperti teman-temannya. "&lt;br /&gt;"Apa-apaan ini, Bung? Tak ada yang gratis dalam hidup ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini bukan main-main. Apabila saya diperbolehkan menerangkannya kepada Anda dan suami Anda, jika ia ada saya kira semuanya akan jelas. Saya tahu ini mengejutkan. Saya tidak menyalahkan bila Anda merasa curiga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap ayahku sekali lagi, dan masih dengan ragu-ragu, ia mempersilahkannya masuk. "Henry," serunya ke arah dapur, "Ke mari dan bicaralah dengan orang ini. Katanya ia ingin menolong membetulkan kaki Jimmy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama hampir satu jam, ayahku menguraikan rencananya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. "Apabila Anda mengizinkan Jimmy menjalani operasi," katanya, "Saya akan mengirimkan surat-suratnya untuk Anda tandatangani. Sekali lagi, kami yang akan menanggung seluruh biayanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih belum bebas dari rasa terkejut, orang tua Jimmy saling memandang di antara mereka. Tampaknya mereka masih belum yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kartu nama saya. Saya akan menyertakan sebuah surat kalau nanti saya mengirimkan dokumen-dokumen perizinan. Semua yang telah kita bicarakan akan saya tuliskan dalam surat itu. Andai kata masih ada pertanyaan, telepon atau tulis surat ke alamat ini." Tampaknya sedikit banyak ini memberi mereka kepastian. Ayahku pergi. Tugasnya telah ia laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, majikan ayahku menghubungi walikota, meminta agar seseorang dikirim ke rumah Jimmy untuk meyakinkan keluarga itu bahwa tawaran tersebut tidak melanggar hukum. Tentu saja, nama sang dermawan tidak disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, dengan surat-surat perizinan yang telah ditandatangani, ayahku membawa Jimmy ke sebuah rumah sakit mewah di negara bagian lain untuk yang pertama dari lima operasi pada kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi-operasi itu sukses. Jimmy menjadi anak paling disukai oleh para perawat di bangsal ortopedi rumah sakit itu. Air mata dan peluk cium seperti tak ada habisnya ketika ia akhirnya harus meninggalkan rumah sakit itu. Mereka memberikannya sebuah kenang-kenangan, sebagai tanda syukur dan peduli mereka... sepasang sepatu baru, yang dibuat khusus untuk kaki "baru"nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimmy dan ayahku menjadi sangat akrab karena sekian kali mengantarnya pulang dan pergi ke rumah sakit. Pada kebersamaan mereka yang terakhir, mereka bernyanyi-nyanyi, dan berbincang tentang apa yang akan diperbuat oleh Jimmy dengan kaki yang sudah normal dan sama-sama terdiam ketika mereka sudah sampai ke rumah Jimmy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah senyum membanjiri wajah Jimmy ketika mereka tiba di rumah dan ia melangkah turun dari mobil. Orangtua dan dua saudara laki-lakinya berdiri berjajar di beranda rumah yang sudah tua itu.&lt;br /&gt;"Diam di sana, " seru Jimmy kepada mereka. Mereka memandang dengan takjub ketika Jimmy berjalan ke arah mereka. Kakinya sudah tidak pincang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluk, cium dan senyum seakan tak ada habisnya untuk menyambut anak yang kakinya telah "dibetulkan" itu. Orang tuanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum ketika memandangnya. Mereka masih tidak bisa percaya ada orang yang belum pernah mereka kenal mengeluarkan uang begitu banyak untuk membetulkan kaki seorang anak laki-laki yang juga tidak dikenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dermawan yang kaya raya itu melepas kacamata dan mengusap air matanya ketika ia mendengar cerita tentang anak yang pulang ke rumah itu.&lt;br /&gt;"Kerjakan satu hal lagi, " katanya, "Menjelang Natal, hubungi sebuah toko sepatu yang baik. Buat mereka mengirimkan undangan kepada setiap anggota keluarga Jimmy untuk datang ke toko mereka dan memilih sepatu yang mereka inginkan. Aku akan membayar semuanya. Dan beritahu mereka bahwa aku melakukan ini hanya sekali. Aku tidak ingin mereka menjadi tergantung kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jimmy menjadi seorang pengusaha sukses sampai ia meninggal beberapa tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepengetahuanku, Jimmy tidak pernah tahu siapa yang membiayai operasi kakinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Dermawannya, Mr, HENRY FORD, selalu mengatakan lebih menyenangkan berbuat sesuatu untuk orang yang tidak tahu siapa yang telah melakukannya. &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;"Ada kebahagiaan yang kita rasakan dari menolong orang lain"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Paul Newman)&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5000806549405793280?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5000806549405793280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/08/dermawan-rahasia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5000806549405793280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5000806549405793280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/08/dermawan-rahasia.html' title='Dermawan Rahasia'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SnkfVpmfjcI/AAAAAAAAAvs/PxXAsurjCoM/s72-c/charity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3586364228237340957</id><published>2009-07-28T13:15:00.001+07:00</published><updated>2009-08-01T11:02:58.022+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SnO-WlM2qtI/AAAAAAAAAvk/CQuXtRlUB6E/s1600-h/334645-4-crocodile-tears.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SnO-WlM2qtI/AAAAAAAAAvk/CQuXtRlUB6E/s320/334645-4-crocodile-tears.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5364840876280818386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: "Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. " Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!&lt;br /&gt;"Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Sungguh semua itu telah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majlis-majlis dzikir yang akan mengantarkan pada ketenteraman jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mahu bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukannya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: "Pokoknya harus dia Ya Allah! Harus dia, karena aku sangat mencintainya. " Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan paksa. Dan akhirnya kalau pun Allah memberikannya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkannya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkannya dengan marah karena niat kita yang terkotori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagi kamu. Dan boleh jadi kamu mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kamu. Allah Maha mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (al-Baqarah: 216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu di dunia ini harus benar-benar perlu, bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang Mu'min tidak hidup untuk dunia, tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak.&lt;/span&gt;  &lt;/blockquote&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3586364228237340957?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3586364228237340957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/07/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3586364228237340957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3586364228237340957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/07/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu.html' title='Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SnO-WlM2qtI/AAAAAAAAAvk/CQuXtRlUB6E/s72-c/334645-4-crocodile-tears.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-2488966391314707785</id><published>2009-07-22T13:17:00.001+07:00</published><updated>2009-07-22T16:07:17.910+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>PIKIRAN BELALANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SmbWj-dGYTI/AAAAAAAAAvc/iaixqeWSjW0/s1600-h/grasshopper_2_lg.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 95px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SmbWj-dGYTI/AAAAAAAAAvc/iaixqeWSjW0/s320/grasshopper_2_lg.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5361208319979970866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Seekor belalang telah lama terkurung  di dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya,  dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan  dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang  itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran  dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, "Mengapa Kau bisa melompat  lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari  usia maupun ukuran tubuh?" Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan,  "Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas  pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan ." Saat itu si belalang  baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya  tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.&lt;/span&gt;&lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Kadang-kadang kita manusia, tanpa  sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan  yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,  tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang  mementahkan potensi kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa  yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah  hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi,  kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri  sendiri.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tahukan Anda bahwa gajah yang sangat  kuat bisa di ikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang  kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada "sesuatu"  yang mengikat kakinya, padahal "sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas tali  kecil… &lt;/span&gt;Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa  "melompat lebih tinggi dan lebih jauh" kalau Anda mau menyingkirkan "penjara"  itu? Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu  yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda?  Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu  saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai  segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang,  tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan  terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup  dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan  orang lain untuk Anda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;color:#006062;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-2488966391314707785?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/2488966391314707785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/07/pikiran-belalang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2488966391314707785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2488966391314707785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/07/pikiran-belalang.html' title='PIKIRAN BELALANG'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SmbWj-dGYTI/AAAAAAAAAvc/iaixqeWSjW0/s72-c/grasshopper_2_lg.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3547460639864633159</id><published>2009-07-03T14:05:00.001+07:00</published><updated>2009-07-03T14:40:41.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Tak gendong kemana-mana..................</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sk21KSi2zZI/AAAAAAAAAvM/PjIKWpYGO5I/s1600-h/mbahsur.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 213px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sk21KSi2zZI/AAAAAAAAAvM/PjIKWpYGO5I/s320/mbahsur.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354134720394743186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table align="center"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#a00000;"&gt;&lt;b&gt;Profil Mbah Surip - Tak Gendong &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;&lt;i&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Enak donk, mantep donk&lt;br /&gt;Daripada kamu naik&lt;br /&gt;pesawat kedinginan&lt;br /&gt;Mendingan tak gendong to&lt;br /&gt;Enak to, mantep to&lt;br /&gt;Ayo.. Kemana&lt;/i&gt;............ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia yang sering menonton televisi,dan terutama pecinta musik dan kesenian pasti akan tahu lirik ini dan mengenal sosok yang menyanyikannya yaitu Mbah Surip. Tiap hari kita melihat video klip Lagu yang berjudul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;"Tak Gendong"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt; sering tampil di berbagai acara musik di Televisi. Dengan rambut gimbal penuh asseories rasta ala penyanyi Reggae, serta dengan tawanya yang lepas Ha ha ha ha telah membuat Mbah Surip dikenal luas masyarakat Indonesia. Sewaktu dengerin lagunya, lucu banget dan sederhana sekali liriknya tapi tetap memiliki arti yang dalam. Namun siapakah sebenarnya Mbah Surip ini ? Bagaimana perjalanan hidupnya sehingga dapat menjadi orang terkenal saat ini ? &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Kehidupan Mbah Surip&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA. Selain sebagai penyanyi, Mbah SUrip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California. Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta. Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila , Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan di Dunia Musik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Namun ternyata lagu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;Tak Gendong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt; diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.Hmm..&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;&lt;br /&gt;Mbah Surip tampil juga lewat video klip "Witing Trisno" karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani "Gitar Kopong" nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi "ngalor-ngidul" dengan gaya-nya yang khas; kocak, gila, dan bebas ekspresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;"Manusia Indonesia Sejati"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt; yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut. Bahkan terkadang Mbah Surip bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos. Hasilnya Mbah Surip mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu "minta ongkos pulang". Dalam lagu tersebut Mbah Surip bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran. Pada bait akhir lagunya mbah Surip meminta sesuatu kepada yayangnya (panggilan Mbah Surip kepada pacarnya dalam lagu tersebut),&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sk21bgu5snI/AAAAAAAAAvU/ZOIX7It2CY0/s1600-h/mbahsur2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 138px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sk21bgu5snI/AAAAAAAAAvU/ZOIX7It2CY0/s320/mbahsur2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354135016261137010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang, boleh ga aku pegang tanganmu ?.. boleh, boleh boleh..&lt;br /&gt;Yang, boleh ga aku cium kamu ?, ..boleh, boleh boleh…&lt;br /&gt;Yang, boleh ga aku minta ongkos pulang ?,… boleh, boleh boleh…&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain lagu Hit Tak Gendong lagu Mbah Surip lainnya sudah sangat dekat dan bersahabat di telinga Cak Nun dan jamah kenduri cinta, diantaranya: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;"Bangun Tidur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;, atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;Turunkan harga minyak angin"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;. Bahkan lagu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;Tak Gendong&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt; sempat di tayangkan video klip nya di stasiun televisi swasta. Terkadang mbah Surip mambawakan lagu tanpa syair dan tanpa nada dengan judul "diam bersama atau saling memandang" . Namun yang terjadi bukannya penonton diam atau saling memandang malah membuat orang tertawa terbahak-bahak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"&gt;&lt;br /&gt;Ha ha ha ha I Love you Full !!&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirik Lengkap Lagu "Tak Gendong"&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4141ff;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Enak donk, mantep donk&lt;br /&gt;Daripada kamu naik pesawat kedinginan&lt;br /&gt;Mendingan tak gendong to&lt;br /&gt;Enak to, mantep to&lt;br /&gt;Ayo.. Kemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Enak tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where are you going?&lt;br /&gt;Ok I'm&lt;br /&gt;Where are you going?&lt;br /&gt;Ok my darling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha…Ha…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Enak donk, mantep donk&lt;br /&gt;Daripada kamu naik taxi kesasar&lt;br /&gt;Mendingan tak gendong to&lt;br /&gt;Enak to, mantep to&lt;br /&gt;Ayo.. Mau kemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Tak gendong kemana-mana&lt;br /&gt;Enak tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where are you going?&lt;br /&gt;Ok I'm&lt;br /&gt;Where are you going?&lt;br /&gt;Ok my darling&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:#4f4f4f;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Mbah Surip :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap : Urip Ariyanto&lt;br /&gt;Nama Beken : Mbah Surip&lt;br /&gt;Tempat Lahir : Mojokerto, Jawa Timur&lt;br /&gt;Tanggal Lahir : 5 Mei 1949&lt;br /&gt;Gelar Pendidikan : Drs, Insinyur dan MBA&lt;br /&gt;Resep sehat : Jangan makan yang nggak kamu sukai dan bergaullah dengan orang yang kamu sukai.&lt;br /&gt;Pekerjaan lama : Engineer di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain2&lt;br /&gt;Makanan Favorit : Perkedel kentang&lt;br /&gt;Minuman Favorit : Kopi hitam&lt;br /&gt;Aliran Musik : Reggae&lt;br /&gt;Jargon : I Love You Full&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:85%;color:white;"&gt;__._,_.___&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:85%;color:white;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:85%;color:white;"&gt;__,__,___&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3547460639864633159?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3547460639864633159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/07/tak-gendong-kemana-mana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3547460639864633159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3547460639864633159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/07/tak-gendong-kemana-mana.html' title='Tak gendong kemana-mana..................'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sk21KSi2zZI/AAAAAAAAAvM/PjIKWpYGO5I/s72-c/mbahsur.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-8199160482138170741</id><published>2009-06-24T15:38:00.003+07:00</published><updated>2009-06-24T16:51:38.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>The Power of Kepepet (Bag. 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SkH3BuxbBCI/AAAAAAAAAu0/EjOiwxPS9FE/s1600-h/funny-2dpets-2danimals-2d6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 169px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SkH3BuxbBCI/AAAAAAAAAu0/EjOiwxPS9FE/s320/funny-2dpets-2danimals-2d6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350829441400112162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Ada 2 sebab yg membuat orang tdk tergerak untuk berubah.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;ul&gt; &lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Yang pertama adalah impiannya/ cita2nya kurang kuat, &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Yang kedua tidak kepepet/tertekan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda ? Siapa yang impiannya punya mobil mewah ? Rumah mewah ? atau bahkan kapal pesiar ?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Apa jadinya ? &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Mereka tetap diam ditempat.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;MAU BERUBAH?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt;COBA CIPTAKAN  KONDISI  KEPEPET ANDA SENDIRI.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Trus, apa yang harus kita lakukan ?  &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-Purnakaryakan, apa yang Anda rasakan ? atau dengan cara anda bayangkan kalo besok anda tidak punya uang sepeserpun !