Kaum Feminis Bilang Sulit Jadi Wanita

02 Juni 2008


ISTIMEWANYA WANITA* Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA". Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.
2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap "4 wanita", yaitu : Isterinya , ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata. Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita... kan Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan mereka (emansipasi ala western) Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia. Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki)berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu. Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda). Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu

Bagaimana Cara Bersyukur


OLEH: QURAISH SHIHAB

Syukur mencakup tiga sisi:
A. Syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah.
B. Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya.
C. Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Uraian Al-Quran tentang syukur mencakup sekian banyak aspek. Berikut akan dikemukakan sebagian di antaranya

A. Syukur dengan hati
Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini juga mengharuskan yang bersyukur menyadari betapa besar kemurahan, dan kasih sayang Ilahi sehingga terlontar dari lidahnya pujian kepada-Nya. Qarun yang mengingkari keberhasilannya atas bantuan Ilahi, dan menegaskan bahwa itu diperolehnya semata-mata karena kemampuannya, dinilai oleh Al-Quran sebagai kafir atau tidak mensyukuri nikmat-Nya (Baca kisahnya dalam surat Al-Qashash (28): 76-82).
Seorang yang bersyukur dengan hatinya saat ditimpa malapetaka pun, boleh jadi dapat memuji Tuhan, bukan atas malapetaka itu, tetapi karena terbayang olehnya bahwa yang dialaminya pasti lebih kecil dari kemungkinan lain yang dapat terjadi. Dari sini syukur --seperti makna yang dikemukakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip di atas-- diartikan oleh orang yang bersyukur dengan "untung" (merasa lega, karena yang dialami lebih ringan dari yang dapat terjadi).
Dari kesadaran tentang makna-makna di atas, seseorang akan tersungkur sujud untuk menyatakan perasaan syukurnya kepada Allah.
Sujud syukur adalah perwujudan dari kesyukuran dengan hati, yang dilakukan saat hati dan pikiran menyadari betapa besar nikmat yang dianugerahkan Allah. Bahkan sujud syukur dapat dilakukan saat melihat penderitaan orang lain dengan membandingkan keadaannya dengan keadaan orang yang sujud. (Tentu saja sujud tersebut tidak dilakukan di hadapan si penderita itu).
Sujud syukur dilakukan dengan meletakkan semua anggota sujud di lantai yakni dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari kaki --seperti melakukan sujud dalam shalat. Hanya saja sujud syukur cukup dengan sekali sujud, bukan dua kali sebagaimana dalam shalat. Karena sujud itu bukan bagian dan shalat, maka mayoritas ulama berpendapat bahwa sujud sah walaupun dilakukan tanpa berwudhu, karena sujud dapat dilakukan sewaktu-waktu dan secara spontanitas. Namun tentunya akan sangat baik bila melakukan sujud disertai dengan wudhu.

B. Syukur dengan lidah
Syukur dengan lidah adalah mengakui dengan ucapan bahwa sumber nikmat adalah Allah sambil memuji-Nya. Al-Quran, seperti telah dikemukakan di atas, mengajarkan agar pujian kepada Allah disampaikan dengan redaksi "al-hamdulillah."
Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang dipuji, walaupun ia tidak memberi apa pun baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain. Kata "al" pada "al-hamdulillah" oleh pakar-pakar bahasa disebut al lil-istighraq, yakni mengandung arti "keseluruhan". Sehingga kata "al-hamdu" yang ditujukan kepada Allah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima segala pujian adalah Allah Swt., bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.
Jika kita mengembalikan segala puji kepada Allah, maka itu berarti pada saat Anda memuji seseorang karena kebaikan atau kecantikannya, maka pujian tersebut pada akhirnya harus dikembalikan kepada Allah SWT, sebab kecantikan dan kebaikan itu bersumber dari Allah. Di sisi lain kalau pada akhirnya ada perbuatan atau ketetapan Tuhan yang mungkin oleh kacamata manusia dinilai "kurang baik", maka harus disadari bahwa penilaian tersebut adalah akibat keterbatasan manusia dalam menetapkan tolok ukur penilaiannya. Dengan demikian pasti ada sesuatu yang luput dari jangkauan pandangannya sehingga penilaiannya menjadi demikian. Walhasil, syukur dengan lidah adalah "al- hamdulillah" (segala puji bagi Allah).

