Hari Jadi Kota Purworejo ke 1107

10 Oktober 2008

Inilah oleh-oleh lebaran kemarin, di saat Kota Purworejo (Kota Tercinta) memperingati Hari jadinya yang ke 1107. Sangat meriah dan sangat antusias, di mana semua masyarakat Purworejo berbondong-bondong datang di depan Pelataran Kabupaten Purworejo (05/10).


Peringatan Hari Jadi ke 1107 Kabupaten Purworejo, agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaaan itu antara lain, rapat paripurna DPRD yang biasanya dilaksanakan tanggal 5 Oktober, untuk tahun ini dilaksanakan tanggal 4 Oktober, karena tanggal 5 Oktober jatuh pada hari Minggu.

Perbedaan lain, pada tanggal 5 Oktober malam, diadakan resepsi di alun-alun yang dimeriahkan dengan sendratari kolosal. Tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini tidak diadakan. Sedangkan untuk kegiatan prosesi, relatif hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dalam sambutannya di hadapan rapat paripurna Dewan, Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi,S.Sos, MM. menandaskan bahwa hal yang paling esensi dengan ditetapkannya Hari Jadi Kabupaten Purworejo, sebenarnya agar kita dapat menggali dan melestarikan nilai-nilai jatidiri leluhur kita, menjadi jatidiri masyarakat Kabupaten Purworejo.

“Oleh karena itu, di samping kita bersyukur kepada Allah SWT, dalam Peringatan Hari Jadi Purworejo ke-1107 Tahun 2008 ini, saya mengajak masyarakat Purworejo untuk berupaya mampu mewarisi sifat-sifat jatidiri leluhur kita seperti : punya toleransi tinggi, rajin beribadah, suka gotong royong, suka prihatin dan bekerja keras, mempunyai rasa sosial yang tinggi, mempunyai kesetiaan yang tinggi, serta berjiwa perwira,”harapnya.

Hal ini penting, karena menurutnya saat ini kita sedang mengalami krisis moral, dimana salah satu indikatornya adalah ditonjolkannya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan umum. Sehingga bila sifat-sifat luhur itu bisa diwarisi dan kecenderungan mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan bisa dihindari, maka visi menuju masyarakat Purworejo yang lebih sejahtera, dengan meningkatkan kemandirian serta daya saing melalui penyelenggaraan pembangunan daerah yang aspiratif, dengan dukungan birokrasi profesional, dan bersih dari korupsi serta peran-serta aktif sektor swasta dan masyarakat, dapat terwujud. Bupati mengakui, bahwa sampai saat ini masih ada pendapat pro dan kontra mengenai Hari Jadi Kabupaten Purworejo.

Berbagai pendapat yang muncul itu merupakan hal yang wajar dan patut dihormati, sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Namun yang perlu digarisbawahi adalah penetapan tersebut sudah memiliki dasar hukum yakni Peraturan Daerah Nomor 9/DPRD/1994 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Purworejo. “Oleh karena itu, alangkah bijaksananya apabila selama kita masih memakai dasar hukum tersebut, maka sudah semestinya kita amankan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Namun demikian, tentunya hal itu bukanlah harga mati yang tidak bisa direvisi atau disempurnakan. Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan fakta atau argumen baru yang lebih tepat, maka tetap terbuka kemungkinan adanya perubahan. Dan apabila nanti dikeluarkan perda baru yang berbeda dengan perda yang sekarang, tentunya perda itulah yang nantinya harus kita amankan dan dijadikan pedoman.

Sumber : Humas - Bikom

Dirgahayu Kota Tercinta Purworejoku......

Sisi Gelap Perlu Diwaspadai!!

"Beware of you dark side" (Yoda Master, Star Wars)

Setiap orang mempunyai suatu sisi gelap. Itulah yang sering
dikatakan orang. Bahkan, seorang humoris dan penulis terkenal
Amerika, Mark Twain, sampai-sampai mengatakan, "Everyone is a moon
and has a dark side he never shown to anybody" (Setiap orang adalah
seperti bulan, mempunyai sisi gelap yang tidak pernah ia tunjukkan
kepada orang lain).

Tampaknya, apa yang dikatakan Mark Twain sangatlah benar. Bahkan,
lebih dari sekadar perlu disadari, sisi gelap ini sangatlah perlu
diwaspadai. Masalahnya, dalam kondisi tak terkendali, bagian inilah
yang serin merampas kegemilangan dan kesuksesan yang dirintis susah
payah bertahun-tahun.

Kita ambil contoh saja, mulai dari seorang atlet, artis, politikus
hingga seorang pemuka agama yang punya repu-tasi begitu tersohor,
akhirnya dirusakkan oleh sisi gelapnya sendiri. Biasanya masyarakat
umum mulai menghujat dan menjauhi mereka, tatkala sisi gelap ini
terungkap. Dan, sampai kapan pun sisi gelap ini akan terus menjadi
misteri yang menarik untuk diungkap.