&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Bagaimana anda memenuhi kebutuhan keluarga?&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Tergantung dari karakter masing-masing orang. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;MELANGKAH UNTUK LEBIH MAJU&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;, jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan ini. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Karena kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan mengikuti seminar atau membaca, tapi dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;ACTION.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah".&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;PASTI BISA..!&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca dulu &lt;a href="http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/power-of-kepepet.html"&gt;The Power of Kepepet Bag 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-8199160482138170741?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/8199160482138170741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/power-of-kepepet-bag-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/8199160482138170741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/8199160482138170741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/power-of-kepepet-bag-2.html' title='The Power of Kepepet (Bag. 2)'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SkH3BuxbBCI/AAAAAAAAAu0/EjOiwxPS9FE/s72-c/funny-2dpets-2danimals-2d6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5452389793234045784</id><published>2009-06-16T12:41:00.001+07:00</published><updated>2009-06-16T16:47:58.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Susu Sapi Bukan Untuk Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sjdp7KMarxI/AAAAAAAAAus/W6n-UxNskBE/s1600-h/susu-segar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 188px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sjdp7KMarxI/AAAAAAAAAus/W6n-UxNskBE/s320/susu-segar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347859547595386642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tidak &lt;/b&gt;ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum  susu – kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun:  begitu sudah tidak anak-anak lagi ti­dak akan minum susu. Mengapa manusia  seper­ti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;"Itu gara-gara pabrik susu yang terus meng­iklankan produknya," ujar  Prof Dr Hiromi Shi­nya, penulis buku yang sangat laris: &lt;i&gt;The Mira­cle  of Enzyme&lt;/i&gt; (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia  dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman  paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia.  Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi  minum susu manusia, katanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi  penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika  masuk mulut langsung menga­lir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi  dengan enzim yang diproduksi mulut kita.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Aki­bat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai di usus, susu tersebut lang­sung menggumpal dan sulit sekali  dicerna. Un­tuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa menge­luar­kan cadangan  "enzim induk" yang seha­rus­nya lebih baik dihemat. Enzim induk itu  mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena  enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum  susu akan lebih mu­dah terkena osteoporosis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sen­sasi. Dia ahli usus terkemuka  di dunia. Dia­lah dokter pertama di dunia yang melakukan ope­rasi polip  dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70  tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran.  Dia sudah me­me­riksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia  Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama  kariernya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiro­mi sekalian melakukan penelitian.  Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus de­ngan kebiasaan makan  dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti  yang makan atau minumnya tidak ber­mu­tu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu  itu antara lain susu dan daging.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/mi­nu­man  yang "jelek": benjol-benjol, luka-luka, bi­sul-bisul, bercak-bercak  hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek  di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus  orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sa­ngat bagus, bintik-bintik  rata, kemerahan, dan segar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Karena tugas usus adalah menyerap maka­nan, tugas itu tidak bisa dia lakukan  kalau ma­kanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bu­kan saja  ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Aki­batnya,  per­tumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek,  sel radikal bebas ber­mun­cu­lan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua.  Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti da­ging, bisa menyisakan kotoran  yang menem­pel di din­ding usus: menjadi tinja stagnan yang kemu­dian  membusuk dan me­nimbulkan penyakit lagi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomen­da­sikan daging sebagai makanan.  Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15 per­sen dari seluruh  makanan yang masuk ke perut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa,  keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabkan. Misalnya, dia minta kita  menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak  makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti  bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen  dari seluruh makanan yang kita perlukan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyebut contoh harimau yang ha­nya makan daging. Larinya memang  kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak "lomba lari"  oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda  yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan  itu, kata­nya, harus dikunyah minimal 30 kali. Bahkan, un­tuk makanan  yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang  le­bih penting agar di mulut makanan bisa ber­cam­pur dengan enzim secara  sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan  yang baik. Minum itu, tulisnya, se­baiknya setengah jam sebelum makan.  Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan? Nah, ini dia, ketahuan.  Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga me­nganjurkan agar  setelah makan sebaiknya ja­ngan tidur sebelum empat atau lima jam ke­mu­­dian.  Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya  diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet  muda, dan tidak akan gembrot.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi  "modal" oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah ter­tentu yang tersimpan  di dalam "lumbung en­zim-induk". Enzim-induk ini setiap hari dike­luarkan  dari "lumbung"-nya untuk diubah men­jadi berbagai macam enzim sesuai  keper­luan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut,  semakin boros menguras lum­bung enzim-induk. Mati, menurut dia, ada­lah  habisnya enzim di lumbung masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Maka untuk bisa berumur panjang, awet mu­da, tidak pernah sakit, dan langsing  haruslah meng­hemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan  cara selalu makan ma­ka­nan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan  segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah  lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang  kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan  pun demikian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan  minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah  teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digo­reng saja sudah  kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di  udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus.  Maksudnya, me­ngolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan  terlalu ba­nyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan  tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Mem­buangnya  pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim.  Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras  enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Prof Hiromi sendiri secara konsekuen men­jalani prinsip hidup seperti  itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 ta­hun, tapi belum  pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali  dia juga makan makanan yang di luar itu. Se­bab, sesekali saja tidak apa-apa.  Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan "jelek" itu masuk ke  dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga mene­rapkan "pengobatan" seperti  itu. Pasien-pa­sien penyakit usus, termasuk kanker usus, ba­nyak dia  selesaikan dengan "pengobatan" ala­miah tersebut. Pasiennya yang sudah  gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat  memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari sa­tu sisi  di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem  tubuh se­cara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal,  penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dok­ter  spesialis lain. Pendidikan dokter spe­sia­lis­lah yang menghancurkan  ilmu kedok­te­ran yang sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba mengikuti saran buku ini se­bulan terakhir ini. Tapi, baru  bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun  lagi sebulan ke depan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan  makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya se­nang. Kalau hatinya sudah  senang dan pi­kirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang  bisa membuat enzim-induk ber­tambah. Nah... &lt;i&gt;gan pei!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Catatan Dahlan Iskan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td width="100%" bgcolor="white"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5452389793234045784?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5452389793234045784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/susu-sapi-bukan-untuk-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5452389793234045784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5452389793234045784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/susu-sapi-bukan-untuk-manusia.html' title='Susu Sapi Bukan Untuk Manusia'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sjdp7KMarxI/AAAAAAAAAus/W6n-UxNskBE/s72-c/susu-segar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1102739132271788833</id><published>2009-06-13T11:51:00.002+07:00</published><updated>2009-06-13T14:12:42.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Tangan Terkepal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SjNRGxdVn4I/AAAAAAAAAuk/SHndj13mnMI/s1600-h/fistoffury2.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SjNRGxdVn4I/AAAAAAAAAuk/SHndj13mnMI/s200/fistoffury2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346706359416364930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Apa yang dapat kita lakukan dengan tangan terkepal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Meneriakkan yel-yel yang bersemangat&lt;br /&gt;- Memukul (benda, angin atau orang)&lt;br /&gt;- Olah raga adu panco&lt;br /&gt;- Olah raga yang sejenis dengan tinju&lt;br /&gt;- Mengancam orang&lt;br /&gt;- Meluapkan emosi pada momentum kemenangan (olah raga, ujian, wawancara, tender, tuntas pekerjaan dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMUDIAN.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pula yang dapat Anda lakukan dengan tangan terbuka?&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SjNRG-XWyXI/AAAAAAAAAuc/BNkFJty5AyU/s1600-h/Dpgi0325.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SjNRG-XWyXI/AAAAAAAAAuc/BNkFJty5AyU/s200/Dpgi0325.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346706362880936306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;- Berdoa&lt;br /&gt;- Meminta&lt;br /&gt;- Menjelaskan&lt;br /&gt;- Bersalaman&lt;br /&gt;- Menuntun (anak belajar jalan, jompo menyeberang jalan dll)&lt;br /&gt;- Memegang&lt;br /&gt;- Tepuk tangan&lt;br /&gt;- Melambai&lt;br /&gt;- Membelai rambut istri atau anak&lt;br /&gt;- Memijit suami atau istri&lt;br /&gt;- Menghormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, mampu menuliskan kegunaan tangan terbuka lebih dari 100 buah. Tapi, untuk menemukan 6 saja kegunaan tangan terkepal, saya telah memeras pikiran. Bagaimana dengan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tangan Anda sedang terkepal, Anda akan kesulitan untuk memberi, kecuali memberikan pukulan - pada olah raga tinju misalnya. Pada saat ini, Anda sedang fokus pada apa yang Anda rasakan, sehingga relatif tidak siap untuk memberi ataupun menerima. Terkait euphoria EURO 2008, bahkan pada tangan terkepal saat perayaan mencetak gol, Podolski tidak terlalu memperdulikan pelukan, rangkulan, pujian atau ucapan terima kasih dari sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, pada hampir keseluruhan aktivitas dengan tangan terkepal; semua pribadi sedang tenggelam dalam emosi ke-aku-annya.&lt;br /&gt;Jujur saja, tidak banyak hal yang dapat kita lakukan, jika kita sangat sibuk dengan ke-aku-an kita. Dunia modern yang dicirikan dengan networking, korporasi, koordinasi, negosiasi, koperasi; menuntut kita untuk selalu mempertimbangkan dengan cermat aspek di luar kita, bukan ke-aku-an kita. Tidak akan ada negosiasi yang menyenangkan banyak pihak, jika perasaan atau kepentingan kita tidak bisa dikompromikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sebagian besar kehidupan ini ternyata memerlukan : tangan terbuka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mohon Anda merenungkan lebih dalam bahwa, tangan terbuka tidak lebih mendamaikan kehidupan dibandingkan dengan hati terbuka. Kemudian, Anda akan menemukan bahwa kehidupan ini, lebih membutuhkan hati terbuka Anda lebih banyak dibandingkan tangan terbuka Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kelapangan pada hidup ini?&lt;br /&gt;Karena luas dan dalamnya hati itu tak terbatasi oleh ukuran dimensi fisik, maka Anda akan terheran-heran dengan keajaiban indahnya kehidupan pada pribadi dengan hati yang terbuka. Mohon untuk Anda sadari, sesungguhnya hati yang dirasa sempit itu, bukan karena luasan hati yang sempit, melainkan Anda (atau Yang Maha Kuasa) menutupkan sesuatu pada pintunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;color:#008000;"&gt;&lt;b&gt;Anda tidak mungkin bersalaman dengan tangan terkepal (Indira Gandhi).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Bersalaman, apapun juga tujuannya (bermaafan, bekerja sama, melepas kerinduan dll), seyogyanya merupakan perpaduan manis antara tangan terbuka dan hati terbuka. Kehadiran salah satunya, tidak akan mendatangkan manfaat yang optimal. Anda tidak bisa memaafkan seseorang dengan tangan yang terbuka saja. Juga Anda tidak bisa mendatangkan kebaikan yang banyak, jika Anda sibuk memaafkan orang lain tanpa mau mengulurkan tangan terbuka Anda untuk bersalaman. Orang lain, tetap saja membutuhkan tangan terbuka Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mohon Anda tidak lekas curiga. Tetaplah menyambut uluran tangan terbuka bagi sebuah harapan persahabatan yang tulus. Karena harapan yang baik, akan menaburi hati-hati yang terkuncupkan - untuk merekah dengan perlahan pada saat musimnya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjuran terbaiknya adalah : ulurkan tangan terbuka sebagai tanda terbukanya hati Anda, pada siapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Terima kasih yang dalam atas kesediaan menerima sudut pandang di atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selamat menikmati jamuan akhir pekan terindah dari Yang Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:85%;"&gt;Sumber : syarifniskala.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-1102739132271788833?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/1102739132271788833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/tangan-terkepal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1102739132271788833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1102739132271788833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/tangan-terkepal.html' title='Tangan Terkepal'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SjNRGxdVn4I/AAAAAAAAAuk/SHndj13mnMI/s72-c/fistoffury2.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-4852341410736594434</id><published>2009-06-09T13:09:00.001+07:00</published><updated>2009-06-10T17:18:56.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kisah Besi dan Air</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Si-IY10JSfI/AAAAAAAAAuU/vHctSUqt7X4/s1600-h/air.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 137px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Si-IY10JSfI/AAAAAAAAAuU/vHctSUqt7X4/s200/air.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345641243056097778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#000080;"&gt;Ada dua  benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali  berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya :" Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak " Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari besi menantang air  berlomba  untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana . Aturannya : "Barang siapa  dapat  melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia akan dinyatakan menang" Besi dan air pun mulai berlomba : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#000080;"&gt;Rintangan pertama mereka ialah mereka harus  melalui  penjaga gua itu yaitu batu-batu yang sangat keras  dan tajam.  Besi  mulai menunjukkan kekuatannya,  Dia  menabrakkan  dirinya  ke batu-batuan itu.  Tetapi karena kekerasannya batu-batuan  itu mulai  runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga  bebatuan  lainnya  tidak  terganggu dan tidak menyadarinya,  Dia  hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya. Score air dan besi 1 : 0 ntuk rintangan ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#000080;"&gt;Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah  sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, Dia  mengubah  dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.&lt;br /&gt;Air dengan  santainya merubah dirinya mengikuti  bentuk  celah-celah itu. Ia mengalir santai dan  karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa  terluka  mengalir melalui  celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua. Score air dan besi 2 : 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat  melewati  suatu  lembah  dan  tiba di luar gua  besi kesulitan mengatasi rintangan ini. Dia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : "Score kita 2 : 0,  aku  akan  mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !"Airpun segera menggenang sebenarnya dia pun  kesulitan mengatasi rintangan ini, tetapi  kemudian dia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:#000080;"&gt;membiarkan sang matahari  membantunya untuk menguap.  Dia terbang dengan  ringan  menjadi  awan, kemudian dia  meminta bantuan  angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya.  Maka  air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;blockquote&gt;Jadikanlah hidup kita seperti air.  Dia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak  dan  mengacaukan  karena  dengan  sedikit demi sedikit dia bergerak tetapi dia dapat menembus bebatuan yang keras.  Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan  hanya  menimbulkan  dendam  dan  paksaan  hanya  menimbulkan keinginan  untuk membela diri.&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, dia flexibel dan tidak kaku karena itu dia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia. Air tidak putus asa, Ia tetap  mengalir   meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa.  Dan  sekalipun  si air mengalami suatu  kemustahilan ntuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#800080;"&gt;&lt;i&gt;Walau memang kenyataannya kekerasan juga masih dominan  sebagai pilihan pada beberapa manusia &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#800080;"&gt;&lt;i&gt;yang berkesempatan, ... ???!!