C. Syukur dengan perbuatan
Nabi Daud a.s. beserta putranya Nabi Sulaiman a.s. memperoleh aneka nikmat yang tiada taranya. Kepada mereka sekeluarga Allah berpesan,
"Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur!" (QS. Saba [34]: 13).
Yang dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penciptaan atau penganugerahannya.
Ini berarti, setiap nikmat yang diperoleh menuntut penerimanya agar merenungkan tujuan dianugerahkannya nikmat tersebut oleh Allah. Ambillah sebagai contoh lautan yang diciptakan oleh Allah SWT. Ditemukan dalam Al-Quran penjelasan tentang tujuan penciptaannya melalui firman-Nya:
"Dialah (Allah) yang menundukkan lautan (untuk kamu) agar kamu dapat memakan darinya daging (ikan) yang segar, dan (agar) kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari karunia-Nya (selain yang telah disebut) semoga kamu bersyukur" (QS. An-Nahl [16]: 14).
Ayat ini menjelaskan tujuan penciptaan laut, sehingga mensyukuri nikmat laut, menuntut dari yang bersyukur untuk mencari ikan-ikannya, mutiara dan hiasan yang lain, serta menuntut pula untuk menciptakan kapal-kapal yang dapat mengarunginya, bahkan aneka pemanfaatan yang dicakup oleh kalimat "mencari karunia-Nya".
Dalam konteks inilah terutama realisasi dan janji Allah,
"Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)" (QS. Ibrahim [14]: 7)
Betapa anugerah Tuhan tidak akan bertambah, kalau setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi, setiap hembusan angin yang bertiup di udara, setiap tetes hujan yang tercurah dan langit dipelihara dan dimanfaatkan oleh manusia?
Di sisi lain, lanjutan ayat di atas menjelaskan bahwa "Kalau kamu kufur (tidak mensyukuri nikmat atau menutupinya tidak menampakkan nikmatnya yang masih terpendam di perut bumi, di dasar laut atau di angkasa), maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih."
Suatu hal yang menarik untuk disimak dari redaksi ayat ini adalah kesyukuran dihadapkan dengan janji yang pasti lagi tegas dan bersumber dari-Nya langsung (QS. Ibrahim [14): 7) Tetapi akibat kekufuran hanya isyarat tentang siksa; itu pun tidak ditegaskan bahwa ia pasti akan menimpa yang tidak bersyukur (QS. Ibrahim [14]: 7).
Siksa dimaksud antara lain adalah rasa lapar, cemas, dan takut.
"Allah telah membuat satu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap penjuru, tetapi (penduduknya) kufur (tidak bersyukur atau tidak bekerja untuk menampakkan) nikmat-nikmat Allah (yang terpendam). Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka mengenakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan oleh perbuatan (ulah) yang selalu mereka lakukan" (QS. An-Nahl [16]: 112).
Pengalaman pahit yang dilukiskan Allah ini, telah terjadi terhadap sekian banyak masyarakat bangsa, antara lain, kaum Saba --satu suku bangsa yang hidup di Yaman dan yang pernah dipimpin oleh seorang Ratu yang amat bijaksana, yaitu Ratu Balqis Surat Saba (34): 15-19 menguraikan kisah mereka, yakni satu masyarakat yang terjalin persatuan dan kesatuannya, melimpah ruah rezekinya dan subur tanah airnya.
Negeri merekalah yang dilukiskan oleh Al-Quran dengan baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Mereka pulalah yang diperintah dalam ayat-ayat tersebut untuk bersyukur, tetapi mereka berpaling dan enggan sehingga akhirnya mereka berserak-serakkan, tanahnya berubah menjadi gersang, komunikasi dan transportasi antar-kota-kotanya yang tadinya lancar menjadi terputus, yang tinggal hanya kenangan dan buah bibir orang saja. Demikian uraian Al-Quran. Dalam konteks keadaan mereka, Allah berfirman,
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka disebabkan kekufuran (keengganan bersyukur) mereka. Kami tidak menjatuhkan siksa yang demikian kecuali kepada orang-orang yang kufur(QS. Saba [34]: 17).
Itulah sebagian makna firman Allah yang sangat populer:
"Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih" (QS. Ibrahim [14]: 7).
Nita wrote :
Sudahkah kita bersyukur….karena Allah memberi kita pekerjaan,..padahal orang"diluar sana, sedang berlomba-lomba mencari sesuap nasi, ..
Sudahkah selama ini kita bersyukur..karena Allah memberi kita keluarga yang harmonis dan bahagia? Sedangkan dluar sana banyaknya pertengkaran dan ketidakharmonisan sehingga menimbulkan perceraian…