Bicara soal sisi gelap ini memang menarik. Masih ingatkah Anda
dengan kisah legendaris terkenal yang berjudul Dr Jekyll dan Mr Hyde
karya sastrawan Inggris terkemuka, Robert Louis Stevenson?

Dalam kisah ini diceritakan soal seorang dokter terkemuka yang
mempunyai dua sisi kepribadian. Pada suatu saat, dia adalah seorang
dokter yang menolong dan membantu orang, menyelamatkan nyawa orang.
Namun, setelah meminum ramuan tertentu, dia pun berubah menjadi
seorang malaikat maut pencabut nyawa yang berbahaya.

Masih mempunyai hubungan dengan kisah ini, adalah film box office
beberapa tahun lalu yakni Star Wars. Dalam salah satu kisahnya yakni
serial Return of The Sith, diceritakan soal bagaimana seorang Jedi
yang hidupnya terhormat bernama Anakin Skywalkers yang kemudian
berubah menjadi pria yang ganas dan berbahaya.

Dua sisi

Kedua tokoh ini pada dasarnya mengingatkan kita soal dua sisi dalam
kehidupan kita. Itulah sebabnya salah satu psikolog terkenal, Carl
Gustav Jung, menyebutkan bahwa dalam diri setiap orang terdapat
bagian yang disebutnya dengan shadow (bayangan).

Shadow ini berisi pribadi sisi gelap yang merupakan kumpulan
insting, naluri, dan dorong-dorongan negatif dalam kehidupan kita.
Bagaimana nyatanya shadow ini bersemayam pada diri setiap orang,
perhatikanlah kedua kisah nyata ini.

Pertama, ada seorang ulama yang setiap hari berbicara soal agama dan
memberikan kuliah soal moralitas. Akhirnya, begitu banyak orang
mengaguminya karena sering tampil di depan publik dengan retorikanya
yang begitu menggugah dan meyakinkan, khususnya jika dia mulai
bicara soal moralitas.

Pengikutnya bahkan berkembang dan fans-nya banyak. Namun, tanpa ada
yang tahu, si ulama ini ternyata banyak membohongi pengikutnya
dengan mengutip uang dari mereka-mereka yang dengan tulus
mendermakan uang untuk membantu proyek sosialnya. Akhirnya,
kebohongan ini pun terkuak. Saat ketahuan, ternyata sudah bermiliar
rupiah dikutip oleh ulama ini dari pengikutnya. Dia pun akhirnya
dikucilkan.

Kisah kedua menyangkut seorang direktur sebuah perusahaan yang
kehidupannya membingungkan bagi orang-orang di sekitarnya. Di depan
publik, si direktur yang juga banyak berbicara di forum-forum
nasional ini banyak berbicara tentang manajemen yang jujur dan penuh
integritas.

Dia pun mengajari orang soal bekerja sebagai ibadah dan menasihati
orang soal keagamaan. Namun, di sisi lain, orang-orang sekitarnya
mengetahui bahwa dirinya sangat manipulatif bahkan biasa
menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.

Nah pembaca, kedua kisah ini menggambarkan contoh bagaimana sisi
gelap bekerja pada diri setiap orang, tidak peduli betapa terhormat
dan bagaimanapun situasinya. Kenyataannya ini yang terkadang jarang
disadari dan bahkan kadang sulit ditoleransi oleh orang-orang, saat
sisi gelap ini muncul ataupun terungkap.

Bagaimana menyikapi sisi gelap pada diri kita dan orang lain? Hal
terpenting, seperti diungkap oleh psikolog yang berbicara soal sisi
gelap ini, yakni Carl Jung adalah kesadaran dan penerimaan bahwa
setiap orang memiliki shadow-nya sendiri-sendiri.

Inilah bagian sisi yang oleh agama dan ajaran religius kita
kerapkali disebut juga sebagai dosa. Karena itu, perlu dipahami
bahwa sangat mudah bagi setiap orang untuk terjebak dalam sisi
gelapnya. Namun, menyadari kecenderungan ini bukannya kita lantas
harus tunduk pada sisi gelap ini. Dalam film Star Wars, Anakin
Skywalker yang berubah menjadi jahat, digambarkan dengan bagus
tatkala dia membiarkan sisi gelap mengambil alih kendali atas
hidupnya.

Bagi banyak orang, perjuangan melawan sisi gelap ini merupakan suatu
pertempuran yang paling menarik dalam sebagian besar dari perjuangan
kehidupan manusia. Realita menunjukkan selalu terjadi pertempuran
antara sisi gelap dan sisi terang dalam diri kita hingga memunculkan
salah satu pemenang.