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-4852341410736594434?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/4852341410736594434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/kisah-besi-dan-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/4852341410736594434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/4852341410736594434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/kisah-besi-dan-air.html' title='Kisah Besi dan Air'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Si-IY10JSfI/AAAAAAAAAuU/vHctSUqt7X4/s72-c/air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3935708086303036332</id><published>2009-06-05T10:04:00.003+07:00</published><updated>2009-06-05T12:58:55.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tanya Jawab Manajemen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Menjual Sisir Pada Bhiksu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Siiz4e95zsI/AAAAAAAAAuM/76xMokQpAYs/s1600-h/Bhiksu.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 162px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Siiz4e95zsI/AAAAAAAAAuM/76xMokQpAYs/s200/Bhiksu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5343718740841844418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Pertanyaan :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=";font-family:Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;i&gt; Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara (yang semua kepalanya gundul)  -- Bisakah anda melakukannya? Apa jawaban anda ?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;a) Tidak mungkin, itu mustahil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; b) Gile &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; d) Baiklah, saya akan coba &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt; Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Pimpinan pewawancara memberi tugas : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Berapa banyak yang sudah anda jual?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Mr. A menjawab: "Hanya SATU." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Mr. A menjawab: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; " Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Berapa banyak yang sudah anda jual?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Mr. B menjawab : "SEPULUH buah." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada patung sang Buddha." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Bagaimana dengan anda?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Mr. B menjawab: "SERIBU buah!" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Mr. C menjawab: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana . Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.'  Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt; &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;MORAL DARI CERITA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; 1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; 2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 128);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 128, 0);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(161, 63, 0);font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt; Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3935708086303036332?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3935708086303036332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/menjual-sisir-pada-biksu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3935708086303036332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3935708086303036332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/menjual-sisir-pada-biksu.html' title='Menjual Sisir Pada Bhiksu'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Siiz4e95zsI/AAAAAAAAAuM/76xMokQpAYs/s72-c/Bhiksu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-2568042735307702238</id><published>2009-06-01T08:02:00.001+07:00</published><updated>2009-06-02T16:42:42.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>RACUN DAN VIRUS PULSA ASMARA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SiTzIKZEAOI/AAAAAAAAAuE/Bsbu8FuLX38/s1600-h/heart_phone.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SiTzIKZEAOI/AAAAAAAAAuE/Bsbu8FuLX38/s320/heart_phone.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342662379522228450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Berbagai macam sarana komunikasi dan transportasi diciptakan untuk mempermudah segala urusan kehidupan. Sehingga dunia laksana satu daratan yang bisa dijangkau dengan mudah dalam waktu sekejap tanpa menisakan letih dan lelah. Padahal enam puluh tahun yang lalu, sarana komunikasi dan transportasi masihlah minim. Segala sesuatu ditempuh dengan waktu yangsangat lama. Namun saat ini semuanya serba instant. Hubungan jarak jauh bisa dilakukan tanpa jeda waktu. Karena komunikasi dan transportasi semakin canggih serta teknologi semakin mutakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang harus diwaspadai, di tengah gemerlapnya eksploitasi teknologi dan gencarnya penjajahan moral yang dilakukan para kapitalis, terutama di negara-negara berkembang dan negara-negara Islam, maka semu pihak harus mengetahui racun dan virus berbahaya yang diselipkan dalam kecanggihannya. Racun atau virus itu sungguh mudah menjangkiti kita semua. Apabila kita sudah merasakan maka sendi-sendi moral kita lambat laun akan rontok seperti ruas-ruas jemari yang berjatuhan terkena lepra ganas. Tapi seringkali penyakit yang sangat berbahaya itu tidak nampak karena mata kita terlalu silau oleh kecanggihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat teknologi telepon semakin canggih, harga pesawat telepon dan perangkat elektronik semakin murah, serta jaringan pemasaran distribusinya sudah merambah hingga pelosok-pelosok daerah, maka penyakit itu pun semakin rapat mengepung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan teknologi handphone berkamera,&lt;u&gt; lahirnya fasilitas 3G, chatting melalui internet dan komputer berkamera, maka hubungan langsung antara manusia pun semakin menganga lebar&lt;/u&gt;. Pembicaraan lewat media tersebut seperti sudah tidak menyisakan sekat-sekat lagi. Orang yang kita ajak bicara sudah jelas terpampang di depan kita. Apa yang ditampilkan di kamera, itulah keadaan lawan bicara kita yang sesungguhnya. Gambar si dia yang sedang manja, senyumnya yang menggoda, desah suaranya yang membuat terlena, dapat dengan mudahnya dinikmati dengan fasilitas komunikasi semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika batasan moral sudah semakin memudar dan hilang. Saat pengawasan dari orant tua semakin renggang, para pemuda dan pemudi pun semakin leluasa berhubungan dengan kamuflase teknologi tersebut. Mereka dengan mudah membuat janji berbicara mesra berkoodinasi dengan pasangan untuk mengelabui orang tua guna bertemu berdua untuk khalwah elektronik.Sungguh sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan murahnya pulsa.&lt;br /&gt;Lihatlah. Kita akan dengan mudah menyaksikan apa yang dilakukan kaum muda kita. Anak-anak sekolah dengan penuh bangga da nbahagia memanfaatkan fasilitas kecanggihan HP terbaru. Tanpa sadar, mereka telah terjebak. Virus dan racun telah merasuki dirinya. Ia terus menjalar dan menyerang benteng-benteng keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ini yang terjadi, maka sungguh kehancuran moral yang senyata-nyatanya. Sehingga saat pemuda dan pemudi sudah terjebak dalam jeratan komunikasi yang semacam ini, maka sangat susah untuk melepaskan diri. Masih Nggak percaya... Percayalah...Jangan coba-coba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sudah dapat merasakan indahnya janji dan harapan, hangatnya pembicaraan, mesranya rayuan, serta manisnya pujian. Sukma mereka pun serasa melayang-layang. Pada akhirnya untuk terjerumus ke dalam hubungan yang lebih gelap akan dengan sangat mudah terjadi. Akibatnya, dua sejoli yang tadinya hanya membangun hubungan dengan jaringan HP, telepon, atau internet saling berjanji untuk bertemu. Mereka tergoda untuk "mengenal lebih dekat". Janji dan pertemuan pun terjadi, awalnya dengan sembunyi-sembunyi itu pun dilakukan di luar rumah, pertemuan pertama menyisakan rasa penasaran yang menggelitik kalbu. Syetan pun tak tinggal diam. Ia dengan gencar menggoda untuk bertemu yang kedua kali dan seterusnya. Bahkan dengan terang-terangan datang/apel ke rumah. Sebagaiman yang dikatakan oleh seorang penyair:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:red;"&gt;Berawal dari pandangan, lalu senyuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:red;"&gt;Kemudian salam, disusul pembicaraan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:red;"&gt;Lalu berakhir dengan janji dan pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Syetan dan iblis pun tertawa lebar. Mereka terus mengipasi api asmara yang sedang membara hingga membakar keduanya. Kemudian kedua sejoli terlena melanggar arena terlarang dan menjamah sutra haram, wal iyadzubillah. Akhirnya banyak wanita remaja yang menjadi mangsa panas asmara. Mereka benar-benar menjadi korban permainan api cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak ABG, bahkan yang telah dewasa sekalipun dengan mudah terjebak dalam kubangan lumpur kehinaan semacam ini. Apalagi kalau sudah tidak memiliki filter agama yang kuat. Maka pada ahirnya hubungan bebas oleh dua pasangan yang belum semestnya, semakin mudah dilakukan. Akibatnya adalah aib, kehormatan melayang, serta suramnya masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, wahai para pemuda dan pemudi, para orang dewasa dan orang tua, renungkanlah secara mendalam akan bahaya dari racun asmara dan virus pulsa serta khalwah elektronik!&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;PENANGKAL RACUN DAN VIRUS PULSA ASMARA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini saya akan mencoba memberikan beberapa solusi agar racun da nvirus pulsa tidak mudah menyerang diri kita dan keluarga. Ini beberapa resep penangkalnya, semoga dapat membantu kita:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Membentengi keluarga dengan aqidah yang shahih dan akhlak mulia. Jangan bosan dan menyerah untuk mengajak keluarga menuntut ilmu syar'i dan mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Tanamkan kepada keluarga bahwa pergaulan bebas adalah jerat-jerat syetan yang bahaya da nkerugiannya nyata di dunia, dan adapun di akhirat akan mendapat adzab Allah yang sangat pedih.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Para orang tua hendaknya bijaksana dalam memenuhi peermintaan anak-anaknya yang merengek minta dibelikan HP atau komputer multimedia. Karena dari dua media tersebut sangat mudah virus-virus itu menyebar. Gambar dan film porno, komunikasi bebas, akan dengan mudah didapatkan dan dijalin melalui media ini.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Hendaknya mendampingi dan mengawasi ketika anak menggunakan jaringan internet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Jangan letakkan komputer multimedia di kamar pribadi anak. Usahakan komputer diletakkan di ruang keluarga yang mudah diawasi penggunaannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Usahakan agar anak-anak tidak memliki HP. Kalau si anak memang perlu untuk dibawa keluar lebih baik dipinjami milik orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Kalau memang harus membelikan HP kepada anak maka hendaknya dibelikan sesuai dengan kebutuhan yang utama.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Para pemuda dan pemudi yang sudah siap menikah, hendaknya bersegera. Jangan ditunda! Jangan ciptakan ruang untuk berpacaran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Para orang tua hendaknya mendukung keinginan anak-anaknya yang menyatakan sudah sanggup untuk menikah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;color:#008000;"&gt;Mengawasi teman bergaul anak-anak kita dan bersikap selektif dalam memilihkan teman bergaul untuk mereka. Jangan biarkan mereka keluar rumah tanpa kontrol apalagi keluar dengan teman lawan jenis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-2568042735307702238?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/2568042735307702238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/racun-dan-virus-pulsa-asmara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2568042735307702238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2568042735307702238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/06/racun-dan-virus-pulsa-asmara.html' title='RACUN DAN VIRUS PULSA ASMARA'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SiTzIKZEAOI/AAAAAAAAAuE/Bsbu8FuLX38/s72-c/heart_phone.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5413597228733150645</id><published>2009-05-28T12:50:00.006+07:00</published><updated>2009-05-28T16:28:33.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>The Power of Kepepet</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sh438mj7YzI/AAAAAAAAAt0/-EvC1V0U5zA/s1600-h/Kepepet.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sh438mj7YzI/AAAAAAAAAt0/-EvC1V0U5zA/s320/Kepepet.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340767722390905650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 98, 225);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;"Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam 9 esok hari?" Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5 juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk mendapatkan 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, "Harus bisa". Kenapa? Karena kepepet, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 98, 225);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk "tidak bisa", manusia akan mencari jalan untuk berpikir "bagaimana harus bisa". Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak? Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;KEPEPET VS IMING-IMING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. &lt;u&gt;Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet&lt;/u&gt;. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai 'iming-iming' untuk menggerakkan audiens. "Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?" Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya. "Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi. "Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?". "Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. "Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;  97% orang termotivasi karena Kepepet&lt;/u&gt;, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment. John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan "Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong untuk bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang 'kepepet' sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara pertama untuk mengeluarkan 'potensi kepepet' kita, dengan cara menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet, maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang Anda rasakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?! Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya. Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan Kredibilitas tetap harus dijaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH, jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;"Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 98, 225);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;             // |&lt;br /&gt;        ( | (.) (.) |)&lt;br /&gt;---------o00o- -(_)--o00o- --------- -------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5413597228733150645?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5413597228733150645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/power-of-kepepet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5413597228733150645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5413597228733150645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/power-of-kepepet.html' title='The Power of Kepepet'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sh438mj7YzI/AAAAAAAAAt0/-EvC1V0U5zA/s72-c/Kepepet.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7766021398698273138</id><published>2009-05-25T09:06:00.004+07:00</published><updated>2009-05-30T12:28:50.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Negara-negara yang paling berbahagia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Kepuasan Hidup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sh5aa6DGFyI/AAAAAAAAAt8/0nTT9IysRE8/s1600-h/flags.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 201px; height: 208px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sh5aa6DGFyI/AAAAAAAAAt8/0nTT9IysRE8/s320/flags.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340805626413324066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;Ada hasil survei terbaru yang lumayan menghebohkan baru-baru ini. Siapakah "Bangsa yang Paling Bahagia di Dunia"? Apakah bangsa yang paling makmur? Paling kaya-raya di dunia? Ternyata tidak juga. Amerika hanya ada di urutan 23. Banyak bangsa-bangsa terkaya, menurut survei ini justru tidak terlalu bahagia. Berdasarkan data yang dikumpulkan Adrian White dari Universitas Leicester, dengan sumber-sumber yang ekstensif (UNESCO, CIA, the New Economics Foundation, WHO, etc), dan mencakup 80.000 responden di seluruh dunia, maka diperoleh hasil, bahwa bangsa paling bahagia di dunia adalah... DENMARK. Dan dari sini juga dihasilkan peringkat global bangsa-bangsa, dari yang paling bahagia sampai yang paling tidak bahagia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Inilah daftarnya (20 besar, Satisfaction With Life Index) :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;1. DENMARK&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;2. Swiss&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;3.. Austria&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;4. Islandia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;5. Bahama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;6. Finlandia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;7. Swedia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;8. Bhutan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;9. Brunei&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;10. Canada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;11. Irlandia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;12. Luxemburg&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;13. Kosta Rika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;14. Malta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;15. Belanda&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;16. Antigua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;17. Malaysia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;18. Selandia Baru&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;19. Norwegia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;20. Seycheles&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Dan yang lainnya :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;23. Amerika&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;26. Australia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;35. Jerman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;41. Inggris&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;53. Singapura&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;64. INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;76. Thailand&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;82. China&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;90.. Jepang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;102. Korea Selatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;125. India&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Dan 3 negara yang paling merana hidupnya adalah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:red;"   &gt;176. Kongo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:red;"   &gt;177. Zimbabwe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;color:red;"   &gt;178. Burundi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;INDONESIA, lumayan, berada di urutan tengah, dan lebih bahagia dibanding saudara-saudaranya sesama manusia di Thailand, China, Jepang, Korea, dan India. Padahal Jepang, Korea Selatan, dan China jelas-jelas jauh lebih kaya dan makmur dibanding kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan disini diukur dari kepuasaan subyektif masyarakatnya pada Tingkat Kesehatan (dan juga akses kesehatan murah), Kekayaan Relatif, dan Akses Ke Pendidikan. Bangsa yang sehat dan ongkos kesehatannya terjangkau, memiliki kekayaan yang cukup, dan tingkat pendidikannya cukup baik katanya akan relatif lebih bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi faktor yang juga penting disini adalah tingkat Pengharapan, atau Ekspektasi terhadap hidup. Semakin rendah ekspektasi masyarakatnya, makin mudah dia bersyukur dan berbahagia. Sedang makin tinggi ekspektasi seseorang, makin banyak Keinginannya, makin sulit dia merasa puas, dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; DAN KENAPA DENMARK PALING BAHAGIA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian, orang-orang Denmark sangat bahagia karena mereka selalu merasa hidup mereka cukup. Contentment. Mereka tidak sekaya orang Amerika atau Jepang, tidak punya mobil atau rumah super mewah, tapi mereka bersyukur dengan hidup mereka. Mereka kemana-mana juga lebih suka jalan kaki atau naik sepeda, karena lebih menyenangkan, santai, dan udaranya juga segar. Dan mereka tidak usah pusing soal banyak hal, dari mobil yang mesti bagus, pembayarannya, perawatannya, bensinnya, atau macet di jalan. Naik sepeda memang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tentu juga ingin hidup lebih baik, sukses, materi, tapi tidak merasa perlu sampai diperbudak kesuksesan. Sukses itu penting, tapi menikmati hidup, keluarga, dan teman adalah nilai hidup yang utama, dan sukses tidak perlu mengganggu hal itu. Pendidikan disana gratis. Begitu juga dengan biaya kesehatan, dan Jaminan penuh untuk Hari tua. 3 hal yang mungkin terpenting dalam hidup, dan mereka menikmatinya dengan gratis berkat pemerintahan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Denmark ternyata juga cenderung punya harapan yang rendah. Mereka berusaha, tapi tidak pernah berharap macam-macam. Ini membuat tiap kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka begitu bahagia. Dan bila gagal, mereka lebih gampang menerimanya, dan mereka bisa langsung mulai berusaha lagi. Begitu saja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bangsa-bangsa lain yang "tidak bahagia", termasuk banyak negara terkaya di dunia, adalah yang orang-orangnya cenderung tidak pernah puas. Mereka terdikte keinginan dan ambisi-ambisinya. Amerika contohnya punya american dreams. Masalahnya, dan ironi terbesarnya adalah, kalau anda sampai begitu bernafsunya mengejar kebahagiaan (dan kebahagiaan yang lebih besar), anda justru akan terjebak. Terjebak dalam pertempuran merebut kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan anda justru tidak akan pernah merasakan kebahagiaan itu. Dan ini terbukti secara scientific.