WHY TO MOVE

Mengapa karyawan meningggalkan perusahaan (atau paling tidak sering ngedumel)? Berikut ini petikan dari bukunya Haris Priyatna yang berjudul Azim Premji, "Bill Gates" dari India (terbitan Mizania 2007).
Azim Premji adalah milyuner muslim dari India yang telah menyulap Wipro, dari sebuah perusahaan minyak goreng menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Dia urutan ke-21 orang terkaya di dunia versi Forbes 2007. Azim dikenal sebagai milyuner yang bergaya hidup sederhana.
Berikut ini pandangan Premji tentang mengapa karyawan betah dan tidak betah dengan perusahaan. Wipro sendiri memiliki tinkat turn-over (kepindahan) karyawan yang sangat rendah, padahal gajinya tidak lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis seperti Infosys dan TCS.

Mengapa KARYAWAN meninggalkan perusahaan?
Banyak perusahaan yang mengalami persoalan tingginya tingkat pergantian karyawan. Betapa orang mudah keluar-masuk perusahaan itu. Orang meninggalkan perusahaan untuk gaji yang lebih besar, karier yang lebih menjanjikan, lingkungan kerja yang lebih nyaman, atau sekedar alasan pribadi. Tulisan ini mencoba menjelaskan persoalan ini.
Belum lama ini, Sanjay, seorang teman lama yang merupakan desainer software senior, mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan internasional prestisius untuk bekerja di cabang operasinya di India sebagai pengembang software. Dia tergetar oleh tawaran itu. Sanjay telah mendengar banyak tentang CEO perusahaan ini, pria karismatik yang sering dikutip di berita-berita bisnis karena sikap visionernya. Gajinya hebat. Perusahaan itu memiliki kebijakan SDM ramah karyawan yang bagus, kantor yang masih baru, dan teknologi mutakhir, bahkan sebuah kantin yang menyediakan makanan lezat.
Sanjay segera menerima tawaran itu. Dua kali dia dikirim ke luar negeri untuk pelatihan. "Saya sekarang menguasai pengetahuan yang paling baru", katanya tak lama setelah bergabung. Ini betul-betul pekerjaan yang hebat dengan teknologi mutakhir. Ternyata, kurang dari delapan bulan setelah dia bergabung, Sanjay keluar dari pekerjaan itu. Dia tidak punya tawaran lain di tangannya, tetapi dia mengatakan tidak bisa bekerja di sana lagi. Beberapa orang lain di departemennya pun berhenti baru-baru ini.
Sang CEO pusing terhadap tingginya tingkat pergantian karyawan. Dia pusing akan uang yang dia habiskan dalam melatih mereka. Dia bingung karena tidak tahu apa yang terjadi. Mengapa karyawan berbakat ini pergi walaupun gajinya besar ? Sanjay berhenti untuk satu alasan yang sama yang mendorong banyak orang berbakat pergi. Jawabannya terletak pada salah satu penelitian terbesar yang dilakukan oleh Gallup Organization. Penelitian ini menyurvei lebih dari satu juta karyawan dan delapan puluh ribu manajer, lalu dipublikasikan dalam sebuah buku berjudul First Break All the Rules.
Penemuannya adalah sebagai berikut:
Jika orang-orang yang bagus meninggalkan perusahaan, lihatlah atasan langsung/tertinggi di departemen mereka. Lebih dari alasan apapun, dia adalah alasan orang bertahan dan berkembang dalam organisasi. Dan dia adalah alasan mengapa mereka berhenti, membawa pengetahuan, pengalaman, dan relasi bersama mereka. Biasanya langsung ke pesaing. Orang meninggalkan manajer/direktur anda, bukan perusahaan, tulis Marcus Buckingham dan Curt Hoffman penulis buku First Break All the Rules.
Begitu banyak uang yang telah dibuang untuk menjawab tantangan mempertahankan orang yang bagus - dalam bentuk gaji yang lebih besar, fasilitas dan pelatihan yang lebih baik. Namun, pada akhirnya, penyebab kebanyakan orang keluar adalah manajer. Kalau Anda punya masalah pergantian karyawan yang tinggi, lihatlah para manajer/direktur Anda terlebih dahulu. Apakah mereka membuat orang-orang pergi? Dari satu sisi, kebutuhan utama seorang karyawan tidak terlalu terkait dengan uang, dan lebih terkait dengan bagaimana dia diperlakukan dan dihargai. Kebanyakan hal ini bergantung langsung dengan manajer di atasnya.