Untuk itulah, seorang penulis yang juga seorang clinical
hypnotherapist Kyle Varner dari Maryland, memberikan tip cara
menyikapi secara positif sisi gelap kita ini. Pertama, menurutnya
adalah menyadari kecenderungan adanya sisi gelap kita. Tidak ada
seorang pun yang luput dari sisi gelap ini. Justru dikatakan mereka
yang paling menggembar-gemborka n bahwa dirinya tidak berada dalam
sisi gelap ini, merupakan mereka yang paling mudah terjerumus dalam
lubang sisi gelap ini. Karena itu, pertama-tama adalah menyadari
pola (pattern) kecenderungan sisi gelap diri kita ini.

Langkah kedua adalah berusaha tidak melawan, tetapi merenungkan
mengapa muncul sisi-sisi gelap tersebut. Di balik sisi gelap
tersebut umumnya ada kebutuhan dan keinginan yang mungkin belum
terpenuhi, atau tepatnya unfinished business dalam kehidupan kita.
Memang sisi gelap tersebut bukannya harus diikuti, tetapi disikapi
secara positif bahwa sisi gelap menunjukkan kemanusiaan kita yang
nyata. Realita menunjukkan semakin kita melawan semakin besar
dorongan dalam diri kita, semakin kita merasa kalut dan terjebak
semakin jauh. Menurut Kyle Verner, dengan menyadari dan menerima
sisi gelap ini terlebih dahulu, barulah kita bisa belajar
mengendalikannya.

Hal ketiga adalah mengarahkan energi sisi gelap tersebut untuk
meraih kualitas hidup kita. Di satu sisi kita mengakui bahwa kita
mempunyai kecenderungan negatif yang muncul dari sisi gelap
tersebut, tetapi hal itulah yang sebenarnya bisa menjadikan hidup
kita lebih kuat. Khususnya jika kita mampu mengendalikan bahkan
menaklukkan sisi gelap tersebut.

Banyak tokoh yang setelah bergumul melawan sisi gelap mereka,
akhirnya justru mencapai kualitas diri yang jauh lebih luar biasa.

Sumber: Sisi Gelap Perlu Diwaspadai oleh Anthony Dio Martin

Tolong Maafkan Aku, Kawan!

30 September 2008


Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di
tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar
temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan
tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT
TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka
memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka
hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil
diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis
di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa
setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum
menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya
di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan
tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus
memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup
angin."

Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding
diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya'
karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut
kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih
perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga.
Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya
lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati
yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti
hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah
menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh
sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia
menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan. Bisa jadi juga
sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam
menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita
tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai
gurauan.

Namun demikian, orang yang bijak akan selalu mengajari muridnya untuk
memaafkan kesalahan-kesalahan saudaranya yang lain. Tapi ini akan
sungguh sangat berat. Karena itu beliau mengajari kami
untuk 'menyerahkan' sakit itu kepada Allah -yang begitu jelas dan
pasti mengetahui bagaimana sakit hati kita- dengan membaca doa, "Ya
Allah, balaslah kebaikan siapapun yang telah diberikannya kepada kami
dengan balasan yang jauh dari yang mereka bayangkan. Ya Allah, ampuni
kesalahan-kesalahan saudara-saudara kami yang pernah menyakiti hati
kami."

Karena itu, Saudara-saudaraku, mungkin aku pernah menyakiti hatimu
dan kau tidak membalas, dan mungkin juga kau menyakiti hatiku karena
aku pernah menyakitimu. Namun dengan ijin-Nya aku berusaha
memaafkanmu. Tapi yang aku takutkan kalian tidak mau memaafkan.

Sungguh, Saudara-saudaraku, dosa-dosaku kepada Tuhanku telah
menghimpit kedua sisi tulang rusukku hingga menyesakkan dada.
Saudara-saudaraku, jika kalian tidak sanggup mendoakan aku agar
aku 'ada' di hadapan-Nya, maka ikhlaskan segala kesalahan-
kesalahanku. Tolong jangan kau tambahkan kehinaan pada diriku
dengan mengadukan kepada Tuhan bahwa aku telah menyakiti hatimu.
Tolong, sekali pun jangan. Tolong, maafkan.**

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
Catatan: Cerita ini pernah dimuat di milis resonansi pada tanggal 14
Oktober 2007, 29 Oktober 2005, 12 Nopember 2004, dan 2 September 2002

Komik Batman Anti Korupsi

21 September 2008


Random Post

Widget edited by Nauraku

Arsip Komentar

Free Image Hosting


 

Top Post

SUARA MERDEKA CYBERNEWS

detikInet