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;"Happiness is as a butterfly which, when pursued, is always beyond our grasp. But which if you will sit down quietly, may alight upon you," Nathaniel Hawthorne&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah bangsa paling bahagia di dunia. Denmark. Sebuah bangsa dengan masyarakat yang: &lt;b&gt;&lt;br /&gt;1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur&lt;br /&gt;2. Punya impian dan keinginan yang realistik&lt;br /&gt;3. Tidak membanding-bandingkan dengan orang lain&lt;br /&gt;4. Jaminan dari pemerintah yang cukup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- BlogPolls --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.blogpolls.com/poll/56622.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;a href="http://www.blogpolls.com/poll/56622.html"&gt;Blog Polls&lt;/a&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;!-- /BlogPolls --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7766021398698273138?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7766021398698273138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/negara-negara-yang-paling-berbahagia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7766021398698273138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7766021398698273138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/negara-negara-yang-paling-berbahagia.html' title='Negara-negara yang paling berbahagia'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sh5aa6DGFyI/AAAAAAAAAt8/0nTT9IysRE8/s72-c/flags.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-9126329142289321270</id><published>2009-05-22T08:15:00.002+07:00</published><updated>2009-05-23T14:11:15.263+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Ingin Kaya : Belajarlah Memberi !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/ShehSOYE0UI/AAAAAAAAAts/nmxcK9EZ44Q/s1600-h/cover_siapa_bilang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 168px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/ShehSOYE0UI/AAAAAAAAAts/nmxcK9EZ44Q/s320/cover_siapa_bilang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338913217739804994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Kemarin sore tiba-tiba saya diberi kejutan kecil. Orang tua asuh saya membawa beras satu bungkus isi 10 kg dan memberikannya pada saya, tepat ketika saya hendak membeli beras karena persediaan di rumah saya habis. Hehe.. rejeki nomplok, pikir saya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Karena sangat senang, saya kirim sms pada kakak perempuan di Indonesia dan menceritakan kejadian ini. "Kok PAS, ya., pas butuh pas ada." Tulis saya pada kakak saya. Kakak saya lalu bercerita, tadi pagi ibu saya memanggil tukang becak tua yg lewat didepan rumah kami, dan memberinya makan satu piring nasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Kakak saya heran, dalam rangka apa ibu saya tiba-tiba memberi makan tukang becak itu. Kata ibu saya, "Biar anak mami yg jauh ga kekurangan makan." Kakak saya bilang, mungkin maksud ibu itu adalah saya yg tinggal jauh di negeri orang. Kontan, sorenya saya dapet beras 10kg. Waduh.balasannya kok ga sebanding yah, sepiring nasi dengan sekarung beras. Hehe..lumayan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Kejadian ini mengingatkan saya pada kejadian 20 tahun lalu. Suatu hari di permulaan musim kemarau ketika saya masih duduk di kelas 3 atau 4 Sekolah Dasar di Bandung, ada penggalian tanah di sepanjang jalan depan rumah orang tua saya untuk pemasangan kabel telpon. Semua tukang gali jumlahnya kira-kira 20 orang. Pekerjaan memakan waktu kurang lebih 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan ini menarik perhatian saya, terutama kabel-kabel ukuran besar yg nantinya akan ditanam dalam galian itu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Hari pertama penggalian dimulai, matahari bersinar sangat terik. Para pekerja yg kelelahan berhenti sejenak dari pekerjaannya sambil beberapa kali mengusap keringat diwajahnya. Mereka terlihat kehausan karena bekal air yg mereka bawa telah habis. Ibu saya yang melihat ini tanpa banyak bicara membawa teko air besar dan menawarkan minuman teh dingin pada mereka. Spontan mereka menerima dan meminum teh buatan ibu saya dgn gembiranya. Karena mereka jumlahnya banyak, ibu saya sampai 3 kali mengisi teko itu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hari-hari berikutnya pun ibu saya tidak berhenti menyediakan teko air di depan rumah untuk para tukang gali itu. Bahkan bisa sampai 5 kali dalam sehari ibu bolak balik mengisi teko besar itu dengan air teh. Jika ada makanan ringan seperti pisang rebus, atau kue-kue kecil lainnya, ibu saya jg menyuguhkannya. Saya pernah bertanya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kenapa ibu saja yg memberi air minum pada mereka?&lt;/span&gt; Tetangga-tetangga lainnya pun tidak". Ibu saya hanya menjawab singkat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kasihan", katanya. Sampai ketika pekerjaan galian itu selesai, salah seorang tukang gali berkata "Terimakasih Bu, mulai hari ini tidak usah sediakan air lagi, kami akan pindah ke tempat lain," &lt;/span&gt;katanya sambil pamit pada ibu saya. &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Hari-hari berlalu sampai tiba pada pertengahan musim kemarau. Musim kemarau pada tahun itu katanya adalah musim kemarau panjang dan sangat panas dibanding tahun-tahun sebelumnya. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak seperti air di sumur-sumur tetangga di komplek rumah kami yang mengering, air sumur kami justru melimpah ruah.&lt;/span&gt; Ini ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tetangga kiri kanan rumah ibu saya memasang jet pump yg besar, sedangkan kami hanya memakai pompa Sanyo berkekuatan kecil. Logikanya air tanah di rumah kami akan tersedot oleh tetangga kami itu. Tapi kenyataannya adalah ibu saya membagi-bagikan air pada tetangga sebelah menggunakan selang panjang melewati tembok penghalang rumah.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;Semua tetangga di kompleks kami membeli air dengan jirigen-jirigen besar untuk keperluan mandi dan mencuci setiap harinya. Hanya keluarga kami yang tidak kekurangan air sedikitpun melewati musim kering yg panjang dan panas pada saat itu. Ketika saya bertanya pada ibu, "Kenapa air sumur di rumah kita tidak kering?", ibu saya menggelengkan kepala, sambil berkata lirih, "Apa mungkin ini imbalan dari Tuhan karena memberi minum tukang-tukang gali yg kehausan itu kemarin dulu?" Tidak ada seorang pun diantara kami yg tahu.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0); font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti seorang guru, semakin banyak mengajar, semakin pintarlah ia. Maka praktek memberi yg diajarkan ibu saya juga berlawanan dengan rumus matematika yg diajarkan disekolah. Satu dikurang satu di mana-mana ya sama dengan NOL. Tapi ibu saya ajaib, satu dikurang satu bisa jadi dua, bisa juga tiga, atau bahkan sepuluh. Weleh, weleh.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0); font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-9126329142289321270?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/9126329142289321270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/ingin-kaya-belajarlah-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/9126329142289321270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/9126329142289321270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/ingin-kaya-belajarlah-memberi.html' title='Ingin Kaya : Belajarlah Memberi !'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/ShehSOYE0UI/AAAAAAAAAts/nmxcK9EZ44Q/s72-c/cover_siapa_bilang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-2625213246728489636</id><published>2009-05-13T13:06:00.007+07:00</published><updated>2009-05-16T13:03:52.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips &amp; Mindset : Belajar dari Jepang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgpz4WNTDTI/AAAAAAAAAss/qvP1R2B_W0Y/s1600-h/Japan1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 110px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgpz4WNTDTI/AAAAAAAAAss/qvP1R2B_W0Y/s320/Japan1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335204120444996914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Banyak hal yang dapat &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;kita pelajari dari negara yang mungil,kecil dibandingkan negara kita yang kaya raya,segala sesuatu ada,kekayaan alam &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;yang luar biasa namun apa &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;yang terjadi dengan bangsa indonesia?  marilah kita lihat sejenak rahasia sukses negeri yang tidak lebih besar dari pulau sumatera ini,yang tidak memiliki kekayaan alam yang berarti,bahkan juga telah diluluh lantakkan bom atom (hirosima dan nagasaki) hingga sekarang masih tersisa zat radio aktifnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;1. Menghargai w&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;aktu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgpz4i8FVJI/AAAAAAAAAs0/KeVcGq2pmsM/s1600-h/Japan2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgpz4i8FVJI/AAAAAAAAAs0/KeVcGq2pmsM/s320/Japan2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335204123862455442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Masyarakat jepang terkenal dengan kedisiplinannya terhadap waktu. Sungguh luar biasa bila anda melihat sendiri bagaimana masyarakat Jepang sangat pentingnya arti waktu bagi mereka. Lihatlah bila mereka berjalan, seperti mengejar sesuatu, hampir semua masyarakat Jepang memakai jam tangan kemanap&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;un mereka pergi. Apabila anda terlambat semenit saja kereta, maka &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;anda harus menunggu kereta selanjutnya. Mungkin ini sangat bertolak belakang dengan budaya masyarakat Indonesia yang terkenal dengan jam karet. Ironis &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(32, 32, 160);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;memang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;2. Kerja Keras&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sudah menja&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;di rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Jerman (1870 jam/tahu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;n), dan Perancis (168&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;0 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;iasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang tidak dibutuhkan" oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi), membuat mahasiswa tidak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur me&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;nyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;3. Malu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgp0oIBM9AI/AAAAAAAAAs8/YgXHPWazc1M/s1600-h/Japan3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 196px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgp0oIBM9AI/AAAAAAAAAs8/YgXHPWazc1M/s320/Japan3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335204941269890050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjala&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;nkan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu gilir&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;an. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;4. Bersih, teratur dan rapi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgp0oe3j-wI/AAAAAAAAAtM/SULavsbhG7E/s1600-h/Japan5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 173px; height: 130px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgp0oe3j-wI/AAAAAAAAAtM/SULavsbhG7E/s320/Japan5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335204947403471618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Alan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;gkah nikmatnya bila kit&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;a berjalan jalan (hampir diseluruh wilayah jepang). Begitu &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;nyaman, bersih dan tertata dengan rapi. Masyarakat jepang sudah terbiasa dengan membuang sampah ditempatnya, bahkan sudah biasa dipisahkan, antara sampah yang dapat di baka&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;r, sampah dapur, atau sampah lainnya sudah tertata dengan rapih, bahkan berbeda sampah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; berbeda pula hari dan jadwal membuangnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;5. Hidup Hemat&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgp0oA1xXTI/AAAAAAAAAtE/re5tADaj2Ew/s1600-h/Japan4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgp0oA1xXTI/AAAAAAAAAtE/re5tADaj2Ew/s320/Japan4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335204939342896434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Con&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;toh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;6. Inovasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian me&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;masarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan "maneshita" (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;7. Pantang Menyerah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Sejarah membuktikan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita  Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;b&gt;8. Budaya baca&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sg5XD5NFVWI/AAAAAAAAAtc/tkY41v9ig5c/s1600-h/Japan6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sg5XD5NFVWI/AAAAAAAAAtc/tkY41v9ig5c/s320/Japan6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336298332887536994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajara&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;n Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi.Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 161);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor "non-teknis" yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-2625213246728489636?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/2625213246728489636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/tips-mindset-belajar-dari-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2625213246728489636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2625213246728489636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/tips-mindset-belajar-dari-jepang.html' title='Tips &amp; Mindset : Belajar dari Jepang'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sgpz4WNTDTI/AAAAAAAAAss/qvP1R2B_W0Y/s72-c/Japan1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-7205762798183263338</id><published>2009-05-12T10:32:00.002+07:00</published><updated>2009-05-13T07:51:30.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Apa yang kita sombongkan ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgoZKC7iV0I/AAAAAAAAAsk/UEuCH0j4U7E/s1600-h/anger.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 179px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgoZKC7iV0I/AAAAAAAAAsk/UEuCH0j4U7E/s320/anger.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335104368949745474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Akar dari kesombongan ini adalah &lt;b&gt;ego yang berlebihan&lt;/b&gt;. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:85%;"  &gt;Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;Be happy !!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-7205762798183263338?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/7205762798183263338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/apa-yang-kita-sombongkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7205762798183263338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/7205762798183263338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/apa-yang-kita-sombongkan.html' title='Apa yang kita sombongkan ?'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgoZKC7iV0I/AAAAAAAAAsk/UEuCH0j4U7E/s72-c/anger.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-6422151232083955546</id><published>2009-05-08T09:07:00.002+07:00</published><updated>2009-05-08T21:05:33.872+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>KILLER STATEMENT (KS)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgQ60poIp9I/AAAAAAAAAsU/1yNPZdNkX7M/s1600-h/killing+woman.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 182px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgQ60poIp9I/AAAAAAAAAsU/1yNPZdNkX7M/s320/killing+woman.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333452534915311570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Ada sebuah istilah komuni&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;kasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? &lt;u&gt;Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau  barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:130%;color:red;"   &gt;&lt;u&gt;killer statement&lt;/u&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, dicipt&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;akanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi saat mere&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;ka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Tapi, saat membuka-buka dan melihat gambaran komik &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;mereka, para editor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang percaya dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimanya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terban&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;g, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmka&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;n, karakternya menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;b&gt;keuntungan miliaran dolar AS&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective Comics sepakat memberi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;kan jaminan finansial. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;aya dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;Tips penting&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;dup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang ber&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;nada menghancurkan atau mencela&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgQ8A1KWnHI/AAAAAAAAAsc/3exYUQdHwoY/s1600-h/followerPartnershipImg1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgQ8A1KWnHI/AAAAAAAAAsc/3exYUQdHwoY/s320/followerPartnershipImg1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333453843681680498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt; &lt;b&gt;Anti virus ini berisi kalimat lain yang positif kita ucapkan pada diri kita sendiri secara berulang ulang&lt;/b&gt;, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. &lt;i&gt;Ingatlah pembaca, jangan sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jangan biarkan mereka merusak diri Anda.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Killer statement ini akan sangat berbahaya bila diterapkan dari orang dewasa (bisa dalam hal ini orang tua) kepada anak-anak terutama yang berumur -9 bulan sampai remaja. Kenapa -9 bulan ? karena sadar atau tidak, seorang ibu yang sedang mengandung anaknya (bahkan saat pembuahan baru saja terjadi), akan mempunyai pengaruh terhadap si janin yang sedang dikandungnya. Mungkin di antara kita pernah mendengar 'gugon tuhon' yang melarang orang tua untuk membunuh hewan apa pun saat si ibu sedang hamil. Kuwalat! katanya. Percaya atau tidak, kadang ada beberapa orang yang 'terpengaruh' saat2 pembunuhan itu, dan bisa mempengaruhi kondisi kejiwaannya, dan itu mengakibatkan pengaruh terhadap janin yang sedang dikandung oleh si ibu. Why ?, bagaimanapun juga, situasi kejiwaan seseorang akan mempengaruhi kondisi metabolismenya. Perubahan-perubahan yang terjadi saat otak bekerja merespon segala hal yang masuk (baik itu kejadian, emosi, saat bertengkar dengan pasangan atau suasana hati) akan membuat tubuh menghasilkan banyak zat kimia yang bisa Mempengaruhi kondisi si jabang bayi juga.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Demikian pula dengan killer statement. Meski si jabang bayi-pun masih berada didalam rahim, tapi karena killer statement itu juga mempengaruhi kondisi kejiwaan, dan akhirnya metabolisme tubuh, maka si jabang bayi pun akan merasakan juga. Demikian pula ketika si bayi sudah lahir. Ia memang hanya bisa mengungkapkan dengan sedikit cara, belum bisa bicara. Tapi, justru di saat seperti inilah killer statement merupakan alat ampuh yang benar-benar akan membunuh karakter dan kepribadian si anak. Killer statement (KS) itu akan mengendap dalam bawah sadar anak-anak, dan itu akan menjadi semacam 'meterai' yang sulit sekali dihilangkan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt;Jadi buat teman-teman yang punya (atau akan punya) anak, guru, pengajar, dan semua peran yang berhubungan dengan anak/ remaja. Tolong untuk berhati-hati dengan KS ini, karena &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:red;"   &gt;&lt;b&gt;pembunuhan karakter adalah kekejaman yang tidak terperi&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:85%;"  &gt; Masa anak-anak hingga remaja adalah masa pembentukan karakter yang akan berperan penting dalam membentuk jati dirinya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-6422151232083955546?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/6422151232083955546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/killer-statement-ks.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6422151232083955546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6422151232083955546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/killer-statement-ks.html' title='KILLER STATEMENT (KS)'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SgQ60poIp9I/AAAAAAAAAsU/1yNPZdNkX7M/s72-c/killing+woman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-2178853416359997111</id><published>2009-05-04T16:45:00.006+07:00</published><updated>2009-05-05T12:52:09.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Unik'/><title type='text'>Test Your Brain !</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img src="file:///D:/Users/admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/Users/admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///D:/Users/admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;m&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///D:%5CUsers%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///D:%5CUsers%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tahoma; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:1627421319 -2147483648 8 0 66047 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;/m&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;This is really amazing. Read the information and good luck,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;you will need it.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;This will drive people&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;crazy for hours.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://www.freeimagehosting.net/"&gt;&lt;img src="http://www.freeimagehosting.net/uploads/00199d2183.gif" alt="Free Image Hosting" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:fuchsia;"   &gt;If you see this lady turning in clockwise you are using your right brain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:Tahoma;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Bila kamu melihat cewe itu berputar searah jarum jam, kamu sedang menggunakan otak kanan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:fuchsia;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:fuchsia;"   &gt;If you see it the other way, you are using left brain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:Tahoma;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Bila kamu melihatnya berputar sebaliknya, kamu sedang menggunakan otak kiri&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:fuchsia;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:fuchsia;"   &gt;Some people do see both ways, but most people see it only one way.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid; font-style: italic;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:blue;"   &gt;Beberapa orang melihatnya berputar di kedua arah, tapi kebanyakan melihat hanya searah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;Kuncinya : Lihatlah bagian kaki dan relaks sambil lihat bagian lantainya, pasti arah berputarnya akan berubah ke arah sebaliknya !!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 128);font-family:Tahoma;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 128);font-family:Tahoma;" &gt;See if you can make her go one way and then the other by shifting&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 128);font-family:Tahoma;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 128);font-family:Tahoma;" &gt;the brain's current. BOTH DIRECTIONS CAN BE SEEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;Experimentation has shown that the two different sides, or hemispheres of&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;the brain are responsible for different manners of thinking. The following&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;table illustrates the differences between left-brain and right-brain thinking:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Left Brain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Right Brain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Logical&lt;span style=""&gt;                         &lt;/span&gt;Random&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sequential&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;Intuitive&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rational&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;Holistic &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Analytical&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;Synthesizing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Objective&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;Subjective&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;Looks at&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;Looks at &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;parts&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;wholes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;Most individuals have a distinct preference for one of these styles of thinking.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Some, however, are more whole-brained and equally adept at both modes. In&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;general, schools tend to favor left-brain modes of thinking, while downplaying&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;the right-brain activities.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Left-brain &lt;/span&gt;scholastic subjects focus on logical thinking, analysis, and accuracy.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:blue;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Right-brained subjects&lt;/span&gt;, on the other hand, focus on&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;aesthetics, feeling, and creativity.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:red;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;color:red;"  &gt;If you look away, she may switch from one direction to the other.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;I found that if I just look at her feet or relax and look at the floor where the&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;reflection shows, she will switch direction!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sent from William's Computer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:white;"   &gt;__._,_.___&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;"Count your life by smiles not tears,count your age by friends not years"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;Pertanyaan :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.75pt; page-break-after: avoid;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- BlogPolls --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.blogpolls.com/poll/56186.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;a href="http://www.blogpolls.com/poll/56186.html"&gt;Blog Polls&lt;/a&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;!-- /BlogPolls --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-2178853416359997111?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/2178853416359997111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/test-your-brain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2178853416359997111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/2178853416359997111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/05/test-your-brain.html' title='Test Your Brain !'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-6426245743376591418</id><published>2009-04-30T15:49:00.003+07:00</published><updated>2009-05-02T10:18:22.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kegagalan akibat OBAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sfu6C4fsNwI/AAAAAAAAArs/TgYsK-aZCHs/s1600-h/failure.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sfu6C4fsNwI/AAAAAAAAArs/TgYsK-aZCHs/s320/failure.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331059142610925314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;Kegagalan melakukan sesuatu atau menciptakan  sesuatu yang kita inginkan, tentu saja harus dimaknai sebagai ketidakmaksimalan  dalam melakukan proses eksekusi maupun ketidakmaksimalan dalam proses niat  dan berpikir.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;5 (lima) pola pikir yang mengganggu  terciptanya kesuksesan antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial Narrow;font-size:180%;"  &gt;&lt;b&gt;O&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;jo dumeh&lt;/b&gt;  &lt;i&gt;(Jangan sombong),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt; kesombongan  adalah &lt;u&gt;dosis kepercayaan diri yang berlebihan&lt;/u&gt;, merasa hanya diri  sendiri yang mampu dan orang lain tidak mampu, akan membuat kita tidak  memiliki kewaspadaan untuk membuat action terukur serta langkah antisipasinya  untuk menggapai target yang kita inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial Narrow;font-size:180%;"  &gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;ondo nekad&lt;/b&gt;  &lt;i&gt;(Tanpa perhitungan),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt; di  dalam sebuah kesuksesan membutuhkan skenario dan perencanaan yang matang.  Sukses tidak pernah sekedar berbekal kemauan yang kuat, tetapi harus diikuti  dengan &lt;u&gt;"tahu caranya" dan "tahu mempertahankannya&lt;/u&gt;".&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial Narrow;font-size:180%;"  &gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;ngger-angger  sing nerak wewaler&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Dengan segala cara),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;menghalalkan  segala cara untuk meraih yang kita inginkan akan menjauhkan kita dari &lt;u&gt;kebahagiaan&lt;/u&gt;  pada saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial Narrow;font-size:180%;"  &gt;&lt;b&gt;M&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;erkengkong  &lt;/b&gt;&lt;i&gt;(Mengambil keputusan dengan ragu-ragu),&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;  setiap kali perjalanan kehidupan memasuki fase perubahan menuju lebih baik,  maka akan memunculkan berbagai pilihan.  &lt;u&gt;Mengambil keputusan dalam  posisi keragu-raguan&lt;/u&gt; adalah awal dari sebuah proses yang membuka peluang  ketidakberhasilan yang lebih besar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Arial Narrow;font-size:180%;"  &gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;b&gt;na takerane  &lt;/b&gt;(Ada ukurannya),&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt; pola pikir  bahwa semua orang ada ukuran suksesnya masing-masing adalah &lt;u&gt;pembunuh  spirit nomor 1&lt;/u&gt;, karena menjadikan kita tidak cukup kuat untuk berusaha,  meskipun kita harus ikhlas menerima apapun hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;      &lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:130%;"  &gt;Selamat menjalani hari dengan penuh  rahmat.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sumber : NN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- BlogPolls --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.blogpolls.com/poll/56161.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;a href="http://www.blogpolls.com/poll/56161.html"&gt;Blog Polls&lt;/a&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;!-- /BlogPolls --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-6426245743376591418?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/6426245743376591418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/kegagalan-akibat-obama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6426245743376591418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6426245743376591418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/kegagalan-akibat-obama.html' title='Kegagalan akibat OBAMA'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sfu6C4fsNwI/AAAAAAAAArs/TgYsK-aZCHs/s72-c/failure.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-15541199462882574</id><published>2009-04-29T15:11:00.006+07:00</published><updated>2009-04-30T10:47:48.514+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mengapa babi haram ?</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sfgd-VHpjnI/AAAAAAAAArk/sRFpv1PT_xU/s1600-h/SWINE+FLU.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sfgd-VHpjnI/AAAAAAAAArk/sRFpv1PT_xU/s320/SWINE+FLU.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330043115651305074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Ada orang asing (ilmuwan) bertanya kepada seorang Ulama mengenai hewan  babi.&lt;br /&gt;Ilmuwan : Haramnya hewan babi bagi umat Muslim adalah disebabkan karena  banyaknya parasit Dan kotoran dalam hewan ini. Dengan semakin canggihnya  ilmu kedokteran, bukannya mungkin nantinya hewan babi dapat dibersihkan  dari Virus Dan parasit yang mematikan ini? Apakah nantinya hewan babi yang  bersih akan menjadi halal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Haramnya babi bukan karena hal itu saja. Tetapi Ada sifat Babi  yang sangat diharamkan untuk umat Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilmuwan : Apakah itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Coba anda buat 2 (dua) kandang.&lt;br /&gt;Dimana 1 (satu) kandang isi dengan 2 (dua) ekor ayam jantan Dan 1 (satu)  ekor ayam betina.&lt;br /&gt;1 (satu) kandang lagi isi dengan 2 (dua) ekor babi jantan Dan 1 (satu)  ekor babi betina.&lt;br /&gt;Apakah yang terjadi pada masing2 kandang tersebut? Bisakah anda menerkanya!!  !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilmuwan : Tidak bisa!!!!????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Mari Kita lihat bersama-sama sekarang.&lt;br /&gt;Pada kandang pertama dimana Ada 2 (dua) ekor ayam jantan Dan 1 (satu) ekor&lt;br /&gt;Ayam betina, yang terjadi adalah 2 (dua) ekor ayam jantan tersebut&lt;br /&gt;Berkelahi dahulu untuk memperebutkan 1 (satu) ekor ayam betina tersebut  sampai Ada&lt;br /&gt;Yang menang Dan kalah. Dan itu sesuai dengan Kodrat Dan Fitrah manusia  diciptakan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ilmuwan : Pada kandang Babi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama : Ini yang menarik. Pada kandang kedua, yaitu kandang berisi 2(dua)  ekor babi jantan Dan 1 (satu) ekor babi betina. Ternyata 2 (dua) ekor babi  jantan tidak berkelahi untuk memperebutkan 1 (satu) ekor babi betina,tetapi  yang terjadi adalah 2 (dua) ekor babi jantan tersebut malahan menyetubuhi  secara beramai-ramai 1 (satu) ekor babi betina tersebut Dan juga terjadi  hubungan Homoseksual antara kedua ekor babi jantan setelah selesai dengan  is betina. Hal inilah yang jelas2 bertentangan dengan Fitrah umat manusia.Bilamana  umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai  sifat Dan karateristik seperti babi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma'in, Wallahu A'lam Bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging  hewan)yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul,  yang jatuh, yang ditanduk, Dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang  sempat kamu menyembelihnya, Dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk  berhala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib  dengan anak panah itu) adalah Kefasikan. Pada Hari ini orang-orang kafir  telah putus ASA untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt;. Kepada mereka Dan takutlah kepada-Ku. Pada Hari telah Ku-sempurnakan untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt; Kamu agamamu, Dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, Dan telah Ku-ridhlai  Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan  tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-style: italic;"&gt; Penyanyang".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt; ( QS. Al-Maidah (5) : 3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Islam mengharamkan Babi (Terjemahan) Berikut ini tulisan mengenai  pengharaman darah Dan babi dalam Islam, diulas dari sudut pandang Logika  Dan ilmu Kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan&lt;br /&gt;Mengenai kata-kata "Halal" Dan "Haram"; apa arti dari  kata-kata tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, Dan apa-apa  yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, Dan Al-Qur'an lah yang  menggambarkan perbedaan antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat  bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi  dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi  kesehatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia,  senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, Dan dalam kenyataannya Kita diberitahu  bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh  Ginjal, Dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam  penyembelihan hewan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bob: Apa maksud anda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha  Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan  urat-urat Dan organ-organ lainnya utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan  darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak,  hewan tersebut dapat meninggal seketika Dan darahnya akan menggumpal dalam  urat-uratnya Dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan  daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun;  hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru&lt;br /&gt;Menyadari akan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim  melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang  terkait dgn babi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur'an dalam pengkonsumsian  babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11,  ayat 8, mengenai babi, dikatakan, "Dari daging mereka (dari "swine",  nama lain buat "babi") janganlah kalian makan, dan dari bangkai  mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu."Lebih lanjut  lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena  mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamiahnya ?&lt;br /&gt;Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi  manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.  Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops,  ham, atau bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam  penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit  berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai  kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa  sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric  acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi.&lt;br /&gt;Nah, ternyata menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium  babi sering bocor, sehingga urine babi tsb.merembes ke daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemak punggung babi tebal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity,  shg. secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;Fakta-fakta yang membuat seseorang harus segera menjauhi babi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan  lain. Ia makan semua makanan di depannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan  isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak  akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa  pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan  kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Kadang ia mengencingi kotoranya dan memakannya jika berada di hadapannya,  kemudian memakannya kembali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Ia memakan sampah, busuk-busukan, &amp;amp; kotoran hewan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya  dalam jumlah besar &amp;amp; dalam waktu lama, jika dibiarkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;  Penelit&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;an ilmiah modern di 2 negara Timur &amp;amp; Barat, yaitu Cina dan  Swedia :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) &amp;amp; Swedia (mayoritas  penduduknya sekuler) menyatakan:&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; "Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus &amp;amp;  kolon".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Persentase penderita penyakit ini di negara-negara yang penduduknya  memakan babi, meningkat secara drastis.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara  Asia seperti Cina dan India ).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar  1/1000.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;  Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan  Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo .  Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga  dikatakan sebagai Reservoir Penyakit, seperti : &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Virus Encephalitis, Virus  Ebola, Virus H5N1, cacing pita, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(63, 128, 128);font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;"  &gt;&lt;blockquote&gt;  1. Virus Encephalitis menyerang otak kecil&lt;br /&gt;2. Di Malaysia, virus ini pernah menghebohkan karena membunuh 90 orang  hanya dalam waktu 60 hari.&lt;br /&gt;3. Sekarang pemerintah Malaysia melokalisasi babi.&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Comic Sans MS;font-size:100%;color:blue;"   &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);font-family:Book Antiqua;font-size:100%;"  &gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Informasi lain tentang Flu Babi bisa didownload di ==&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4523962/InformasiSwineFluFluBabi.ppt.html"&gt;SINI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-15541199462882574?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/15541199462882574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/mengapa-babi-haram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/15541199462882574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/15541199462882574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/mengapa-babi-haram.html' title='Mengapa babi haram ?'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sfgd-VHpjnI/AAAAAAAAArk/sRFpv1PT_xU/s72-c/SWINE+FLU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3892275621700125397</id><published>2009-04-28T07:57:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T12:29:40.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>7 Hambatan untuk Menjadi Kreatif</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Oleh: Prof. Roy Sembel,&lt;br /&gt;Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara&lt;br /&gt;Sandra Sembel, Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(ssembel@yahoo.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 153);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfaTgJmcfEI/AAAAAAAAArU/2hZNCWtlUvw/s1600-h/Creativity_504x428.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 181px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfaTgJmcfEI/AAAAAAAAArU/2hZNCWtlUvw/s320/Creativity_504x428.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329609389581827138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman? Siapa bilang kreativitias hanya milik orang muda? Siapa bilang orang sukses saja yang kreatif ? Menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Carol K Bowman&lt;/span&gt; (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas. Bahkan, mereka yang sudah di atas 45 tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif. Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan kreativitas mereka secara optimal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda simak disini. Kenali hambatan-hambatan tersebut, siapa tahu beberapa diantaranya dapat Anda temukan disini? Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk mengasah kembali daya kreativitas Anda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 1: Rasa Takut&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih cepat?" "Ah, saya takut gagal. Kalau saya gagal atau salah, saya pasti dimarahi bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang diperintahkan." Yah, rasa takut gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukah Anda bahwa Spence Silver (3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan `post-it' notes?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 2: Rasa Puas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah nyaman." "Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya cemaskan?" Ternyata bukan masalah saja yang bisa menjadi hambatan. Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun menciptakan sesuatu yang baru. Apple Computer yang pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah tergilas oleh para pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya sebagai yang nomor satu, sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang baru pada target pasar sampai&lt;br /&gt;perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan, Apple berusaha bangkit kembali dengan produk-produk baru andalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 3: Rutinitas Tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Coba-coba yang baru? Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada habis-habisnya." Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya, berarti rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk mengisi `kehausan' Anda akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda bisa menemukan ide brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung Anda ke jenjang sukses). Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum&lt;br /&gt;akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album pertamanya yang langsung menjadi hit dunia?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 4: Kemalasan Mental&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh, susah. Terlalu banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja yang belajar." "Memikirkan cara lain? Wah, sekarang saja sudah banyak yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya,&lt;br /&gt;biarlah atasan saya saja yang memikirkannya." Ini merupakan beberapa contoh kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperimen berikutnya?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 5: Birokrasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu saya sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Seringkali karyawan atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan mereka tidak ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusanyang lama, atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Kondisi seperti ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide dan usulan perbaikan. Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top management karena harus melewati rantai birokrasi yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen, banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnis yang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 6: Terpaku Pada Masalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan. Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong untuk memacu kreativitas agar dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif. Tahukah Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng tepungnya? Namun, ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan kreativitasnya sampai akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah satu pebisnis waralaba terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hambatan 7: "Stereotyping"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini, masyarakat menganggap bahwa sudah sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah saja, tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas untuk melayani keluarga saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa jadinya jika wanita-wanita hebat seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan umum yang berlaku di masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional, misalnya: mendapatkan layanan dokter wanita, menikmati kreasi arsitek dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita, mengirim diplomat wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden direktur, bahkan presiden (pimpinan negara) wanita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style=";font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kreativitas&lt;/span&gt; memang masih harus ditunjang dengan senjata sukses lainnya. Tetapi, orang yang memiliki dan bisa mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser mereka yang tidak memanfaatkan kreativitas mereka. Lalu, bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk mengoptimalkan kreativitas Anda? Tidak perlu panik. Kenali hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk mengasah kembali kreativitas Anda. Kreativitas itu ibarat sebuah intan, semakin diasah semakin berkilau. Jadi sudah siapkah Anda untuk membuat kreativitas Anda agar semakin berkilau?&lt;/span&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;If you embrace possibility thinking,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;your dreams will go from molehill to mountain size,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;and because you believe in possibilities,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;you put yourself in position to achieve them.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Jika Anda merangkul cara berpikir yang selalu melihat pada kemungkinan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;maka perwujudan mimpi Anda akan berkembang dari kemungkinan yang hanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;sebesar tahi lalat menjadi sebesar gunung,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;dan karena Anda percaya akan kemungkinan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;Anda memampukan diri Anda untuk mewujudkan mimpi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;John C. Maxwell, Leadership expert&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3892275621700125397?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3892275621700125397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/7-hambatan-untuk-menjadi-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3892275621700125397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3892275621700125397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/7-hambatan-untuk-menjadi-kreatif.html' title='7 Hambatan untuk Menjadi Kreatif'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfaTgJmcfEI/AAAAAAAAArU/2hZNCWtlUvw/s72-c/Creativity_504x428.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-6220936330685718815</id><published>2009-04-27T10:55:00.000+07:00</published><updated>2009-04-28T07:43:04.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>PERBEDAAN ORANG PANDAI DAN PENJILAT</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Orang pandai dan penjilat, mereka berdua sama-sama adalah produk bermerek dari pabrik pengolahan yang disebut masyarakat.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfVP4udl9VI/AAAAAAAAArM/Ai9OLY0K0g0/s1600-h/dwimuka.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfVP4udl9VI/AAAAAAAAArM/Ai9OLY0K0g0/s320/dwimuka.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329253570026272082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi cara pengolahannya, fungsi serta kegunaan dari kedua orang tersebut sama sekali berbeda.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertumbuhan dari orang pandai bergantung pada pembelajaran (pendidikan), bergantung pada penempaan diri, dan bergantung pada pemikiran yang mandiri.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Timbulnya penjilat bergantung pada pemeliharaan, penjinakan, serta kepatuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang pandai dalam membawa diri di masyarakat hanya berprinsip pada kebenaran, tidak melakukan hal-hal yang menipu diri sendiri dan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedang seorang penjilat dalam membawa diri di masyarakat hanya berpedoman untuk selalu memenuhi kehendak atasan, khusus mencari muka agar bapak (atasan) senang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuan perjuangan dari orang pandai adalah mengorbankan diri demi kebenaran dan keadilan, tidak berubah hingga akhir hayatnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedang maksud operasi (aksi) dari seorang penjilat hanyalah berjuang mati-matian demi tuannya, guna melindungi kepentingan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebijakan dan keberanian berakal dari orang pandai bersumber dari pemahaman dia terhadap fakta kenyataan yang ada serta kepastiannya terhadap kebenaran dan keadilan, dia memiliki sebuah kamus hidup yang selamanya tidak akan pernah habis untuk digali.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keberanian dan siasat seorang penjilat muncul dari pengamatan air muka dari tuan (atasan)-nya serta penghafalan isyarat tangan dari atasannya, dia memiliki dua pasang mata pencuri yang khusus mengamat-amati orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang pandai merubah dirinya menjadi 'satu', karena dia ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang manusia.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang penjilat merubah dirinya sendiri menjadi 'nol', karena dia hendak bersembunyi di dalam bayangan orang yang berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Air muka seorang pandai tidak akan berubah seiring dengan kesenangan dan kebencian dari atasan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wajah seorang penjilat akan selalu berubah seiring dengan kejayaan dan keruntuhan dari tuannya.&lt;br /&gt;Seorang pandai akan menampakkan bakat besar dan pandangannya yang luas secara jantan walau dalam terpaan angin dan badai.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam sambaran petir yang mendadak dan kilat yang cepat seorang penjilat selalu berkelakuan sama seperti para monyet tanpa pepohonan, menghilang dengan cepat sekali.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa seorang yang berbakat dapat melihat dengan jelas hakekat dari sebuah permasalahan melalui gejala yang ada? Ini karena bola matanya tidak tertutup oleh benda asing.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa seorang penjilat berusaha menutup dan memutar balik kenyataan? Ini karena bola matanya terhubung dengan syaraf dari tuannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang pandai menyayangi, memakai dan melindungi orang pandai, dia dengan senang hati akan menciptakan panggung yang bisa dibuat malang melintang bagi orang yang pandai pula.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang penjilat yang berhati dengki, benci serta yang hendak mencelakai orang pandai, dia akan berani menjerumuskan orang pandai ke dalam jurang kesengsaraan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang pandai menggunakan kecakapan dan sumbangsih kepandaiannya telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang penjilat menggunakan kesetiaan dan kerja mati-matian hanya untuk dapat merebut anugerah dari atasannya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang pandai merupakan suatu gudang pemikir bagi seorang pemimpin yang berpandangan maju.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seorang penjilat adalah orang yang pandai mencari muka di depan para penguasa yang otoriter.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang pandai bagaikan sebuah cermin untuk mengamati perkembangan sejarah.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:100%;" &gt;Seorang penjilat bagaikan ulat busuk di dalam tumpukan sampah sejarah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mementingkan orang pandai, merupakan modal pemerintah suatu negara untuk mendatangkan perdamaian dan kestabilan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mementingkan penjilat, akan menjadi penyebab dari keruntuhan suatu negara. &lt;b&gt;(The Epoch Times/lin)&lt;/b&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-6220936330685718815?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/6220936330685718815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/perbedaan-orang-pandai-dan-penjilat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6220936330685718815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6220936330685718815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/perbedaan-orang-pandai-dan-penjilat.html' title='PERBEDAAN ORANG PANDAI DAN PENJILAT'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfVP4udl9VI/AAAAAAAAArM/Ai9OLY0K0g0/s72-c/dwimuka.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-8015987738670694563</id><published>2009-04-23T12:31:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T16:32:06.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Semua Terjadi Karena Suatu Alasan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfA1TxUu_nI/AAAAAAAAAq8/SMYzjjKqV9A/s1600-h/semua-karena-alasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 244px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfA1TxUu_nI/AAAAAAAAAq8/SMYzjjKqV9A/s320/semua-karena-alasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327816972953386610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Setiap hari aku berlari ke kotak pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini ? ... Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Christina McAufliffe&lt;/span&gt;. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? ... Kenapa bukan aku? ... Bagian diriku yang mana yang kurang? ... Mengapa aku diperlakukan kejam? ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja&lt;br /&gt;agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku?. Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kata-kata ayahku,"Semua terjadi karena suatu alasan."Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki&lt;br /&gt;misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menang karena aku telah kalah. Aku,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Frank Slazak,&lt;/span&gt; masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;color:red;"&gt;&lt;br /&gt;1. Apabila Tuhan mengatakan YA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Maka kita akan MENDAPATKAN APA YANG KITA MINTA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Maka kita akan mendapatkan yang LEBIH BAIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;        Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah terlambat, DIA juga tidak tergesa-gesa namun DIA tepat waktu.... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-8015987738670694563?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/8015987738670694563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/semua-terjadi-karena-suatu-alasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/8015987738670694563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/8015987738670694563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/semua-terjadi-karena-suatu-alasan.html' title='Semua Terjadi Karena Suatu Alasan'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfA1TxUu_nI/AAAAAAAAAq8/SMYzjjKqV9A/s72-c/semua-karena-alasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-3009351117924899427</id><published>2009-04-22T14:17:00.001+07:00</published><updated>2009-04-23T16:50:18.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Terimakasih anda telah menyusahkan saya !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfA5s4yV3tI/AAAAAAAAArE/huvMn8gznNk/s1600-h/salam.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfA5s4yV3tI/AAAAAAAAArE/huvMn8gznNk/s320/salam.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327821802499858130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Sewaktu mahasiswa saya pernah membaca sebuah buku berjudul Pedogogy for the Oppress (Pendidikan bagi Kaum Tertindas yang ditulis oleh Paulo Freire, peneliti Amerika Latin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Salah satu kalimat yang masih saya ingat sampai sekarang berbunyi,Setiap orang pada dasarnya adalah guru, dan setiap   tempat adalah sekolah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt; Tentu saja saya tidak setuju dengan kata-kata itu. Bagaimana tidak, saya mempunyai kriteria yang cukup tinggi mengenai seseorang yang pantas disebut guru. Seorang guru haruslah bisa digugu dan ditiru. Ia haruslah menjadi role model.  Selain itu ia juga harus memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan saya sendiri, paling tidak ia menguasai sesuatu yang tidak saya kuasai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Namun itu pendapat saya dahulu. Belakangan saya harus  merevisi kembali pandangan itu. Pengalaman hidup justru mengajarkan pada saya bahwa pendapat Freire benar adanya. Saya belajar bukan hanya dari orang-orang yang saya hormati,melainkan justru dari orang-orang yang menyusahkan.  Bahkan, pelajaran yang saya terima dari orang-orang yang menyusahkan jauh lebih powerful karena merasuk jauh ke dalam pikiran dan sanubari saya. Bilamana orang-orang baik memberikan pelajaran melalui pengalaman yg menyenangkan, maka orang-orang yang menyusahkan justru memberikan pengalaman yang pahit dan getir, sebuah pelajaran yang tak akan terlupakan sepanjang hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Belakangan saya membaca sebuah buku yang menarik berjudul  &lt;i&gt;Thank You for Being Such A Pain&lt;/i&gt; karya Mark I Rosen. Buku ini makin memperkuat pendapat saya mengenai betapa pentingnya peranan yang dimainkan oleh orang-orang yang menyusahkan dalam hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Pengalaman yang menyenangkan lebih mudah kita lupakan,karena hal itu tidak masuk terlalu dalam ke dalam memori kita ataubahkan kita menganggap sepele (&lt;i&gt;taken for granted&lt;/i&gt;). Kalau bawahan melayani kita dengan sepenuh hati, kita mungkin berpikir bahwa itu sudah merupakan tugasnya. Kalau atasan kita ramah, baik hati dan mau mengerti, kita mungkin berpikir bahwa memang seperti itulah yang harus dilakukan seorang atasan. Kalau rekan kerja kita kooperatif, kita mungkin beragumentasi bahwa memang kewajiban setiap orang adalah saling membantu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Kalau pasangan hidup kita penuh perhatian, mungkin kita akan berpikir bahwa ini sudah merupakan hak kita. Bahwa kita memang berhak menerima perlakuan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Kalau begitu, pelajaran apakah yang dapat kita ambil dari orang-orang yang menyenangkan tersebut ? Mungkin ada, tetapi pasti tidak akan semendalam pelajaran dari pengalaman yang menyakitkan. Misalkan saja, ada seseorang yang menghina Anda, mengeluarkan kata-kata yang menyakiti Anda. Mudahkah Anda melupakannya ? Kemungkinan tidak. Biasanya kita malah memikirkan bagimana membalas sakit hati kita. Namun justru disinilah manfaat yang diberikan orang-orang ini. Mereka sebenarnya telah memberikan &lt;i&gt;experiential learning&lt;/i&gt; yang tidak akan mungkin kita lupakan, yaitu mengenai betapa sakit rasanya diperlakukan seperti itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Rasa sakit yang luar biasa ini sangat kita perlukan untuk membantu kita memahami perasaan yang akan dirasakan orang lain bila kita melakukan tindakan yang sama. Memahami lebih dari sekedar mengetahui. Kalau Anda mengetahui sesuatu, Anda belum paham karena Anda baru masuk ke 'teorinya', tapi kalau Anda sudah merasakannya, Anda akan memahami. Anda bahkan akan masuk ke alam kesadaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;&lt;i&gt;Saya pernah mempunyai atasan yang senang memaki-maki dan merendahkan harga diri orang lain&lt;/i&gt;. Namun, ia sangat berjasa kepada saya karena memberikan pelajaran mengenai betapa sakitnya diperlakukan demikian. Saya kemudian berjanji kepada diri sendiri untuk tidak akan pernah menyakiti dan  merendahkan harga diri orang lain dalam situasi apa pun. Saya benar-benar sadar bahwa setiap orang ingin dianggap  penting dan diperlakukan dengan penuh hormat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Seorang teman yg suka menjelek-jelekkan saya di belakang   juga telah menjadi guru besar saya. &lt;i&gt;Ia telah menyadarkan saya akan pentingnya bersikap loyal terhadap orang yang tidak hadir (loyal to the absent). &lt;/i&gt;Tentu saja, saya sudah pernah mempelajari buruknya menggosipkan orang lain dari buku-buku, kitab suci ataupun beberapa pelatihan perilaku, tetapi pelajaran yang paling merasuk jiwa saya justru saya dapatkan dari kawan saya itu. Rasa sakit yang saya alami justru membuat saya bersumpah untuk tidak akan pernah  melakukan perilaku yang sama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Ada banyak lagi guru besar yang dapat saya tuliskan di sini. Ada klien yang pertama kali bertemu langsung memanggil sayadengan kamu. Ada kawan yg gemar memberikan label negatif.  Ada atasan yang suka berlama-lama menjawab handphonenya, padahal kami berdua sedang melakukan rapat. Ia sering membiarkan saya ternganga di hadapannya. Semua orang ini adalah guru besar saya dalam kuliah Hubungan Antarmanusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Karena itu alih-alih membenci orang ini, kita seharusnya malah berterimakasih kepada mereka. Berterima kasih disini  bukan dalam pengertian sinisme. Melainkan berterima kasih secara tulus dan dari lubuk hati kita yang paling dalam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#008000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Bukankah hanya orang-orang ini yang berani mengambil resiko untuk menjadi orang yang tidak disukai ? Bukankah mereka telah mengajarkan kepada kita untuk menjadi jauh lebih baik dari hari ke hari ? Bukankah dengan pengalaman pahit yang mereka berikan, kita dapat tumbuh secara spiritual ?&lt;/blockquote&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:100%;color:#800000;"&gt;Bahkan dalam konteks yang lebih luas, orang-orang itu sebenarnya telah diutus oleh Tuhan untuk berjumpa dengan kita di dunia ini, dan mengajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:85%;color:#800000;"&gt;&lt;i&gt;]Oleh :  Arvan Pradiansyah, Managing Director ILM, Alumni ESQ Eksekutif 40&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Book Antiqua;font-size:85%;color:#800000;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-3009351117924899427?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/3009351117924899427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/terimakasih-anda-telah-menyusahkan-saya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3009351117924899427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/3009351117924899427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/terimakasih-anda-telah-menyusahkan-saya.html' title='Terimakasih anda telah menyusahkan saya !'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SfA5s4yV3tI/AAAAAAAAArE/huvMn8gznNk/s72-c/salam.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1246303436440882229</id><published>2009-04-18T10:56:00.001+07:00</published><updated>2009-04-18T11:31:22.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Enam Tanda Anda 'Salah Pekerjaan'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SelU4kuKcxI/AAAAAAAAAqs/wJEHMPJW9ww/s1600-h/I_Quit_Male.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SelU4kuKcxI/AAAAAAAAAqs/wJEHMPJW9ww/s200/I_Quit_Male.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325881365249028882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Anda merasa tidak sreg lagi bekerja di kantor yang sekarang?! Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu benak Anda tentang pekerjaan Anda yang sekarang, namun Anda tak tahu apa itu. Mungkin enam pertanyaan ini bisa jadi jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Gaji yang Anda terima kurang dari harapan Anda, bahkan jauh di bawah standar Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang dengan gaji yang 'kurang' boleh dibilang selalu meyakini bahwa semakin besar gaji yang mereka terima, maka hal itu akan membuat mereka merasa lebih baik. Kadang hal ini ada benarnya, namun kadang juga salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keluhan terbesar Anda adalah tentang gaji, maka pikirkanlah perumpamaan ini, jika gaji Anda naik 10-20% saat ini, apakah Anda akan merasa puas? Jika ya, maka bukan gaji Anda yang bermasalah, tapi Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika Anda berharap gaji naik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;50-100%&lt;/span&gt;, maka mungkin pekerjaan yang sekarang harus Anda lepas dan Anda harus mencari yang lain karena ini berarti Anda bekerja dengan gaji yang jauh dari standar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Anda jatuh pada satu titik di mana Anda merasa bahwa semua usaha yang Anda lakukan tak berarti dan tak membawa hasil yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja banyak yang mengincar posisi yang Anda miliki saat ini. Mungkin juga pekerjaan yang Anda miliki begitu populer hingga menjadi impian banyak orang. Namun, apa gunanya jika ternyata itu bukan bidang Anda yang sesungguhnya. Apa gunanya memaksakan diri dan membuang waktu menekuni pekerjaan yang 'bukan Anda banget'?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Anda tak belajar apapun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan alasan yang paling mudah untuk mengetahui apakah Anda 'salah pekerjaan'. Ujilah apakah Anda belajar sesuatu yang baru dari pekerjaan Anda yang sekarang?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pekerjaan Anda yang sekarang menambah pengetahuan Anda, pengalaman Anda, dan mengembangkan karakter yang baik dalam diri Anda?! Jika tidak, maka sebaiknya Anda hengkang dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Tak seorang pun pernah bereaksi positif terhadap hasil kerja Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang satu ini, Anda harus tahu membedakan apakah atasan Anda terlalu sibuk untuk mengevaluasi pekerjaan Anda ataukah memang tidak ada yang 'bisa' dipuji dari hasil kerja Anda?! Sebab hal ini bisa menjadi tanda kuat dari perusahaan untuk memutuskan hubungan kerja dengan Anda nantinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SelVOy6FAmI/AAAAAAAAAq0/0Dwt-sbZAxs/s1600-h/sadnessanger.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 226px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SelVOy6FAmI/AAAAAAAAAq0/0Dwt-sbZAxs/s320/sadnessanger.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325881747014222434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik jika Anda memberanikan diri untuk minta evaluasi tentang hasil kerja Anda saat ini. Jika atasan Anda mengatakan hal-hal baik, maka itu tandanya dia hanya sibuk selama ini. Namun, jika dia banyak memberi kritik dan saran, maka dapat berarti bahwa usaha Anda selama ini kurang memuaskan bagi perusahaan. Setelah ini, terserah Anda, apakah masih mau bertahan dengan memperbaiki segala kekurangan ataukah mencari pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Anda membenci atasan Anda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan yang satu ini, Anda perlu menyelidiki secara objektif. Apakah benar bahwa bos Anda yang menjengkelkan sehingga bukan hanya Anda yang tak tahan terhadapnya, ataukah Anda yang keberatan dengan dirinya dan segala aturannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda sendiri yang merasa keberatan, maka Anda perlu belajar memperbaiki sikap sebagai bawahan. Karena jika diri Anda yang tidak beres, maka di mana pun Anda bekerja, Anda tetap bentrok dengan masalah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Anda merasa tidak nyaman lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk hal yang satu ini memang memiliki ragam alasan, mulai dari hal kecil yang mengganggu hingga hal-hal besar. Misalnya saja Anda bekerja di bengkel sebagai akuntan, dan semua karyawan yang ada adalah kaum adam. Jika Anda sudah merasa tidak nyaman lagi mengapa harus bertahan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari tahu apa yang mengganggu Anda. Selama hal itu masih bisa ditoleransi oleh prinsip Anda maka ada baiknya Anda bertahan saja. Namun, jika Anda merasa sudah tak tahan lagi, untuk alasan apapun, maka sebaiknya Anda mencari pekerjaan yang lain. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(oph/meg)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- BlogPolls --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.blogpolls.com/poll/55987.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;a href="http://www.blogpolls.com/poll/55987.html"&gt;Blog Polls&lt;/a&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;!-- /BlogPolls --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-1246303436440882229?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/1246303436440882229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/enam-tanda-anda-salah-pekerjaan_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1246303436440882229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1246303436440882229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/enam-tanda-anda-salah-pekerjaan_17.html' title='Enam Tanda Anda &apos;Salah Pekerjaan&apos;'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SelU4kuKcxI/AAAAAAAAAqs/wJEHMPJW9ww/s72-c/I_Quit_Male.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-5176123090425472547</id><published>2009-04-18T08:14:00.000+07:00</published><updated>2009-04-18T09:22:40.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bacaan di kala senggang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sek5KaFdTUI/AAAAAAAAAqU/UHweTrUaKX8/s1600-h/syahadat1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sek5KaFdTUI/AAAAAAAAAqU/UHweTrUaKX8/s320/syahadat1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325850885306010946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans;font-size:85%;color:#800000;"&gt;&lt;b&gt;Sabtu kemarin waktu menghadiri salah satu majelis, ada hal yg akhirnya bisa merubah dua hal dasar yg jadi prinsip dalam hidup gue mengenai sholat dan wudhu, terkesima dg apa yg Ustadz bilang jgn pernah pernah ninggalin sholat shubuh berjamaah dan sholat malam, terus satu hal lagi waktu Ustadz bilang "Jaga terus wudhu kamu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz menceritakan kisah Ali (Sahabat Nabi) tentang betapa gelisahnya beliau ketika menghadiri salah satu diskusi bersama para sahabat Nabi yang lain, lalu rasul melihat dan bertanya kepada salah satu sahabatnya mengenai perihal keresahan Ali, lalu sahabat itu bertanya kepada Ali "Wahai Ali ada apa dengan mu? mengapa kau terlihat begitu gelisah?", lalu ALi menjawab "Wahai saudaraku, wudhuku baru saja batal dan aku takut Allah mencabut nyawaku dalam keadaan tidak berwudhu.", kemudian Rasul mengizinkan Ali utk pergi berwudhu, dan setelah itu wajah Ali kembali berseri-seri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ada yg berrgetar di dlm hati, waktu Ustadz menjelaskan mengapa di setiap doa selalu terucapkan kalimat "Ya Allah sesungguhnya Engkau yg menciptakan kami, kepadaMu kelak kami kembali, dan Engkau pula yang mentakdirkan setiap kejadian dalam hidup kami, bila waktu kematian kami yang telah datang, takdirkanlah kami untuk mati dlm keadaan Islam, dalam keadaan Khusnul Khotimah, dalam keadaan berwudhu, Engkau sempatkan kami mengucap Laa illahailallah dan mudahkan kami melalui goncangan sakaratul maut.", ternyata di balik doa itu Ustadz bilang bahwa sebaik-baiknya mati adalah ketika dalam keadaan berwudhu dan mengucap Laailahailallah, makanya Ustadz slalu pesan jaga wudhu dan jgn pernah lepas berdizkir. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu peristiwa yg Ustdaz ceritakan dalam tausiyah pagi lalu yg semakin memberi kekuatan untuk terus bersemangat untuk ngejalanin Sholat Subuh berjamaah dan solat malam waktu Ustadz cerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di kejadian tsunami, semua bangunan luluh lantah, tapi ada 18 bangunan yg tetap tegak berdiri dan org2 di dalamnya selamat walaupun diterjang hempasan air yg dahsyat, kejaiban itu adalah 18 masjid yg masih utuh sampai saat ini dan org2 yg sholat di dlm masjid itu selamat pada saat bencana terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gempa di Jogja dan tanah longsor di Sumatera Barat, lagi2 hanya masjid yang sanggup berdiri tegak, siapa kalau bukan Allah yang berkehendak menjaga rumah Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kejadian situ gintung, bangunan apa yg masih berdiri tegak padahal adanya tepat di bibir situ? masjid Jabalurahman, di daerah bibir itu semuanya hanyut terbawa arus tapi ada dan 7 org yg selamat, dan 7 org itu adalah mereka yg sedang melakukan sholat Shubuh berjamaah di dlm Jabalurahman pd saat peristiwa terjadi, pdhl klo dipikir pake logika..mereka pasti hanyut terbawa arus air yg begitu kencangnya..Apa ini bukan terguran dr Allah? masjid sebegitu megah dan besar, daerah yg sebitu padat penduduk, hanya 7 org yg melakukan sholat subuh berjamaah? Allahu Akbar..betapa org muslim di sana sgt tidak peduli memakmurkan rumah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget waktu baca tafsir Al Araf, di ayat 96-98 " Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kpd mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat kami." "maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yg datang di malam hari ketika mereka sedang tidur?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AL Araf 56 "Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. berdoalah kepada Nya dg rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sgt dekat kpd org yg berbuat kebaikan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Araf 74 "Dan ingatlah ketika Dia menjadikan kamu khalifah di bumi, ditempat yg datar kamu dirikan istana-istana dan di bukit-bukit kamu pahat menjadi rumah-rumah. Maka ingatlah nikmat Allah dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-family:Bitstream Vera Sans;font-size:85%;color:#800000;"&gt;&lt;b&gt;Semoga setelah ini, semangat untuk solat berjamaah dan solat malam plus menjaga wudhu ga kendor lagi he..he..smg Ustadz juga seneng klo setiap hari murid2nya selalu berusaha memperbaiki diri. Semoga Allah slalu menjaga dan melindungi kita semua..semoga Allah sennatiasa menjadikan kita hamba yg senantiasa bersyukur, tawadhu, ikhlas, qanaah dan sabar agar Allah menjauhkan kita dari murka dan cobaan yg kita tdk sanggup menjalaninya. Allahumma amin ya Rabb..