Uniknya, bos yang buruk tampaknya selalu dialami oleh orang-orang yang bagus. Sebuah survei majalah Fortune beberapa tahun lalu menemukan bahwa hampir 75 persen karyawan telah menderita di tangan para atasan yang sulit.
Dari semua penyebab stres di tempat kerja, bos yang buruk kemungkinan yang paling parah. Hal ini langsung berdampak pada kesehatan emosional dan produktivitas karyawan. Pakar SDM menyatakan bahwa dari semua bentuk tekanan, karyawan menganggap penghinaan di depan umum adalah hal yang paling tidak bisa diterima. Pada kesempatan pertama, seorang karyawan mungkin tidak pergi, tetapi pikiran untuk melakukannya telah tertanam. Pada saat yang kedua, pikiran itu diperkuat. Saat yang ketiga kalinya, dia mulai mencari pekerjaan yang lain. Ketika orang tidak bisa membalas kemarahan secara terbuka, mereka melakukannya dengan serangan pasif, seperti: dengan membandel dan memperlambat kerja, dengan melakukan apa yang diperintahkan saja dan tidak memberi lebih, juga dengan tidak menyampaikan informasi yang krusial kepada sang bos.
Seorang pakar manajemen mengatakan, jika Anda bekerja untuk atasan yang tidak menyenangkan, Anda biasanya ingin membuat dia mendapat masalah. Anda tidak mencurahkan hati dan jiwa di pekerjaan itu. Para manajer bisa membuat karyawan stres dengan cara yang berbeda-beda: dengan terlalu mengontrol, terlalu curiga, terlalu mencampuri, sok tahu, juga terlalu mengecam. Mereka lupa bahwa para pekerja bukanlah aset tetap, mereka adalah agen bebas. Jika hal ini berlangsung terlalu lama, seorang karyawan akan berhenti - biasanya karena masalah yang tampak remeh. Bukan pukulan ke-100 yang merobohkan seorang yang baik, melainkan 99 pukulan sebelumnya. Dan meskipun benar bahwa orang meninggalkan pekerjaan karena berbagai alasan, untuk kesempatan yang lebih baik atau alasan khusus, mereka yang keluar itu sebetulnya bisa saja bertahan, kalau bukan karena satu orang yang mengatakan kepada mereka, seperti yang dilakukan bos Sanjay: Kamu tidak penting. Saya bisa mencari puluhan orang seperti kamu.
Meskipun tampaknya mudah mencari karyawan, pertimbangkanlah untuk sesaat biaya kehilangan seorang karyawan yang berbakat. Ada biaya untuk mencari penggantinya. Biaya melatih penggantinya. Biaya karena tidak memiliki seseorang untuk melakukan pekerjaan itu sementara waktu. Kehilangan klien dan relasi yang telah dibina oleh orang tersebut. Kehilangan moril sejawat kerjanya. Kehilangan rahasia perusahaan yang mungkin sekarang dibocorkan oleh orang tersebut kepada perusahaan lain. Plus, tentu saja, kehilangan reputasi perusahaan. Setiap orang yang meninggalkan sebuah korporasi akan menjadi dutanya, entah tentang kebaikan atau keburukan.
Demikian pesan Azim Premji. Bagaimana pendapat Anda (sebagai bawahan maupun atasan) ?

But They Did Not Give Up!

Berikut ini adalah sebagian inspirasi dari "Self Efficacy"-nya Dr. Albert
Bandura, sebagiannya lagi dari memungut di sana dan di sini. Semoga
bermanfaat.
*Abraham Lincoln* berangkat ke medan perang sebagai kapten dan kembali
sebagai prajurit. Kemudian, dia gagal sebagai pebisnis. Sebagai ahli hukum
di Springfield, dia sangat tidak praktis dan temperamental untuk sukses. Dia
beralih ke dunia politik dan kalah pada usaha pertamanya untuk menjadi
anggota legislatif, kemudian kalah lagi dalam nominasi menjadi anggota
konggres, kemudian gagal menjadi komisioner di General Land Office, kalah
lagi dalam pemilihan senator tahun 1854, kalah lagi dalam pemilihan Wakil
Presiden tahun 1856, dan kalah lagi dalam pemilihan senat 1858. Dia menulis
kepada seorang temannya, "*Saya sekarang adalah manusia hidup yang paling
menderita. Jika apa yang saya rasakan dibagi rata kepada semua umat manusia,
maka tak ada wajah yang ceria di muka bumi ini*."

*Winston Churcill* harus mengulang di sekolah dasar, dan saat ia memasuki
sekolah berikutnya, Harrow, ia ditempatkan di bagian terendah di kelas
terendah. Selanjutnya, ia gagal dua kali dalam ujian masuk Royal Military
Academy at Sandhurst. Ia kalah dalam pemilihan anggota parlemen. Ia menjadi
perdana menteri di usia 62 tahun. Ia kemudian menulis, "*Never give in,
never give in, never, never, never, never - in nothing, great or small,
large or petty - never give in except to convictions of honor and good
sense. Never, Never, Never, Never give up*."

*Socrates*, dijuluki sebagai "koruptor kaum muda yang amoral" karena
ajarannya. Ia meneruskan korupsinya, bahkan setelah dijatuhi hukuman mati.
Ia mati minum racun dan tetap dalam keadaan korupsi.

*Sigmund Freud* menuai "Huuu...!" yang meriah saat pertama kali
mempresentasikan idenya di hadapan masyarakat ilmiah Eropa. Ia kembali ke
kantornya dan tetap menulis.
Guru-guru *Thomas Alva Edison* berkata, "*dia terlalu tolol untuk belajar
apapun*." Dia dipecat dari pekerjaan pertamanya karena "tidak produktif".
Sebagai penemu, Edison membuat 1.000 percobaan yang gagal sebelum menemukan
bola lampu. Saat seorang wartawan bertanya kepadanya, "*Apa rasanya gagal
seribu kali?*" Edison menjawab, "*Saya nggak gagal seribu kali. Bola lampu
ditemukan dengan seribu langkah*."

*Albert Einstein* tidak bisa bicara sampai berusia 4 tahun dan tidak bisa
membaca sampai usia 7 tahun. Orangtuanya beranggapan bahwa dia abnormal.
Salah satu gurunya mendeskripsikan Einstein dengan, "*mentalnya terlalu
lemot, tidak sosial, dan terus bertualang dalam impian bodoh*." Dia
dikeluarkan dari sekolah dan ditolak masuk ke sekolah politeknik Zurich.
Einstein sangat sedikit belajar bicara dan menulis. Ia bahkan sedikit sekali
belajar matematika.

*Louis Pasteur* hanyalah murid rata-rata di sekolahnya. Ia ranking 15 dari
22 di kelas kimia.
Setelah audisi pertamanya, *Sidney Poitier* dinasehati oleh direktur
casting, "*mengapa kamu tidak berhenti menghamburkan waktu orang lain dan
pergilah keluar sana jadi tukang cuci piring atau apalah gitu?*" Saat
itulah, ia memutuskan untuk membaktikan dirinya dalam dunia akting.

*Henry Ford* gagal dan bangkrut lima kali sebelum dia sukses dengan
mobilnya.

*Stan Smith* ditolak menjadi ball boy untuk Davis Cup karena "terlalu aneh
dan kikuk." Dia tetap aneh dan kikuk, dan memenangkan Wimbledon dan US Open.
Dan, delapan piala Davis.

*RH Macy* gagal dan bangkrut tujuh kali sebelum tokonya merajalela di New
York.
Saat Bell Telephone Company jungkir balik di masa-masa awalnya,
pemiliknya
*Alexander Graham Bell* menawarkan seluruh haknya ke Western Union seharga 100,000 USD.
Penawaran itu ditolak dengan balasan, "*apa manfaatnya mainan elektronik
yang ditawarkan perusahaan ini*."

*Michael Jordan* berkata, "*Sepanjang karir Saya, Saya gagal 900 kali
melempar bola. Saya kalah di hampir 300 pertandingan. 26 kali Saya dipercaya
untuk melakukan lemparan kemenangan, dan gagal. Saya gagal dan gagal lagi di
sepanjang hidup Saya. Itulah sebabnya Saya sukses*."

*Walt Disney* dipecat dari jabatannya sebagai editor di sebuah koran, sebab
dianggap "tidak punya imajinasi dan tak punya ide bagus." Dia bangkrut
beberapa kali sebelum membangun Disneyland. Faktanya, taman bermain itu
ditolak oleh kota Anaheim dengan alasan hanya akan mengundang manusia sampah
dan gelandangan.