&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-5176123090425472547?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/5176123090425472547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/bacaan-di-kala-senggang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5176123090425472547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/5176123090425472547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/bacaan-di-kala-senggang.html' title='Bacaan di kala senggang'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sek5KaFdTUI/AAAAAAAAAqU/UHweTrUaKX8/s72-c/syahadat1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1525526665530284726</id><published>2009-04-17T07:35:00.000+07:00</published><updated>2009-04-17T07:42:01.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Dulu orang Malaysia ngga seperti orang Indonesia saat ini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SefQIq1LeRI/AAAAAAAAAqM/V_gU4p6IpyM/s1600-h/Indo+Malay.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 203px; height: 53px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SefQIq1LeRI/AAAAAAAAAqM/V_gU4p6IpyM/s320/Indo+Malay.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325453931743770898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: lucida grande;" rel="File-List" href="file:///D:%5CUsers%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="font-family: lucida grande;" rel="Edit-Time-Data" href="file:///D:%5CUsers%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Tms Rmn"; 	panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Helv; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-alt:Arial; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: -0.25in;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://rovicky.wordpress.com/2008/11/14/dulu-orang-malaysia-ngga-seperti-orang-indonesia-saat-ini/"&gt;Rovicky.wordpress&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:60.75pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///D:\Users\admin\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Aku inget ketika dulu bertemu kawan orang Malaysia di Brunei tujuh tahun lalu ketika saya bekerja di Brunei Shell Petroleum. Dia cerita tentang kondisi Indonesia dan Malaysia. Saya waktu itu menyangjung Malaysia yang akhirnya mendahului Indonesia. Kawan saya yang sama-sama menjadi pendatang di Brunei ini sering aku ajak ngobrol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Obrolannya begini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Wah Malaysia sekarang hebat ya, sudah punya gedung tertinggi di dunia&lt;/i&gt;“. Waktu itu saya masih katrok banget, belum pernah melihat Twin Tower.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Kata bapak saya dulu, Malaysia ya seperti Indonesia.&lt;/i&gt;” Kawan saya ini menceritakan obrolan dengan bapaknya sewaktu dia masih di KL.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Waktu dulu itu,banyak orang Malaysia yang merasa rendah diri kalau dibandingkan dengan Indonesia. Jadi orang Indonesia saat ini merasakan seperti perasaan orang Malaysia jaman bapak saya masih muda&lt;/i&gt;” …. Saya ya cuman manggut-manggut saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Tapi apa menurut kamu ini hanya tukar balik saja ?&lt;/i&gt;“, tanya saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Lantas dia menjawab. “Bisa saja suatu saat nanti Malaysia dibawah Indonesia, dunia kan cuman begitu saja”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Bisa jadi , lantas menurut kamu bagaimana dengan Indonesia saat ini ?&lt;/i&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Ketika saya bertanya pada bapak saya, beliau bilang bahwa ada beda antara sikap orang Indonesia dan orang Malaysia&lt;/i&gt;“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Apa itu?&lt;/i&gt;“, tanya saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Orang Indonesia sekarang banyak rendah diri tetapi juga menjelekkan bangsanya sendiri. Sedangkan orang Malaysia ini juga waktu itu juga rendah diri, tetapi tidak bersikap menjelekkan bangsa dan negaranya sendiri&lt;/i&gt;” … tentunya dengan logat melayunya lah. Yang nada naik turunnya mirip orang Sumatra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Wah !&lt;/i&gt;” … aku kaget lah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“&lt;i&gt;Betul, Orang Malaysia itu sering terlalu berlebihan melihat dirinya sendiri.&lt;/i&gt;” Tambahnya. “&lt;i&gt;Bahkan kamu heran kalau melihat orang Malaysia tidak merasa dijajah Inggris, kan ?&lt;/i&gt;. Ini mungkin karena orang Malaysia memang tidak membenci siapa pendahulunya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Dalam hati aku jadi mikir, &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Emang orang Indonesia selalu membenci masa lalunya. Belanda dibenci Soekarno. Soekarno dimusuhi Soeharto. Soeharti dimusuhi reformis …dan seterusnya. Yang ada membenci orang masa lalu&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;“.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Iya kan ?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-top: 12pt;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Jadi itulah bedanya Malaysia dulu sewaktu masih tertinggal dengan Indonesia, mereka tidak pernah menjelekkan pendahulunya, pemerintahan, negara maupun bangsanya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;“&lt;b&gt;&lt;i&gt;I learn a lot from this country !&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;“&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-1525526665530284726?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/1525526665530284726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/dulu-orang-malaysia-ngga-seperti-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1525526665530284726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1525526665530284726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/dulu-orang-malaysia-ngga-seperti-orang.html' title='Dulu orang Malaysia ngga seperti orang Indonesia saat ini'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SefQIq1LeRI/AAAAAAAAAqM/V_gU4p6IpyM/s72-c/Indo+Malay.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1858748696343733649</id><published>2009-04-12T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T17:05:44.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Test Kepribadian Kerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SeMMh36DSxI/AAAAAAAAAqE/29yRPBU7uHE/s1600-h/hotel-ghost.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SeMMh36DSxI/AAAAAAAAAqE/29yRPBU7uHE/s320/hotel-ghost.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324112960564710162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="PostContent"&gt;  &lt;p&gt;Suatu hari anda tersesat ketika sedang melakukan travelling. Hari sudah malam, dan tidak ada pilihan lain anda harus mencari tempat berteduh di sebuah pondok. Pemilik pondok mengatakan bahwa semua kamarnya ada hantunya. Kamar manakah yg Anda pilih ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;A. Ada kepala manusia yg memandang dengan penuh kedengkian dari luar jendela kamar.&lt;br /&gt;B. Pintu kamar mandinya membuka dan menutup sendiri, dan juga terdengar rintihan suara-suara seorang wanita .&lt;br /&gt;C. Tempat tidurnya bergerak sendiri setiap kali anda ingin mencoba tidur di atasnya.&lt;br /&gt;D. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Hantu tanpa kepala&lt;/span&gt;” duduk di bagian kaki tempat tidur Anda ketika Anda terbangun di tengah malam.&lt;/p&gt; Bila Anda sudah memberikan pilihan, maka kepribadian anda bisa dibaca di jawaban di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jawabannya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;Type Anda :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih A&lt;/span&gt;. Anda membutuhkan banyak privasi dan cocok bekerja sendirian. Anda menginginkan pekerjaan yang stabil - sebuah pekerjaan yang tidak mudah terpengaruh faktor eksternal dan memberikan gaji yg pasti. Misal: dokter, pengacara, guru, administrator.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih B.&lt;/span&gt; Anda lebih menginginkan pekerjaan yg tidak perlu bepergian dan bertemu dgn orang. Anda lebih memilih bekerja dalam tekanan boss Anda,jika itu memungkinkan Anda utk duduk di dalam kantor ber-AC sepanjang hari.misal: pegawai negeri, engineer, computer engineer, akuntan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih C&lt;/span&gt;. Anda orang aktif yg tidak dapat duduk diam dan tidak suka dibatasi.Anda mudah beradaptasi dengan pekerjaan yang berubah-ubah dan tidak bersifat rutin.misal: marketing, insurance, sales, sopir.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memilih D&lt;/span&gt;. Anda cocok dgn pekerjaan yang memerlukan Anda utk bertemu orang,terutama kerumunan. Pekerjaan anda tergantung dari orang2 ini, tp anda tidak mengenal mereka. Misal: artis, politisi, PR, resepsionis&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-1858748696343733649?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/1858748696343733649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/test-kepribadian-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1858748696343733649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/1858748696343733649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/test-kepribadian-kerja.html' title='Test Kepribadian Kerja'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SeMMh36DSxI/AAAAAAAAAqE/29yRPBU7uHE/s72-c/hotel-ghost.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-6191605457925719556</id><published>2009-04-11T08:09:00.000+07:00</published><updated>2009-04-12T20:11:11.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Test Alzheimer (Pikun)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sd_yW4t69pI/AAAAAAAAAp8/kw-CtC4WtUA/s1600-h/alzheimers-disease-brain.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 274px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sd_yW4t69pI/AAAAAAAAAp8/kw-CtC4WtUA/s320/alzheimers-disease-brain.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323239759571252882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Anda tahu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;ALZHEIMER&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; atau pikun. Nah, ada test kecil berikut penjelasannya (bacanya nanti aja setelah Anda sudah mengikuti tesnya dengan lengkap) untuk mengetahui tingkat kesehatan Syaraf Anda. Selamat mencoba semoga Anda sehat selalu !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;1. Temukan huruf "C" di bawah. Jangan gunakan bantuan cursor.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOO&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt;OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;2. Jika anda telah menemukan huruf "C", sekarang temukan angka "6" di bawah.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;3. Sekarang temukan huruf "N" di bawah. Ini agak lebih sulit.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;MMMMMMMMMMMMMMMMMMM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;4. Sekarang temukan huruf "O" di bawah. Ini agak lebih sulit.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;QQQQQQQQQQQ QQQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; QQQQQQQQQQQQQQQQQQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;QQQQQQQQQQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; QQQQQQQQQQQQQQQQQOQ QQQQQQQQQQQQQQQQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQ&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;5. Sekarang temukan huruf "I"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt; di bawah. Ini agak lebih sulit.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa batalkan rencana kunjungan ke ahli neurologi&lt;br /&gt;Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer. Selamat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;For your info&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sd_xz8K2KQI/AAAAAAAAAp0/rPCchzg8Syc/s1600-h/alzheimers-disease.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 311px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sd_xz8K2KQI/AAAAAAAAAp0/rPCchzg8Syc/s320/alzheimers-disease.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323239159202457858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alzheimer&lt;/span&gt; atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya penyakit menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan daya ingat yang parah sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai dengan melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya ingat, kemampuan mempertimbangan, adanya perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani penderita dan juga anggota keluarga yang perlu menjaga dan merawatnya. Menurunnya fungsi ingatan juga memengaruhi fungsi intelektual dan sosial penderitanya.&lt;br /&gt;Sumber penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan karena proses penuaan. Sebagian ilmuwan memperkirakan bahwa kepikunan ini berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal menjadi semacam serat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. "Pada usia sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen untuk menderita penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun,"menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther&lt;br /&gt;Ebeenezer.  Meskipun kepikunan seringkali dikaitkan dengan usia lanjut, namun terbukti bahwa penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi adalah seorang perempuan berusia awal 50 tahunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah Alzheimer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer sesuai nama penemunya. Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya&lt;br /&gt;mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary). Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein tersebut, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini&lt;br /&gt;menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak seterkenal penyakit yang lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau pun penyakit jantung. Mungkin karena gejala penyakit Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi yang dapat dipantau melalui pemeriksaan tekanan darah.  Penyakit Alzheimer&lt;br /&gt;tidak terdeteksi karena adanya anggapan bahwa sering lupa adalah hal yang wajar dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal mungkin saja "sering lupa" tersebut merupakan tanda awal penyakit Alzheimer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah mantan Presiden Amerika Serikat yang ke-40,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Ronald Reagan&lt;/span&gt; mengemukakan keadaan dirinya dalam suratnya yang tertanggal 5 November 1994. Penelitian klinis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3 dapat memperlambat laju penurunan fungsi kognitif penderita alzheimer&lt;br /&gt;ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gejala dan tingkat keparahan penyakit: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan kunci, lupa mengambil uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa nomor telepon atau tidak ingat mana obat yang setiap hari biasa dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau lupa bagaimana cara mengaduk gula di dalam gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tingkat yang parah, penderita  sudah tidak mampu melakukan hal-hal mendasar seperti mengurus diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan sekitar rumahnya, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Penderita tingkat menengah atau parah dapat menunjukkan tingkah laku aneh, seperti menjerit, terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau orang tersebut ke WC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi seperti mendengar suara atau bisikan halus, atau melihat bayangan menakutkan. Penderita juga kadangkala berjalan mondar&lt;br /&gt;mandir tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita biasanya akan lebih banyak tidur di siang hari dan terus terjaga pada malam hari. Keadaan tersebut secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat atau anggota keluarga yang harus waspada menjaga penderita selama '36 jam' sehari.&lt;br /&gt;&lt;!-- BlogPolls --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" language="javascript" src="http://www.blogpolls.com/poll/55916.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;noscript&gt;&lt;a href="http://www.blogpolls.com/poll/55916.html"&gt;Blog Polls&lt;/a&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;!-- /BlogPolls --&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia karena mereka tidak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik lainnya.&lt;br /&gt;Yang menyedihkan, adalah bahwa orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.&lt;br /&gt;Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti fungsi kognitif, aktivitas dan tingkah laku sehari2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prevalensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia menderita penyakit ini. Pada tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di atas 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menderita Alzheimer.&lt;br /&gt;Peningkatan jumlah penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya jumlah warga dunia yang berusia lanjut,  dan semakin panjangnya usia atau masa hidup warga dunia. Usia hidup perempuan meningkat hingga mencapai usia 80 tahun dan laki-laki mencapai usia 75 tahun. Selain itu, faktor pemeliharaan kesehatan yang semakin baik dan menurunnya tingkat kelahiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berisiko menderita Alzheimer:&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-weight: bold;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Penderita diabetes&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kurang berolahraga&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kadar kolesterol yang tinggi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Faktor keturunan - memiliki keluarga yang menderita Alzheimer pada usia 50-an.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tetap Semangat !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8140788016251317177-6191605457925719556?l=baca-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://baca-saja.blogspot.com/feeds/6191605457925719556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/test-alzheimer-pikun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6191605457925719556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8140788016251317177/posts/default/6191605457925719556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://baca-saja.blogspot.com/2009/04/test-alzheimer-pikun.html' title='Test Alzheimer (Pikun)'/><author><name>Budi Cahyono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04893054584144533475</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Ss7ZxJTZX-I/AAAAAAAAAwM/r1xfa464kn8/S220/1430-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/Sd_yW4t69pI/AAAAAAAAAp8/kw-CtC4WtUA/s72-c/alzheimers-disease-brain.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8140788016251317177.post-1487883313613455896</id><published>2009-04-03T17:15:00.000+07:00</published><updated>2009-04-04T19:23:46.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahukah Anda'/><title type='text'>Otak Kanan Atau Otak Kiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SdcCXeRRfFI/AAAAAAAAApk/0OOyxwJuGQU/s1600-h/praying_hands.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 148px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SdcCXeRRfFI/AAAAAAAAApk/0OOyxwJuGQU/s320/praying_hands.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320724087047289938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Satukan dan lipat kedua tangan seperti saat berdoa. Perhatikan tangan anda - apa yang terlihat ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Jika jempol kiri di atas jempol kanan --&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(204, 0, 0);" class="yshortcuts" id="lw_1238753304_26"&gt;otak kiri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;Jika jempol kanan di atas jempol kiri --&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;otak kanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_oMyFqBmouS4/SdcEEbJRYLI/AAAAAAAAAps/F1G3U9Vc7Ng/s1600-h/duduk.JPG"&gt