Saat pertama kali *Jerry Seinfeld* manggung sebagai pelawak profesional, dia
melihat audience, terdiam kaku, dan lupa bahasa Inggris. Dia mencoba
berjuang sekitar satu setengah menit sebelum didepak dari panggung. Dia
kembali lagi malam berikutnya, dan menutup aksinya dengan applause yang
sangat meriah.
18 penerbit menolak menerbitkan buku *Richard Bach*. Macmillan akhirnya
menerbitkan "Jonathan Livingston Seagull" di tahun 1970. Tahun 1975, 7 juta
kopi buku itu beredar, hanya di Amerika saja.
Setelah peran pertamanya sebagai bellboy di film "Dead Heat on
Merry-Go-Round", *Harrison Ford* dipanggil wakil presiden studio film ke
kantornya. "*Duduklah nak,*" ia berkata. "*Saya akan bercerita. Saat pertama
kali Tony Curtis tampil dalam film, perannya hanyalah mengantarkan sebuah
kantong belanja. Kami melihatnya dan kami langsung tahu bahwa ia adalah
bintang besar.*" Ford membalas, "*Saya kira Bapak melihatnya sebagai kurir
kantong belanja*." Tuan wakil presiden berdiri dan berkata, "*Kamu nggak
ngerti juga ya, kamu nggak ngerti juga... sekarang minggat deh dari sini!*"
Kepala sekolah *Michael Cain* berkata padanya, "Kamu bakal jadi pekerja di
sepanjang hidup kamu." Michael Cain mempekerjakan dirinya dan mendapatkan
dua Academy Award.

*Charlie Chaplin* awalnya ditolak oleh berbagai studio di Hollywood sebab
pantomimnya dianggap "nonsense".

Di SMU, *Robin Williams* terpilih sebagai "Yang Paling Kecil Kemungkinan
Suksesnya".
Decca Records membatalkan kontrak rekaman *The Beatles* dengan alasan, "*Kami
tidak suka suara mereka. Grup band dengan gitar bakal segera punah*."
Setelah itu, Columbia Records juga mendepak mereka.

Tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry, memecat
*Elvis Presley*setelah satu kali manggung. Mereka bilang ke Elvis, "
*Kamu nggak bakal kemana-mana, nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi supir
truk saja*."

*Beethoven* biasa memegang biola dengan cara yang aneh dan lebih memilih
memainkan karyanya sendiri ketimbang memperbaiki tekniknya. Gurunya menyebut
dia sebagai "komponis tanpa harapan". Ia menulis lima simfoni terkenalnya,
dengan telinga yang tuli total.
Sebuah dealer barang seni menolak *Picasso* saat ia ingin numpang berteduh
menyelamatkan lukisannya dari guyuran hujan. Tak lama kemudian dealer itu
bangkrut.

*Van Gogh* hanya berhasil menjual satu lukisan saja di dalam hidupnya.
Itupun, dijual kepada saudara dari temannya seharga 400 franc (sekitar 50
USD). Ini tidak membuatnya berhenti untuk berkarya menghasilkan lebih dari
800 lukisan.
12 penerbit menolak "Harry Potter" karya *JK Rowlings* sebelum sebuah
penerbit kecil setuju menerbitkan "Harry Potter and The Philosopher's
Stone".

"*Komputer masa depan beratnya tidak akan lebih dari satu setengah
ton.*" (*Popular
Mechanics*, meramalkan kemajuan ilmu pengetahuan, 1949.)
"*Saya rasa, akan ada pasar dunia untuk sekitar lima komputer.*" (*Thomas
Watson*, chairman of IBM, 1943.)
"*Saya sudah kemana-mana di negeri ini dan berbicara dengan orang-orang
terbaik, dan Saya bisa meyakinkan Anda bahwa data processing adalah lelucon
yang tak akan bertahan sampai akhir tahun.*" (Editor kepala untuk buku
bisnis di *Prentice Hall*, 1957.)
"*Tapi apa bagusnya?*" (Insinyur di divisi Advanced Computing Systems *IBM*,
mengomentari microchip, 1968)
"*Tidak ada alasan mengapa orang harus punya komputer di rumahnya.*" (*Ken
Olson*, president, chairman dan founder of Digital Equipment Corp, 1977.)
"*Telepon ini terlalu merepotkan untuk dipertimbangkan sebagai alat
komunikasi. Tak ada nilainya buat kita.*" (memo rapat di *Western Union*,
1876.)
"*Kotak musik tanpa kabel ini tak ada nilai komersialnya. Siapa sih yang mau
membayar untuk lagu yang dikirim kepada orang yang tidak jelas?*"
(Kolega *David
Sarnoff* saat menolak investasi di bidang radio sekitar tahun 20-an.)
"*Siapa sih yang mau mendengar aktor berbicara?*" (*HM Warner*, Warner Bros,
1927 sesaat sebelum era film bisu berakhir.)
"*Mesin terbang yang lebih ringan dari udara. Itu mustahil banget*." (*Lord
Kelvin*, president, Royal Society, 1895.)
"*Kami lalu pergi ke Atari dan berkata, kami punya sesuatu yang istimewa,
separuhnya menggunakan sparepart Anda, maukah Anda membiayai kami? Kami cuma
mau mengerjakannya, nanti kami berikan seluruhnya kepada Anda. Bayar gaji
kami, kami akan bekerja untuk Anda. Mereka bilang: nggak. Lalu kami pergi ke
Hewlett-Packard; mereka bilang, kami tidak butuh Anda. Anda bahkan belum
lulus kuliah*." (*Steve Jobs*, founder Apple Computer saat merayu Atari and
HP agar mau berinvestasi untuk membuat PC.)
"*Mengebor untuk minyak? Maksud kamu mengebor tanah untuk menemukan minyak?
Gila luh!*" (Tukang bor yang ditawari *Edwin L Drake* untuk mengebor minyak,
1859.)
"*Pesawat terbang itu mainan bagus. Tapi nggak ada gunanya untuk militer*."
(*Marsekal Ferdinand Foch*, Professor of Strategy, Ecole Superieure de
Guerre.)
"*Memory sebesar 640K sudah cukup untuk setiap orang*." (*Bill Gates* of
Microsoft, 1981.)
21 penerbit menolak novel humor *Richard Hooker*, M*A*S*H. Padahal dia
mengerjakannya tujuh tahun.
22 penerbit menolak buku *James Joyce* "The Dubliners".
27 penerbit menolak buku pertama *Dr. Seuss*, "To Think That I Saw It on
Mulberry Street"
*Jack London* meneriman enam ratus surat penolakan sebelum berhasil menjual
kisah pertamanya.
Novelist kriminal Inggris *John Creasey* menerima 753 surat penolakan
sebelum ia berhasil menerbitkan 564 buku.
*William Saroyan* mengumpulkan seribu penolakan sebelum berhasil menerbitkan
"Way to not take a hint, Bill!"
Kolonel *Harland Sanders *ditolak ratusan kali, sebelum KFC-nya ngetop ke
seluruh dunia.
*Daniel Boone* ditanya apakah dia pernah tersesat di tengah hutan. Boone
menjawab, "nggak, tapi pernah sih kesasar tiga hari."
*John Milton* menulis "Paradise Lost" selama 16 tahun setelah ia kehilangan
penglihatannya.
Seorang profesor di MIT membuka kursus "Gagal". Dia melakukannya, katanya,
karena kegagalan adalah pengalaman yang lebih sering terjadi ketimbang
sukses. Dalam sebuah interview seseorang bertanya kepadanya, apakah ada yang
gagal dalam kursusnya itu. Ia berpikir sejenak dan kemudian berkata, "nggak
sih, tapi ada dua yang tidak menyelesaikan."
*James Sastrowijaya* dari Jakarta, ditolak 20 bank sebelum berhasil
meyakinkan enam bank. Ia kemudian menjadi milyarder properti dengan modal
nol rupiah.
*Masbukhin* si raja voucher, gagal bisnis berkali-kali sebelum menjadi
"Karyawan Ber-Omzet Milyaran".
Toko *Roni Yuzirman* di Tanah Abang terbakar. Ia kini makin berhasil dengan
toko online, "Manet Vision".
Seorang peserta seminar *Tung Desem Waringin* mengaku, "Tiga tahun yang lalu
Saya adalah cleaning service di Golden Truly". Sekarang, Saya punya
Jaguar sendiri.

Random Post

Widget edited by Nauraku

Arsip Komentar

Free Image Hosting


 

Top Post

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

detikInet